Connect with us

Pemerintahan

Fix! Inilah PAW Anggota DPRD Kabupaten Malang Fraksi PDIP

Diterbitkan

,

Fix! Inilah PAW Anggota DPRD Kabupaten Malang Fraksi PDIP
Ketua DPC PDIP Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Kekosongan 3 kursi DPRD Kabupaten Malang dari fraksi PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) sebentar lagi akan terisi.

Sebagai informasi, beberapa waktu lalu, sebanyak 3 anggota DPRD Kabupaten Malang dari fraksi PDIP berhalangan tetap.

Dua di antaranya, yakni Hari Sasongko dan Hariyanto akibat meninggal dunia. Sedangkan satu di antaranya, Didik Gatot Subroto mencalonkan sebagai Wakil Bupati Malang.

Alhasil, jabatan ketiganya harus ada PAW (pergantian antar waktu). Ketua DPC PDIP, Didik Gatot Subroto membenarkan.

Didik merinci nama-nama yang akan menggantikan ketiga anggota DPRD Kabupaten Malang itu yakni Reni Purwaningtyas, Yulis Farida, Wahyu Indriyanti.

“Reni Purwaningtyas menggantikan almarhum Hari Sasongko, Yulis Farida mengganti almarhum Hariyanto, dan Ria menggantikan saya (Didik Gatot Subroto),” ungkapnya, Selasa (6/4).

Didik menegaskan calon nama-nama pengganti itu sudah mendapat surat keputusan (SK) dari Gubernur Jawa Timur.

“Minggu ini pasti akan segera ada pelantikan. Bersama dengan pelantikan Ketua DPRD Kabupaten Malang definitif,” tuturnya.

Lantas, Ketua DPRD Kabupaten Malang menjadi posisi Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Malang sekaligus Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Darmadi.

Kabar Lainnya : Siapa Pengganti Anggota DPRD Fraksi PDIP Yang Meninggal Beberapa Waktu Lalu?

Lebih jauh, Didik memastikan, pemilihan calon Ketua DPRD definitif sudah berjalan sesuai AD/ART partai berlambang banteng itu.

“SK dari DPP PDIP untuk pengangkatan Pak Darmadi sudah turun. Tinggal tunggu SK Gubernur Jawa Timur,” katanya.

Pengangkatan Darmadi itu, menurut Didik sudah cukup ideal, mengingat pihaknya juga menjabat sebagai Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Malang.

“Pengusulan nama Darmadi itu sendiri juga sudah melalui musyawarah internal DPC PDIP Kabupaten Malang,” ringkasnya.

“Sebelumnya, selain Pak Darmadi kita (DPC PDIP Kabupaten Malang) juga mengusulkan tiga nama, yakni Bu Tutik Yunarni, ada Pak Busilan. Tapi DPP menetapkan Pak Darmadi,” terang Didik.

Terakhir, Didik menyampaikan, kredibilitas dan kinerja Darmadi sudah tidak perlu mendapat ujian lagi. Selama ini, dedikasi Darmadi baik sebagai anggota legislatif maupun anggota partai sudah mumpuni.

“Sejauh ini Pak Darmadi mendapat penilaian DPP, DPD, dan DPC, masih bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas keseharian sebagai Sekretaris DPC, sebagai Ketua Komisi dan sebagai anggota Fraksi,” pungkasnya.(im/yds)

Advertisement
1 Comment

1 Comment

  1. Wahyu indriyanti (ria hendarso)

    7 April 2021 at 9:19 am

    Itu nama Lia salah…. Nama panggilannya Ria nama asli WAHYU INDRIYANTI sebagai PAW pak Didik GS.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Pemprov Mulai Bangun Rumah Terdampak Gempa, Kodam Siap Dukung

Diterbitkan

,

Pemprov Mulai Bangun Rumah Terdampak Gempa, Kodam Siap Dukung
Gubernur Jawa Timur saat melakukan peletakan batu pertama rumah warga terdampak gempa bumi, Sabtu (17/4). (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Forkopimda Provinsi Jawa Timur menggelar peletakan batu pertama untuk pembangunan rumah korban terdampak gempa bumi.

Acara peletakan batu pertama ini terlaksana di Desa Jogomulyan, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Sabtu (17/4).

Tampak hadir dalam peletakan batu pertama itu Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Begitu juga Pangdam V/Brawijaya, Mayor Jenderal TNI Suharyanto.

Tidak ketinggalan Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta. Hadir pula Forkompinda Kabupaten Malang.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan pembangunan itu memakai pembiayaan Pemerintah Kabupaten Malang.

“Sementara itu, petugas saat ini juga sedang melakukan validasi rumah-rumah yang warga yang terdampak gempa bumi,” ujar Khofifah saat peletakan batu pertama pembangunan rumah di Desa Jogomulyan, Tirtoyudo.

Menurutnya, validasi itu menyesuaikan kategori kerusakan, berat, sedang, atau ringan. “Guna mendapatkan dana stimulan dari BNPB.

Khofifah menargetkan, validasi data itu rampung dalam jangka waktu 5 hari ke depan. Kemudian pemerintah daerah akan mengirimnya ke BNPB.

“Dana stimulan itu nantinya di luar biaya pengerjaan. Maka kami berharap anggota TNI Polri bisa membantu melakukan percepatan,” tuturnya.

Supaya, warga tidak terlalu lama berada di pengungsian. Sebab, penyebaran covid-19 hingga saat ini belum benar-benar berhenti.

