Connect with us

Peristiwa

Bikin Heboh Warga, Pria ODGJ Ingin Bunuh Diri di Malang

Diterbitkan

,

Warga dan penguna jalan di sekitar Jalan Raya Madyopuro di buat heboh, adanya seorang pria yang ingin melakukan bunuh diri. (foto istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Warga dan penguna jalan di sekitar Jalan Raya Madyopuro di buat heboh, adanya seorang pria yang ingin melakukan bunuh diri.

Pria ini di ketahui bernama, inisial MRA (35) ia seorang ODGJ warga Jalan Madyopuro V, Kecamatan Kedungkandang, mencoba bunuh diri, Sabtu (30/7/2022).

“Berdasarkan keterangan keluarga kejadian ini berawal sekitar pukul 11.30. Saat itu, Rio berada di rumah pamannya yang tidak jauh dari rumahnya,” ujar Kapolsek Kedungkandang, Kompol Agus
Siswo Hariyadi.

Saat di rumah pamannya itulah, kata Agus, Rio ini di duga kambuh dan tidak mau meminum obat yang biasa ia konsumsi.

“Ia mengamuk, dan berujar bahwa minum obat tidak bisa membuatnya sembuh, jadi lebih baik mengakhiri hidup dengan bunuh diri saja,” jelas Agus.

Dalam kondisi emosi, tiba-tiba saja ia lari menuju ke kandang di belakang rumah pamannya. Sambil berteriak-teriak, ia lari ke luar rumah pamannya.

“Selang beberapa menit kemudian Rio kembali rumah sang paman sambil membawa benda tajam (pedang/parang), dan kemudian dia bacokkan ke kakinya hingga terluka,” terang Agus.

“Setelah itu, korban lari ke rumahnya dan naik ke lantai dua rumahnya,” sambungnya.

Korban di ketahui juga mencoba menusukkan benda tajam tersebut ke perutnya, namun tidak terluka.

Karena masih dalam emosi yang tidak stabil, ia kemudian lompat dari lantai dua ke atas bak pickup berisi pasir.

“Selanjutnya Rio lari ke arah jalan raya. Sementara benda tajam yang di pegang sudah di buang ke sungai saat korban lari,” ucap Agus.

Saat di jalan raya, korban lalu membuka pakaiannya. Setelah itu, ia tidur terlentang di tengah jalan. Beruntungnya, kendaraan yang melintas tidak ada yang berada dalam kecepatan tinggi.

“Jadi kendaraan di lokasi ini langsung berhenti dan membuat lalu lintas macet. Warga dan keluarga korban kemudian melaporkan ke pihak kepolisian,” lanjut Agus.

Petugas Polsekta Kedungkandang bersama PMI Kota Malang, Satkom RJT meluncur kelokasi setelah menerima. laporan ini .

“Dengan bujukan dan rayuan petugas, Rio akhirnya mau untuk di evakuasi menuju ke RSUD dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang., untuk mendapatkan perawatan,” ucap Agus.

Menurut pihak keluarga, Agus, Rio ini memang sudah mengalami gangguan jiwa sejak usia 17 tahun.

“Sudah pernah di bawa ke RSUD dr. R. Koesma Tuban. Hingga saat ini, korban masih mengonsumsi obat dari RS tersebut,” pungkas Agus. (cdm/fir)

 

Advertisement Gempur Rokok Ilegal Bea Cukai Malang
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Peristiwa

Angin Puting Beliung di Malang, Puluhan Rumah Rusak

Diterbitkan

,

Oleh

Carep-01
Hujan lebat di sertai angin kencang terjang wilayah Desa Kebonangung Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. (foto istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Hujan lebat di sertai angin kencang terjang wilayah Desa Kebonangung Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang.

Angin puting beliung tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, Sabtu (13/8/2022) sore kemarin.

Akibatnya, sejumlah 20 rumah milik warga mengalami rusak ringan, 8 rumah warga rusak sedang dan 1 fasilitas umum (fasum) rusak ringan.

“Puluhan rumah yang di terjang angin puting beliung, tepatnya di Dusun Sememek, Desa Kebonagung,” ujar Sandono Irawan selaku Kabid Kegawat Daruratan BPBD Kabupaten Malang, Minggu (14/8/2022).

Sandono menambahkan, saat ini anggota TRC BPBD Kabupaten Malang bersama perangkat Muspika masih melakukan aksesemen di lokasi.

“Sore kemarin, rekan rekan masih fokus aksesemen dan melakukan evakuasi pohon yang menimpa salah satu rumah milik warga,” terang Sandono.

