Connect with us

Kabar Batu

Jalur Batu Kediri Tutup Total Akibat Longsor Susulan Di Ngeprih Pujon

Diterbitkan

,

Jalur Batu Kediri Tutup Total Akibat Longsor Susulan Di Ngeprih Pujon
Arus lalulintas di lokasi longsor tertutup total dan masih dilakukan pembersihan material longsor (Foto: Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Jalur Batu Kediri tertutup total akibat terjadinya longsor susulan di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Jalur itu masih tak terakses karena tertutup material longsor.

Berdasarkan data Pusdalops BPBD Kota Batu, longsor di Pujon terjadi di Jalan Brigjen Abdul Manan Wijaya, Dusun Ngeprih, Desa Bendosari, Rabu (3/02) sekira pukul 04.39 WIB.

Longsor terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari.

Akibatnya, tebing setinggi 20 meter beserta rumpun bambu longsor sampai menutup seluruh badan jalan.

“Longsor menutup jalur Batu Kediri. Saat ini para petugas masih melakukan pembersihan material longsor di Dusun Ngeprih, Desa Bendosari, Kecamatan Pujon,” terang Pusdalops BPBD Kota Batu, Rabu (3/2).

Baca Juga : Longsor Susulan di Pujon, Jalur Malang Kediri Tertutup Total.

Hingga sekarang, arus lalu lintas di lokasi longsor tertutup total. Pembersihan material longsor pun masih berjalan.

Kepolisian sudah meminta para pengguna jalan untuk putar balik. Tetapi, masih banyak pengguna jalan yang memilih bertahan sambil menyaksikan proses pembersihan.

Sementara itu, longsor juga terjadi di Desa Jombok, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.

Hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut mulai pukul 14.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB, menyebabkan tebing setinggi 25 meter dengan lebar 10 meter longsor.

Sedikitnya 100 kubik lebih material longsor menutup badan jalan. Longsor susulan kemudian terjadi setinggi 15 meter dengan lebar total jalur provinsi tersebut.

“Untuk longsor di Desa Jombok, Kecamatan Ngantang, sudah di datangkan alat berat. Proses pembersihan material longsor tengah berjalan,” ujar Kasat Lantas Polres Batu AKP Mala Darlius.

Menurut Mala, alat berat baru dapat dioperasikan sekira pukul 23.00 WIB, untuk menangani bencana tanah longsor di Desa Jombok.

Namun beberapa jam kemudian, longsor kembali terjadi di Dusun Ngeprih, Desa Bendosari, Kecamatan Pujon, dan juga menutup akses jalan. (carep-03/fir)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Batu

Warga Batu Nyetok Daging, Harga Pun Naik Jelang Lebaran

Diterbitkan

,

Warga Batu Nyetok Daging, Harga Pun Naik Jelang Lebaran
Dewanti Rumpoko dan Punjul Santoso saat berbincang dengan pedagang daging di Pasar Besar Batu. (Foto : Diskominfo Kota Batu)

 

KABARMALANG.COM – Warga Kota Batu tampaknya mulai nyetok daging untuk konsumsi lebaran. Karena, perlahan tapi pasti harga daging naik.

Ini terbukti dari sidak Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, dan Wawali Punjul Santoso di Pasar Besar Kota Batu, Rabu (5/5).

Warga Batu nyetok daging agar tidak kena harga melambung dekat-dekat hari H lebaran. Sidak ini pun merupakan pemantauan untuk mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Dalam kegiatan tersebut, rombongan Forkopimda juga menyapa dan membeli dagangan dari beberapa penjual.

Wali Kota Batu, Hj Dewanti Rumpoko, membenarkan tentang sidak ini. Menurutnya, harga yang ada saat ini masih relatif stabil.

Kabar Lainnya : Komoditi Pasar Batu Naik Akibat Cuaca Buruk.

Namun dampak warga Batu nyetok daging mulai terlihat. Beberapa komoditi memang mengalami sedikit kenaikan harga seperti daging sapi dan daging ayam.

Harga daging sapi Rp 117.500 per kilogram. Kemudian, daging ayam broiler Rp 35 ribu per kilogram. Serta, telur ayam broiler Rp 23 ribu per kilogram.

Sementara, komoditi yang mengalami kenaikan cukup signifikan adalah harga ikan laut.

Daging ikan tuna Rp 40 ribu per kilogram. Lalu, harga ikan tongkol Rp 36 ribu per kilogram.

“Mungkin memang cuacanya juga bisa menyebabkan hasil berkurang. Dan Kota Batu ini jauh dari laut sehingga rantai distribusi yang ada agak panjang,” kata Dewanti.

Wali Kota berharap kepada masyarakat Kota Batu untuk tidak perlu khawatir. Harga masih relatif stabil.

Karena dari data Diskumdag Kota Batu hingga Rabu (5/5), stok kebutuhan pokok seperti daging masih aman.

Hadir dalam sidak antara lain Wakapolres Batu, Kompol Suharsono. Lalu, Kepala Dinas Kumdag, Eko Suhartono, Kepala Dinas Perhubungan, Imam Suryono dan jajaran lainnya.(fir/yds)

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

Pemkot Batu Apel Ops Ketupat Semeru, Siapkan Pengamanan Lebaran

Diterbitkan

,

Pemkot Batu Apel Ops Ketupat Semeru, Siapkan Pengamanan Lebaran
Forpimda Kota Batu cek pasukan jelang pengamanan Ops Ketupat Semeru dan larangan mudik. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COMPemkot Batu menggelar apel gelar pasukan Operasi Ketupat Semeru 2021 di Alun-alun Kota Batu, Rabu (5/5).