“Jadi tentunya, berada di rumah akan lebih aman daripada berada di tempat pengungsian,” jelasnya.

Kabar Lainnya : BMKG Siapkan Gempa Buatan Simulasi Tsunami.

Sementara itu, Pangdam V/Brawijaya, Mayor Jenderal TNI Suharyanto mengamini.

Dia juga siap mendukung percepatan pembangunan rumah korban terdampak gempa bumi tersebut.

“Ada ribuan baik jajaran Kodam V/Brawijaya maupun di luar satuan Kodam V/Brawijaya yang membantu warga di sini,” tandasnya.

“Untuk membantu percepatan pembangunan nanti kita akan menerapkan sistem rolling pada jajaran kami,” katanya.

Sebab, mengingat kondisi saat ini masih bulan Ramadan dan kondisi moril anggota. “Jadi 1 pekan sekali kita rolling untuk membantu warga,” pungkasnya.

Di wilayah Malang sendiri, terdapat tiga kesatuan teritorial yang membawahi Malang Raya. Yaitu Korem 083/Bdj, Kodim 0818 Malang-Batu dan Kodim 0833 Kota Malang.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Pembangunan Rumah Warga Terdampak Gempa Bumi Malang Dimulai

Diterbitkan

,

Pembangunan Rumah Warga Terdampak Gempa Bumi Malang Dimulai
Warga bergotong royong memulai pembangunan rumah warga di Desa Jogomulyan, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Sejumlah warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Malang pekan lalu tampaknya sudah bisa bernafas lega.

Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Malang kini mulai membangun rumah para warga. Program pembangunan itu terlaksana di Dusun Sumbermanggis, Desa Jogomulyan, Sabtu (17/4) hari ini.

Sekretaris Desa Jogomulyan, Rendi Septian membenarkan. Di Desanya ada 14 rumah yang mendapatkan renovasi. Menurutnya, dana pembangunan itu bersumber dari Pemerintah Kabupaten Malang.

“Iya, mulai pembangunan dari biaya dari Pemerintah Kabupaten Malang. Hanya saja, berapa jumlah biayanya per rumah saya tidak paham,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto mengatakan bahwa pembangunan rumah warga terdampak gempa bumi itu bersumber dari BTT (Belanja Tidak Terduga) Pemerintah Kabupaten Malang.

“Nilainya mancapai Rp 6,7 Miliyar dari dana BTT,” tuturnya.

Pembangunan rumah warga itu, menurut politisi PDIP itu akan terjadi secara bertahap. Untuk tahap pertama estimasinya sebanyak 14 rumah.

“Yang lain masih sedang tahap verifikasi. Tidak hanya untuk warga Kecamatan Tirtoyudo, tapi Dampit, dan Ampelgading juga,” ujarnya.

Lantas, selama masa verifikasi itu, warga terpaksa harus tinggal di tenda yang tersedia di beberapa titik Kabupaten Malang.

“Ya terpaksa harus tinggal di tenda. Makanya kami (Pemkab) Malang menyediakan tenda khusus,” pungkasnya.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Wajibkan Masker, Aparat Kedungkandang Tegur Pelanggar Di Lesanpuro

Diterbitkan

,

Wajibkan Masker, Aparat Kedungkandang Tegur Pelanggar Di Lesanpuro
Petugas di Lesanpuro saat memberi teguran dan mendata pelanggar prokes. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Pelaksanaan operasi yustisi Kota Malang tergelar pagi tadi, Sabtu(17/4).

Operasi ini menegakkan disiplin dan penertiban prokes wajib masker di wilayah Kelurahan Lesanpuro Kecamatan Kedungkandang.

Panit Lantas Polsek Kedungkandang Ipda Dandu Iswanto, memimpin apel persiapan operasi pukul 08.30 WIB. Sementara, pasukan gabungan terdiri dari TNI Polri dan jajaran Pemkot Malang.

Titik operasi adalah di depan kantor Kelurahan Lesanpuro kedungkandang.

Ipda Dandu Iswanto mewakili Kapolsek Kedungkandang. Kemudian, Bati Bhakti TNI Pelda Sri Purwanto mewakili Danramil.

Lurah Lesanpuro Suwandi hadir bersama SekLur Nico Dadik Prayoga. Termasuk Kasi Trantib Lesanpuro Lilik.

Babinsa Lesanpuro Serda Syamsuri, Bhabinkamtibmas Lesanpuro Aiptu Abdul Hadi dan Satpol PP Kota Malang juga standby di lokasi.

Kabar Lainnya : Sikat HP Teman, Kawanan Remaja Lesanpuro Ditangkap Polisi.

Tim gabungan menyisir pengguna jalan yang melintas di depan Kelurahan Lesanpuro Jalan Ki Ageng Gribig Kecamatan Kedungkandang.

“Kegiatan operasi gabungan ini bertujuan menegakkan disiplin dan menertibkan prokes wajib masker,” ujar Bati Bhakti TNI Pelda Sri Purwanto.

Petugas memakai sejumlah aturan untuk mendasari operasi. Misalnya Inpres No.6, perda No.2 tahun 2020, Pergub No.53 tahun 2020 dan Perwali No.30 tahun 2020.

Operasi yustisi melakukan penindakan dan pembagian masker kepada masyarakat dan pengendara roda dua dan empat.

Pukul 10.00 WIB, Operasi yustisi dan pembagian masker selesai. Total pelanggaran tidak memakai masker 15 orang dan tidak pakai helem 10 orang.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com