Olahraga
Belajar Dari Tukang Kebun, Gadis Asal Wajak Juara Catur di Malaysia

KABARMALANG.COM – Mulanya belajar dari tukang kebun, pelajar Wajak menjadi juara catur. Nama sang juara itu Nora Amelia. Usianya juga baru 18 tahun.
Dia pelajar asal Kecamatan Wajak Malang. Dalam usia belia, Nora sudah meraih segudang pretasi jempolan.
Dia menyabet berbagai kejuaraan cabang olahraga catur. Baik itu tingkat kabupaten, provinsi, bahkan tingkat internasional.
Ketua Percasi Kabupaten Malang, Sunaji mengaku bangga. Karena, Percasi sudah menaungi Nora sejak usia 8 tahun.
“Kami menaungi Nora sejak awal karirnya main catur. Kira-kira sejak ia berusia 8 tahun. Jadi ya potensinya memang sudah ada sejak awal. Apa lagi ada dukungan dari keluarganya,” kata Sunaji, Jum’at (12/3).
Hasil dari kerja keras Nora adalah juara Asia Tenggara. Yakni kejuaraan catur Malaysia International Chess Festival.
Nora tampil di turnamen Asia Tenggara itu 2016 lalu. Turnamen itu terselenggara di Catetel, Mid Valley, Kuala Lumpur.
“Itu yang terakhir di Malaysia. Dia berhasil raih perunggu saat itu. Saya berharap prestasi catur Nora menjadi inspirasi. Supaya pemuda pemudi millenial saat ini lebih berprestasi lagi,” ringkasnya.
Selanjutnya, Nora menceritakan awal mulanya menjadi atlet catur.
“Waktu itu saya duduk di kelas 2 SD. Saya belajar awal dari tukang kebun di sekolah. Kemudian mereka mengajari saya,” ungkapnya.
Kabar Lainnya : Melon Hidroponik Wajak Menjangkau Pasar Luar Negeri.
Setelah itu, Nora terus berlatih. Semangatnya belajar catur tidak pernah padam.
Nora pun gigih dalam sparring. Lawan latihannya adalah pelatih dari Percasi.
“Setiap hari ia selalu berlatih dengan saya, sparing terus menerus,” ungkap pelatihnya, Wawan Sukmawan, terpisah.
Nora latihan catur setiap hari, kecuali hari Minggu. Tentu, dia juga latihan taktik. Dia mengatakan, Nora mendalami taktik Opening Perancis.
“Taktik Opening Perancis itulah yang membawanya ke catur tingkat international,” tuturnya.
Akbar membeberkan, salah satu kekuatan Opening Perancis adalah bertahan.
“Taktik ini tidak bisa untuk menyerang, tidak efektif,” pungkasnya.
Keluarga Nora juga sangat mendukung. Meskipun kedua orang tuanya tidak ada yang atlet catur. Hanya sang ayah saja memang suka bermain catur.
“Keluarga saya tentu mendukung. Ayah saya memang hobi bermain catur,” sambung Nora.
Kemudian, Nora merinci sejumlah prestasinya di dunia catur. Awal kelas 3 SD, dia juara 3 Porkab Malang.
Itu proses seleksinya melalui Kecamatan Wajak. Kemudian lanjut kejuaraan tingkat provinsi, dapat juara harapan 2,” terangnya.
Kemudian kelas 5 SD Nora mengikuti Kejuaraan Provinsi Jawa Timur. Dia meraih juara 3 dengan mendapatkan perunggu.
“Kejuaraan itu yang mengantarkan saya ke tingkat internasional. Yaitu lomba catur di Malaysia 2016 lalu. Dapat perunggu juga,” akhirnya.(im/yds)
Olahraga4 minggu yang laluJalan Sehat Desa Tirtomoyo Kabupaten Malang Berlangsung Meriah Dihadiri Ratusan Warga
Serba Serbi4 minggu yang laluBakti Sosial Peduli Veteran Malang Raya 2026 Sukses Dikelola Berkat Sinergi Donatur
Pemerintahan4 minggu yang laluDinsos P3AP2KB Kota Malang Catat Tren Kasus KDRT Tembus 121 Kasus Hingga Agustus 2026
Serba Serbi3 minggu yang laluSusu Formula AceKid Perluas Jangkauan Pasar Surabaya Lewat Ajang WILBEX 2026
Pemerintahan3 minggu yang laluGandeng Masyarakat Gencarkan Gempur Rokok Ilegal
Peristiwa3 minggu yang laluBapanas dan Satgas Pangan Polres Malang Pantau Stok Beras SPHP Pasar Kepanjen
Peristiwa3 minggu yang laluBeredar Isu Kota Malang Sepakat Hentikan MBG, Wakil Ketua DPRD Tegaskan Isu Tidak Benar
Peristiwa2 minggu yang laluSatreskrim Polres Malang Raih Dua Penghargaan Polda Jatim Berkat Ungkap 3C dan Selesaikan 957 Perkara






























