Connect with us

Hukrim

Pembunuhan Sadis Tajinan Malang, Diduga Pelaku Lebih Dari Satu

Diterbitkan

,

Pembunuhan Sadis Tajinan Malang, Diduga Pelaku Lebih Dari Satu
Olah TKP pembunuhan di Tajinan Malang. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Kasat Reskrim Polres Malang AKP Donny Baralangi bersama anggotanya, terus berupaya mengungkap dugaan kasus pembunuhan sadis yang terjadi di Tajinan, Malang.

Petugas memakai sejumlah fakta dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Desa Purwosekar, Kecamatan Tajinan, Malang untuk penyelidikan.

Misalnya, petugas menemukan beberapa barang bukti milik Purnomo, 45, makelar tanah yang tewas. Di antaranya sandal korban, masker, sepeda motor dan beberapa bercak darah korban.

“Hasil olah TKP kita menemukan sejumlah barang kepunyaan korban. Misalnya sandal korban, kendaraan roda dua, masker dan sejumlah titik bercak darah dari korban,” ucap Donny (28/7).

Kabar Lainnya : Pembunuhan Sadis Tajinan Malang, Polres Malang Temukan Petunjuk Baru.

Sampai saat ini anggotanya di lapangan terus mencari informasi dan keterangan dari para saksi. Polisi sudah menjadikan 4 orang saksi.

Mereka juga telah menjalani pemeriksaan untuk mencari keterangan. Tetapi, Donny masih menunggu hasil otopsi dari pihak medis untuk menguatkan dugaan tindak pidana pembunuhan sadis Tajinan Malang itu.

“Sementara ini masih kami dalami, dengan mengumpulkan keterangan dari para saksi yang sudah 4 orang saksi,” ungkapnya.

Dony menjelaskan bahwa dari hasil penyelidikan, sementara polisi menduga pelaku lebih dari satu orang.

Kemudian, untuk motif dari kejadian ini, polisi menduga kuat karena dendam.

“Pelaku kemungkinan lebih dari 2 orang, motifnya kami duga karena dendam,” jelas Donny.

Seperti berita Kabarmalang.com sebelum ini, polisi menduga motif dendam sebagai pendorong pelaku membacok korban Purnomo.

Kabar Lainnya : Bacokan Tajinan Malang, Polisi : Dugaan Kuat Bermotif Dendam.

Pasalnya, hasil penyelidikan polisi, tidak ada harta benda korban yang hilang.

Sesuai olah TKP, sepeda motor korban juga masih utuh dan tidak dibawa oleh pelaku. Sehingga, penyelidikan mengarah pada unsur dendam.(carep-04/yds)

Iklan

Terpopuler