Apel oleh Pemkot Batu bertujuan mengecek kesiapan akhir jelang pengamanan Idul Fitri dan larangan mudik.

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso menghadiri apel ini. Dia datang bersama sejumlah jajaran Forpimda Kota Batu.

Misalnya, Ketua DPR Kota Batu Asmadi, Kajari Kota Batu Supriyanto hingga Kapolres Batu Catur Cahyono Wibowo SIK. MIK serta jajaran.

Kapolres Batu, AKBP Catur C Wibowo menyampaikan, larangan mudik tahun ini harus tegak karena berbagai hal. Salah satunya karena pengalaman Idul Fitri tahun 2020 lalu.

“Meskipun larangan mudik sudah ada, tahun ini perkiraan masih ada 17,5 juta orang yang melakukan mudik,” terangnya.

Untuk itu, dalam Operasi Ketupat Semeru 2021 ini, polisi akan berupaya untuk mengamankan ketertiban. Sekaligus mencegah penyebaran covid-19 dengan cara melarang kegiatan mudik.

“Jangan sampai peringatan bulan suci Ramadan dan Idul Fitri menjadi kekawatiran baru di masa mendatang,” ujarnya.

Dalam operasi Ketupat Semeru 2021, polisi tidak hanya sosialisasi tentang penegakan protokol kesehatan saja. Polisi juga sosialisasi larangan mudik yang berlaku mulai 6-17 Mei 2021.

Yaitu masyarakat tidak boleh mudik atau keluar wilayah rayon. Polres Batu juga akan membuat penyekatan di beberapa lokasi perbatasan antar daerah.

“Bagi yang ketahuan melanggar dan memaksa mudik, mereka harus putar balik. Kecuali kendaraan pengangkut logistik, obat-obatan, dan pemadam kebakaran,” tuturnya.

Termasuk mereka yang melaksanakan perjalanan dinas yang harus memiliki surat tugas.

Kemudian, masyarakat yang bisa lewat, yaitu memiliki keperluan mendesak. Seperti ada anggota keluarga yang meninggal, akan melahirkan dan lainnya.(har/yds)

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

Jelang Idul Fitri Mendagri Gelar Rakor Bersama Pemda

Diterbitkan

,

Jelang Idul Fitri Mendagri Gelar Rakor Bersama Pemda
Suasana rapat Pemkot Batu bersama pemerintah pusat. (Foto : Diskominfo Kota Batu)

 

KABARMALANG.COM – Jelang hari raya Idul Fitri 1442 H, pemerintah pusat menggelar rapat virtual bersama seluruh pemerintah daerah.

Kementrian Dalam Negeri bersama Menhub, Menag, Menkes, Panglima TNI, Polri, Kepala BIN, Jaksa Agung dan BNPB hadir. Begitu juga seluruh Pemerintah Daerah.

Rapat koordinasi tergelar dalam rangka penegakan protokol kesehatan di daerah jelang idul fitri.

Kabar Lainnya : Pemkot Malang Terus Gencarkan Sosialisasi Protokol Covid-19.

Wakil Wali Kota Batu dan Forkopimda Kota Batu hadir secara virtual di Rupatama lantai 5 Balaikota Among Tani, Senin (3/5) pagi.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengatakan selama beberapa minggu terakhir telah terjadi peningkatan kasus di beberapa daerah di Indonesia.

Ledakan covid-19 di India harus menjadi pengingat bagi negara yang memiliki populasi besar, termasuk Indonesia.

“Ledakan di India bisa terjadi di negara-negara lain dan bisa berakibat masif untuk situasi global. Negara yang memiliki populasi besar, termasuk Indonesia, punya potensi ledakan covid yang besar,” ujar Tito.

“Jangan sampai kita lengah, yang bisa kita lakukan adalah mengendalikan,” kata Tito.

Pengendalian covid-19 harus menjadi prioritas setiap daerah. Sinergitas bersama Forkopimda harus terjalin baik.

Ketika kasus mulai mengalami kenaikan, pemerintah daerah juga harus segera mengendalikan.

“Trend kenaikan covid-19 upayakan melandai atau menurun. Kesembuhan upayakan meningkat, ketersediaan BOR jika sudah di atas 50 persen harus segera bangkit,” tandasnya.

“Sebisa mungkin mengurangi dan menekan angka kematian, kuncinya adalah sinergi Forkopimda di setiap daerah,” imbuh Tito.

Laporan Menkes dan BNPB menunjukkan beberapa daerah mengalami kasus peningkatan covid-19. Jika tidak segera ada pengendalian, kelandaian kasus akan berakhir.

Karena, ada beberapa kelonggaran oleh masyarakat, terutama dalam melaksanakan kegiatan ibadah di bulan Ramadan.

Kabar Lainnya : Jelang Idul Fitri, RHC Distribusikan 10.000 Paket Sembako.

Menag RI, Yaqut Cholil Qoumas, sepaham. Dia mengimbau kepada seluruh Pemda untuk selalu memantau pelaksanaan ibadah Ramadan.

Tujuannya adalah menekan laju penyebaran covid-19 dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Pelaksanaan ibadah dan silaturrahmi cukup terlaksana di rumah bersama keluarga inti.(fir/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com