Pemerintahan
Mobil Listrik Pertama Di Malang, Ioniq Dan Kona Dari Hyundai Sutoyo

KABARMALANG.COM – PT Gatra Perdana Putra membuat langkah berani dengan menghadirkan mobil listrik pertama di Kota Malang bersama Hyundai.
PT Gatra Perdana Putra memperkenalkan produk pabrikan Korea Selatan itu bersamaan dengan launching Hyundai Sutoyo dan Jemur Andayani, di Jalan Letjen Sutoyo, Kota Malang, Rabu (13/10) hari ini.
Hyundai Sutoyo, menghadirkan mobil listrik Ioniq dan Kona. Bukan prototip. Bukan pula hibrida.
Ioniq dan Kona dari Hyundai Sutoyo adalah mobil listrik komersil pertama yang bakal berlalu lalang layaknya mobil konvensional, di jalanan Kota Malang.
Direktur PT Gatra Perdana Putra, Reza Prabawa Wijaya menegaskan, mobil listrik adalah masa depan transportasi dunia.
“Kenapa kami memilih Hyundai karena kami berpikir soal masa depan. Mobil listrik adalah masa depan otomotif dunia,” ujar Reza.
Menurutnya, mobil listrik merupakan investasi untuk generasi penerus. Karena, dengan memakai mobil listrik, emisi gas buang juga bakal merosot drastis.
Sehingga, penggunaan mobil listrik turut mendukung kebersihan udara kota.

Perwakilan Hyundai bersama jajaran direksi PT Gatra Perdana Putra saat launching Hyundai Sutoyo dan Jemur Andayani. (foto : Carep-04)
Yudi Irawan Wijaya, Direktur PT Gatra Perdana Putra, juga seirama. Menurutnya, mobil listrik Hyundai adalah milik mereka yang peduli lingkungan dan melek teknologi.
“Hyundai Sutoyo juga menjadi perusahaan yang paling pertama, perdana, membawa mobil listrik komersil siap jalan ke Kota Malang,” tegasnya.
Menurutnya, Malang layak menjadi sasaran pasar mobil listrik karena marketnya yang menjanjikan, dan merupakan yang kedua terbesar di Jatim setelah Surabaya.
Selain itu, Hyundai juga sudah membangun pabrik manufaktur di Cikarang. Sehingga, rantai suplai produk aman.
“Karena itu juga, kami kembali bersama Hyundai menjadi yang pertama di Kota Malang, menghadirkan mobil listrik,” tutupnya.
Kabar Lainnya : Gebyar Sadar Pajak 2021 Kota Malang, Hadiah Mobil Milik Warga JA Suprapto.
Setiap pembelian mobil listrik, baik Ioniq maupun Kona, bakal mendapat AC charging station yang sudah menjadi satu paket.
Sehingga, pengguna mobil listrik Hyundai, sepenuhnya lepas dari bahan bakar minyak (BBM).
Selain itu, untuk wilayah kota, ada tiga stasiun pengisian listrik Hyundai. Yakni, di Santika Hotel, Malang Town Square dan Hyundai Sutoyo.
Hyundai Sutoyo mematok Ioniq prime dengan harga Rp 652 juta, sementara Ioniq Signature seharga Rp 692 juta.
Kemudian, Kona Signature berbanderol Rp 712 juta. Selain itu, ada pula SantaFe, Palisade dan Staria yang menjadi produk andalan Hyundai Sutoyo.
Berbagai layanan dan garansi juga tersedia bagi masyarakat yang hendak menjadi generasi pertama pengguna mobil listrik di Kota Malang.
Makmur, Chief Operating Officer (COO) Hyundai Indonesia menegaskan, mobil listrik mempunyai banyak kelebihan.
“Pertama, zero emisi. Kedua, teknologi dan keamanannya tinggi. Ketiga, dulu mobil listrik bisa bermiliar-miliar, sekarang, kita bisa produksi dengan harga Rp 600-700 jutaan,” terangnya.
Kemudian, keempat, Makmur menyebut pemerintah Indonesia sangat mendukung produksi mobil listrik. Biaya Balik Nama (BBN) di Jakarta untuk mobil listrik 0 persen.
Sementara, di daerah, BBN mobil listrik 10 persen. “Mobil listrik juga lebih irit, dan kami garansi baterainya sampai 8 tahun,” tutupnya.(carep-04/yds)
Hukrim4 minggu yang laluPelaku Penganiayaan di Gedangan Malang Berhasil Ditangkap Polres Malang Usai Sempat Buron
Serba Serbi4 minggu yang laluGerakan SEHATI Kelompok 99 KKN MAs Dorong Kesehatan Lansia dan Balita di Desa Tawangsari
Serba Serbi4 minggu yang laluHarga Emas Antam Hari Ini Melonjak di Level Rp2.690.000 per Gram
Serba Serbi4 minggu yang laluSosialisasi Olahan Daun Kelor KKN MAs Kelompok 109 Dorong Gizi dan Ekonomi di Desa Tumpang
Serba Serbi4 minggu yang laluInformasi Cuaca Jawa Timur Hari Ini Rabu 12 Agustus 2026 Cerah Berawan Tanpa Potensi Hujan
Serba Serbi4 minggu yang laluCara Cek Desil Kesejahteraan Anda Secara Online Melalui Situs Resmi Kemensos
Serba Serbi4 minggu yang laluLaman dtsen-form.bps.go.id Menjadi Portal Resmi Pengecekan Desil Kesejahteraan BPS
Hukrim4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Kromengan Malang Pengemudi Pikap Jadi Tersangka Diduga Alami Microsleep































