Pemerintahan
Warga Bareng Malang Tolak Hotel Jadi Safe House di Dekat Permukiman

KABARMALANG.COM – Warga Kelurahan RW 04 Kelurahan Bareng, Kecamatan Bareng Kota Malang menolak rencana Pemkot Malang ingin membuat safe house di wilayah mereka.
Pemkot Malang rencananya akan menjadikan Syariah Radho Suites Hotel yang terletak Jalan Simpang Kawi itu sebagai Safe House pasien Covid-19.
Rikzy Firdaus, Ketua RW 3 Kelurahan Bareng membenarkan. Pihaknya telah melakukan survey kepada warga melalui platform whatsapp. Hasilnya 93 persen menolak rencana tersebut.
Rizky mengatakan hal itu usai agenda sosialisasi terkait rencana Pemkot tersebut bersama Kadinkes Kota Malang, DPRD Kota Malang, Camat Klojen, dan perwakilan masyarakat.
Agenda itu terhelat di Balai RW 7 Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jumat (23/7) siang.
“93 persen itu warga kami menyatakan berkeberatan dengan penempatan safe house di Radu Hotel ini. Secara psikis warga kami masih takut. Merasa kurang aman dan nyaman,” ujar Rizky, Jumat (23/7).
Kabar Lainnya : Penipu Di Malang Bonyok Dihajar Massa, Gelapkan Mobil, Lari Dari Polisi.
Dia juga menambahkan ada tiga RT di wilayahnya yang masuk zona kuning. Di dalamnya juga ada 15 warga yang menjalani isolasi mandiri.
Sementara ini, Rizky masih menunggu kelanjutan dari rencana Pemkot Malang tersebut. Sebab hasil rapat agenda sosialisasi itu menjadi bahan pertimbangan bagi Pemkot Malang.
“Kalau mau tetap ada dipaksakan masuk (menggunakan Radu Hotel), ini namanya paksaan kepada warga. Kami (Ketua RW) berusaha meredam gejolak-gejolak di masyarakat,” akhirnya.
Terpisah, Camat Klojen Kota Malang, Heri Sunarko menambahkan. Dia menuturkan alasan warga menolak karena faktor psikologis.
“Warga mungkin terkontaminasi oleh berita kematian Covid-19 dan lain-lain. Warga itu gak salah menolak, mereka hanya khawatir,” terang Heri.
Heri menerangkan rencana safe house di Radho Suite Hotel itu bukan untuk pasien yang sedang sakit Covid-19.
“Itu untuk tempat recovery bagi pasien yang telah negatif Covid-19 setelah 10 hari karantina di Safe House Jalan Kawi,” tuturnya.
“Pasien negatif itu paling hanya recovery sehari dua hari selesai langsung pulang. Tujuannya untuk mengurangi penumpukan pasien atau bed di Safe House Jalan Kawi,” akhirnya.(fat/yds)
Serba Serbi4 minggu yang laluPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 16 Juli 2026: Puncak Kemarau Didominasi Cerah, Batu Tembus 10°C dan Berpotensi Hujan Ringan
Serba Serbi3 minggu yang laluPromo PLN “Semangat Baru Makin Berdaya” 2026: Diskon Tambah Daya Listrik 50% Lewat PLN Mobile, Cek Syarat dan Cara Klaimnya!
Serba Serbi2 minggu yang laluDaftar Lengkap Hari Libur Nasional 2026: Cek Sisa Tanggal Merah dan Kalender yang Sudah Lewat
Serba Serbi2 minggu yang laluPanduan Seleksi CPNS 2026: Definisi Alur, Persyaratan Umum, dan Pemetaan Formasi Resmi SSCASN BKN
Olahraga3 minggu yang laluPembukaan Manis Piala Soeratin U-15 Zona Malang: SSB Porma FC Cukur Diklat Persema 4-0 di Lapangan ARG Lawang
Pemerintahan3 minggu yang laluTingkatkan Ekonomi Ring I, PT MIP dan PT PPA Boyong Penggerak Sosial Studi Banding UMKM ke Malang dan Blitar
Olahraga2 minggu yang laluTundukkan Blueblood FC 2-0, SSB Porma FC U-15 Tembus Semifinal Piala Soeratin U-15 2026 Zona Malang
Pemerintahan1 minggu yang laluPembukaan Pusdiklat Paskibraka Kota Malang 2026: Wali Kota Wahyu Hidayat Gembleng 78 Pelajar Terbaik