Terkait kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa. “Pihak BPBD Kabupaten Malang menyalurkan bantuan peralatan kebersihan, serta sembako kepada warga yang terdampak,” pungkas Sandono. (cdm/fir)

Lanjutkan Membaca

Peristiwa

Bus Rombongan MTS Turen Terperosok di Wonosari Malang

Diterbitkan

,

Oleh

Carep-01
Sebuah bus yang di tumpangi rombongan siswa Madrasah Sanawiah Annur Sawahan Turen terperosok ke jurang di Desa Plandi. (foto istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Sebuah bus yang di tumpangi rombongan siswa Madrasah Sanawiah Annur Sawahan Turen terperosok ke jurang di Desa Plandi, Wonosari, Kabupaten Malang pada Sabtu (13/8/2022).

“Ada 31 orang pada bus tersebut, terdiri atas 28 siswa, dua orang guru, dan pengemudi,” ujar Kapolsek Wonosari Iptu Anwari Sidiq.

Bus tersebut terperosok ke jurang, Kapolsek melanjutkan di tumpangi siswa terguling ke tebing jalan hingga terperosok kedalam jurang sedalam 3 Meter.

Akibat kejadian tersebut, kata Sidiq, ada dua orang siswa yang harus mendapatkan perawatan dari fasilitas kesehatan terdekat.

Seorang siswa bernama Karomatun Nisa, ia terkilir di bagian pinggang dan sudah mendapatkan perawatan di Puskesmas Ngajum.

Satu siswa lain, kata Sidiq itu bernama Billy ia mengalami luka lecet akibat terkena pecahan kaca.

Sementara itu, puluhan siswa dan penumpang lainnya di laporkan selamat dalam kejadian tersebut. “Penumpang lainnya selamat,” kata Sidiq.

Peristiwa itu terjadi karena di duga sopir yang bernama Fathur Rozi tak mampu menguasai kemudi, saat bus menanjak tajam dan berbelok. Sehingga, bus justru mundur ketika berjalan.

“Sehingga saat di gas, bukannya menanjak tapi justru mundur,” jelasnya.

“Kebetulan selain curam, kondisi jalan juga licin akibat hujan,” sambung Sidiq.

Sementara itu, salah satu guru yang mendampingi rombongan bernama Imam Mahalli mengatakan bahwa rombongan itu rencananya akan berwisata ke taman wisata waterfall Tanaka di Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari.

“Ini agenda kelas IX C MTs Annur Sawahan, Kecamatan Turen,” ujar Imam.

Sebenarnya, rencana wisata itu adalah taman pemandian Sumbermaron, Desa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran. Namun berubah ketika dalam perjalanan.

“Di tengah jalan kami mengubah rencana ke taman wisata Umbulan Tanaka. Rombongan hanya satu bus saja. Tapi belum sampai ke tujuan sudah mengalami kecelakaan,” pungkas Imam. (cdm/fir)

Lanjutkan Membaca

Peristiwa

Hujan Lebat Disertai Angin di Malang, Pohon Segon Buto Roboh

Diterbitkan

,

Oleh

Carep-01
Hujan lebat di sertai angin kencang terjadi di Kota Malang. Menyebabkan sebuah pohon sengon tumbang dan rantingnya menimpa dua mobil yang di parkir. (foto istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Hujan lebat di sertai angin kencang terjadi di Kota Malang. Menyebabkan sebuah pohon sengon tumbang dan rantingnya menimpa dua mobil yang di parkir.

Dua mobil yang tertimpa ranting pohon tersebut, parkir di Jalan Sulawesi depan RSI Aisyah Kota Malang.

“Pohon segon buto tumbang menimpa dua mobil jenis Honda HR-V dan Toyota Agya pesok saat terparkir di tepi Jalan Sulawesi depan RSI Aisyah,” ujar saksi mata Fikri Arif Sabtu (13/8/2022).

Pohon tersebut setinggi 15 meter dengan diameter 75 centimeter tumbang akibat akar penompangnya sudah rapuh, tidak kuat menahan terjangan angin kencang.

Saat itu hujan deras terjadi sejak pukul 12.30 WIB, kata Fikri, mulai deras dan angin semakin kencang, sekitar pukul 13.45 WIB, tiba-tiba terdengar suara retakan kayu.

“Kratak….pohon tersebut langsung terlepas dari tanah dan tumbang melintang di jalanan,” ucapnya.

“Beruntung kondisi jalan saat itu sedang sepi, tapi kebetulan ada dua mobil yang parkir di sebrang RSIA Aisyiyah,” sambung Fikri.

Saat itu pemilik mobil sedang berada di dalam rumah sakit, dan tidak ada korban atas tumbangnya pohon tersebut.

“Untuk mobilnya tertimpa dahan di bagian depan, dan bagian depannya agak pesok,” ujar Arif.

Sekitar pukul 14.00 WIB petugas Dinas Lingkungan Hidup dan BPBD Kota Malang tiba di lokasi. Petugas melakukan evakuasi dengan pemotongan dahan.

Arus kendaraan sempat terhenti lebih kurang satu jam. Proses evakuasi selesai sekitar pukul 15.00 dan arus jalan kembali di buka. (cdm/fir)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com