Connect with us

Pemerintahan

Jam Malam Kota Malang Belum Ada, Wali Kota Tebalkan PPKM Mikro

Diterbitkan

,

Jam Malam Kota Malang Tidak Ada, Wali Kota Tebalkan PPKM Mikro
Wali Kota Malang Sutiaji. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Pemerintah Kota Malang tetap memilih penebalan PPKM mikro untuk menahan laju kasus covid-19 ketimbang jam malam.

Jam malam tidak menjadi pilihan, demi menjaga pergerakan ekonomi masyarakat.

Wali Kota Malang Sutiaji membenarkan. Dia menegaskan keputusan ini melalui akun resmi instagramnya, @sam.sutiaji.

“Kami masih belum memberlakukan jam malam di Kota Malang, pembatasan mal dan seterusnya,” kata Sutiaji Sabtu (26/6).

Sutiaji kemudian memberikan alasan, mengapa jam malam serta pembatasan sektor ekonomi tidak menjadi pilihan Pemkot Malang.

“Kenapa ini kita lakukan, ketika nanti ada pembatasan dan pemberlakuan jam malam, pembatasan orang, ini tidak lebih seperti PSBB,” ujar politisi Partai Demokrat ini.

Menurut Sutiaji, jika jam malam bergulir, maka akan membawa implikasi. Bisa jadi pusat perbelanjaan akan melakukan pengurangan karyawan atau pengaturan masuknya karyawan.

“Yang mungkin nanti akan terjadi pengangguran semakin tinggi,” tuturnya.

Apabila jam malam memang benar harus berlaku, lanjut Sutiaji, lantas bagaimana kehadiran pemerintah dalam hal ini ?

Adakah, pemerintah memberikan bantuan-bantuan secara langsung?

Yang itu akan membawa bagaimana suasana perekonomian dan nasib masyarakat Kota Malang khususnya, serta masyarakat lain bisa hidup?

“Kami dengan tegas masih belum memberlakukan jam malam. Termasuk pada skala-skala kegiatan sosial. Hemat saya, yang terpenting adalah ayo kita disiplin. Masyarakat kita kuatkan dengan PPKM mikro,” tegas Sutiaji.

Kabar Lainnya : SMKN 10 Kota Malang Ada Tersangka Baru, Ini Keterangan Kejaksaan.

Wali Kota kelahiran Lamongan ini mempunyai keyakinan, bahwa masyarakat sejatinya memiliki kesadaran soal apa yang semestinya.

“Selain mendorong kesadaran masyarakat tentang protokol kesehatan, kami juga semaksimal mungkin mempercepat program vaksinasi,” ungkap Sutiaji.

“Sampai saat ini kurang lebih sudah 150 ribu warga Kota Malang dapat vaksin. Kami targetkan Juli, nanti ada penambahan 128 ribu dan Insya Allah pada Agustus 2021. Sudah pada tataran 250 ribu orang, dan mudah-mudahan terus bertambah,” akhirnya.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Pemprov Jawa Timur per 25 Juni 2021, jumlah warga Kota Malang positif covid-19 mencapau 6973 orang.

Kemudian, suspek 250 orang, propable 119 orang, sembuh 6183 orang dan meninggal dunia 655 orang.(rjs/yds)

Iklan

Terpopuler