Connect with us

Edukasi

Vaksin Gratis Malang Digelar IKA UB, Ini Link Pendaftaran Dan Syaratnya

Diterbitkan

,

Vaksin Gratis Malang Digelar IKA UB, Ini Link Pendaftaran Dan Syaratnya
Poster informasi Vaksinasi Covid-19 IKA UB (Foto: Potongan Layar)

 

KABARMALANG.COM – Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA UB) akan menggelar vaksin gratis gotong royong di Rusunawa UB Dieng Malang, Sabtu (31/7) nanti.

Vaksinasi massal ini menyasar masyarakat umum yang bertempat tinggal di Kabupaten Malang.

Sementara, vaksin gratis gotong royong ini menyediakan kuota untuk 300 orang di Malang. Masyarakat juga bisa mendaftarkan diri di link http://bit.ly/FormulirVaksinIKAUB.

Vaksinasi ini nantinya menggunakan vaksin jenis Astra Zeneca. Bagi pendaftar yang lolos screning, akan mendapatkan informasi dari tim untuk datang ke lokasi vaksin.

Syarat penerima vaksin ini yaitu harus dalam keadaan sehat atau warga yang memiliki surat rekomendasi vaksin dari dokter.

Lalu berusia 18 tahun ke atas yang dengan bukti membawa fotocopy KTP, serta harus mematuhi protokol kesehatan.

Syamsul Hadi, Wakil Ketua Satgas Covid IKA UB Malang mengamini. Alasan penyelenggaraan vaksinasi massal ini karena masih rendahnya tingkat vaksinasi di Malang Raya.

“Tingkat vaksinasi di Malang Raya masih tergolong cukup rendah, hingga akhir Juni kemarin baru 3,08 persen untuk Kabupaten Malang,” ujar Syamsul Hadi, Rabu (28/7).

Dalam vaksinasi gotong royong ini, IKA UB bersama Keluarga Besar UB, bekerja sama dengan Polres Malang dan berbagai ormas di Kabupaten Malang.

“Ini (rendahnya tingkat vaksinasi) mendorong saya dan tim satgas covid IKA UB Malang untuk bergerak mengajak seluruh keluarga besar UB, Polres dan Ormas di Kabupaten Malang dalam giat vaksinasi gotong royong ini” jelasnya.

Ahmad Sauqy, Ketua Satgas COVID-19 IKA UB sepakat. Dia mengharapkan masyarakat mendukung upaya kolaborasi berbagai pihak untuk percepatan vaksinasi di Malang Raya.

Menurutnya pandemi COVID-19 gelombang II yang melanda Indonesia sejak awal Juni sudah menelan banyak korban.

Vaksinasi yang cenderung lambat, lanjut Ahmad, menjadi salah satu pemicu tingkat mortalitas yang tinggi.

“Saat ini waktunya kami bergerak dalam mempercepat vaksinasi gotong royong. Menghidupkan saling gotong royong agar Indonesia bisa sembuh, menang melawan COVID-19,” akhirnya.(fat/yds)

Iklan

Terpopuler