Connect with us

COVID-19

Wali Kota Malang Beberkan Hasil Evaluasi PPKM Dengan Menko Luhut

Diterbitkan

,

Omicron Mulai Masuk Malang, Ini Penegasan Wali Kota Soal Prokes
Wali Kota Malang, Sutiaji berbincang dengan Menko Luhut Binsar Pandjaitan saat mengunjungi Safe House Kantor BPSDM Malang (Foto: Instagram @sam.sutiaji)

 

KABARMALANG.COM – Forkopimda Malang Raya bersama Forkopimda Provinsi Jawa Timur rapat kordinasi terkait PPKM dengan pemerintah pusat.

Lokasi rapat terletak di Korem 083/Baladhika Jaya Kota Malang, Jumat (13/8).

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dan Menkes Budi Gunadi Sadikin mewakili pemerintah pusat.

Mereka datang sekaligus untuk sidak penanganan covid-19 di Malang Raya.

Wali Kota Malang, Sutiaji membenarkan.

Dalam agenda tersebut, Pemkot Malang membeberkan data penanganan Covid-19 di Kota Malang kepada pemerintah pusat.

Sutiaji menerangkan mulai dari data konfirmasi positif Covid-19, kematian, kesembuhan, sampai isolasi mandiri.

“Semua (data Covid-19 Kota Malang) kita harus perbaiki datanya. Itu arahan pemerintah pusat,” ujar Sutiaji, di Balaikota Malang, Jumat (13/8).

Wali Kota Malang Sutiaji (tengah) bersama Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko (kanan), dan Bupati Malang Sanusi (kiri) saar rakor dengan Menkes dan Menko Marves (Foto: Instagram @sam.sutiaji)

Sutiaji menuturkan pihaknya mendapatkan arahan dari pusat agar menggencarkan program isolasi terpusat (isoter).

“Jadi gini, memang awalnya kita kan beda pendapat. Tetapi sekarang harus melaksanakan ya isoter itu. Maka ke depan, masyarakat harus pahami. Supaya aman, penanganannya di tempat isoter,” terangnya.

Saat ini, kata Sutiaji, di Kota Malang terdapat empat tempat isoter bagi pasien covid-19.

Pertama, di Safe House Kantor BPSDM Jalan Kawi, ada sebanyak 246 bed.

Kedua, di Gedung SKB Blimbing ada 26 bed.

Ketiga, di Gedung VEDC untik 56 bed.

Terakhir, di Rusunawa Tlogowaru dengan kapasitas 60 bed.

Selanjutnya, politisi Partai Demokrat itu pun menambahkan terkait aplikasi dan platform untuk menghimpun data testing dan tracing.

“Di sini (Kota Malang) yang kita pakai adalah (aplikasi) SiLacak dan inaRISK yang itu langsung di bawah komando Kodim,” tutur pejabar asal Lamongan itu.

“Jadi data-data ini, karena bisa jadi itu tidak terupdate di siLacak. Sehingga testing kita (di Kota Malang) dan tracing kita akan lebih kita kuatkan,” terang Sutiaji, mengakhiri.(fat/yds)

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com