Connect with us

Peristiwa

Warga Malang Tenggelam Di Sungai, Sering Minggat Karena Pikun

Diterbitkan

,

Warga Malang Tenggelam Di Sungai, Sering Minggat Karena Pikun
Tim Inafis Satreskrim Polres Malang, Polsek Sumberpucung dan warga sekitar sungai penemuan jenazah. (foto : ist)

 

KABARMALANG.COM – Sesosok mayat laki-laki bernama Malek, 71, warga Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang mengambang setelah tenggelam di sungai Brantas, Sumberpucung.

Warga sekitar sekaligus saksi mata bernama Maskur, 66, menemukan jenazah warga Kepanjen Malang itu terapung di tengah sungai, Rabu siang (24/11).

Kapolres Malang AKBP Bagoes Wibisono melalui Kapolsek Sumberpucung, AKP Efendy membenarkan adanya penemuan mayat tersebut, Kamis (25/11).

Saksi mata menemukan jenazah korban sekira pukul 12.00 WIB. Saat itu Maskur tengah mengunjungi kerambanya yang berada di tengah aliran sungai tersebut.

“Awalnya saat pelapor (Maskur) sampai di kerambanya. Pelapor melihat ada sesuatu yang mencurigakan dengan posisi mengapung di sebelah kerambanya,” ucap AKP Efendy.

“Setelah mendekati sesuatu yang mencurigakan, ternyata barang yang mengapung tersebut adalah jasad seseorang dengan posisi tengkurap,” tandasnya.

Kabar Lainnya : Inafis Pastikan Identitas Balita Bululawang.

Efendi menuturkan, setelah mengetahui itu sesosok mayat, Maskur berusaha menarik korban menggunakan perahunya ke pinggir sungai.

Selanjutnya ia bersama perangkat desa melapor ke Polsek Sumberpucung.

“Setelah mendapat laporan, kami bersama anggota langsung mendatangi TKP. Kami juga meminta bantuan dari tim Inafis Polres Malang untuk melakukan identifikasi mayat tersebut,” jelas Efendy.

Hasil dari pemeriksaan di lokasi kejadian, polisi mendapati beberapa fakta.

Di antaranya kondisi tubuh korban sudah rusak dan mengalami pembusukan. Sementara, dia menggunakan kaos singlet warna hitam dan memiliki rambut putih.

“Kondisinya sudah sangat mengenaskan,” ungkapnya.

Efendy menuturkan, Inafis Satreskrim Polres Malang berhasil menemukan rumus sidik jari korban.

“Dari hasil penyelidikan dan pelacakan sidik jari, akhirnya tim Inafis Satreskrim Polres Malang dapat menemukan rumus sidik jari yang sesuai dengan identitas korban,” tutur Efendy.

Menurut keterangan dari keluarganya, korban memiliki riwayat sering lupa ingatan.

Dia juga memiliki riwayat penyakit jiwa ringan. Sehingga korban sering pergi keluar dari rumah tanpa pamit dan tanpa sepengetahuan keluarga.

Dokter forensik RSSA Malang menyebut tidak ada tanda-tanda bekas kekerasan di tubuh korban.

Penyebab kematian warga Malang yaitu karena mati lemas (tenggelam) di sungai.

“Keluarga korban menolak untuk autopsi, dan menyatakan menerima kematian korban sebagai takdir,” akhirnya.(carep-04/yds)

Iklan

Terpopuler