Connect with us

Hukrim

Polisi Amankan Pria Terduga Pelaku Aniaya Penjaga Konter Pulsa

Diterbitkan

,

Polisi Amankan Pria Terduga Pelaku Aniaya Penjaga Konter Pulsa
Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodo (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Polisi Malang Kota telah amankan pria terduga pelaku pemukulan seorang perempuan penjaga konter pulsa di Kedungkandang, Kota Malang, Kamis (29/4).

Aksi penganiyayaan terduga pelaku itu terjadi pada Rabu (28/4) malam. Kejadian itu sempat terekam CCTV dan viral media sosial.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodo membenarkan. Polisi telah amankan pria terduga pelaku di Mapolresta Malang Kota.

“Kita (polisi) sudah ke lokasi, kemudian kita sudah melakukan lidik dan klarifikasi di sana. Alhamdulillah kita sudah menemukan korban dan terduga pelaku,” ucap Tinton kepada wartawan di Mapolresta Malang Kota, Kamis (29/4).

Tinton mengatakan untuk sementara ini belum ada laporan oleh pihak korban kepada kepolisian terkait tindakan kekerasan itu.

“Kami arahkan kedua belah pihak ke Polresta untuk kita lakukan klarifikasi untuk sementara ini. Jadi kita belum lakukan tindakan apapun, karena masih menindaklanjuti terkait apa yang ramai di medsos,” beber Tinton.

Dia menuturkan bahwa si pria dan perempuan itu sama-sama berusia 19 tahun. Hubungan mereka berdua sudah bertunangan.

“Untuk sementara karena kecemburuan aja dari laki-laki terhadap perempuan, atas dasar itulah akhirnya terduga pelaku melakukan kekerasan,” terang Tinton.

Pelaku (pria baju putih) dan korban (wanita baju putih) keluar dari Polsek Kedungkandang menuju Polresta Malang Kota. (Foto : Istimewa)

“Si pria cemburu, karena menduga korban melakukan selingkuh. Itu cerita awalnya, kita belum bisa menceritakan secara detail, ini baru kita bawa ke sini untuk klarifikasi,” sambung Tinton.

Selain kedua belah pihak, polisi juga meminta keterangan kepada sang pemilik konter pulsa yang menjadi lokasi kekerasan itu.

Tinton menambahkan untuk saat ini polisi belum menahan terduga pelaku penganiyayaan itu karena belum ada laporan dari korban.

“Jadi ini masih kita dalami, karena apakah pihak korban melakukan pelaporan atau tidak, masih kita tunggu hasilnya, sementara ini kita klarifikasi saja,” akhirnya.(fat/yds)

Terpopuler

// width=
Marketing Kabarmalang.Com
Aktifkan Notifikasi OK Tidak Terimakasih