Connect with us

Olahraga

Napoli Tembus Semifinal Coppa Italia, Gattuso Malah Senewen

Diterbitkan

,

Napoli Tembus Semifinal Coppa Italia, Gattuso Malah Senewen
Elif Elmas pemain Napoli usai mencetak gol ke gawang Spezia di Stadio Diego Armando Maradona (28/1).(Foto : MB Media/Getty Images)

 

KABARMALANG.COM – Napoli menjungkalkan Spezia 4-2 di 8 besar Coppa Italia. Il Partenopei pun melenggang mulus ke semifinal.

Dalam babak empat besar, Napoli ‘beruntung’. Skuad asuhan Genaro Gattuso berjumpa dengan Atalanta. Sementara, Inter Milan harus menghadapi Juventus di semifinal lainnya.

Napoli menjamu Spezia di Stadio Diego Armando Maradona. Laga terhelat Jumat (29/1) dini hari WIB. Lorenzo Insigne dkk sudah tampil dominan sejak awal laga.

Bahkan, tim penghuni Naples mampu unggul cepat. Adalah Kalidou Koulibaly yang mencetak gol menit 5.

Gol sentuhan tumitnya membuat Napoli unggul 1-0. Selanjutnya, gol kembali terjadi menit 20.

Peringkat 6 liga itu menggandakan keunggulan lewat Hirving Lozano. Ini berawal dari long pas Diego Demme.

Lalu, Lozano terbebas dari perangkap offside. Sepakan kerasnya tak terbendung Kiper Spezia, Titas Krapikas. Skor berubah 2-0 untuk Napoli.

Krapikas kembali memungut bola dari sarangnya. Karena, gawangnya kebobolan lagi lewat sontekan Matteo Politano. 3-0, Spezia kian terseok.

Sebelum turun minum, penderitaan Krapikas lengkap. Eljif Elmas mencetak gol keempat Napoli menit ke-40.

Gol ini bermula dari aksi Lorenzo Insigne. Dia masuk dari sisi kiri. Dia juga sukses menembus kotak penalti Spezia.

Insigne lalu melepas umpan terukur. Sebab, dia melihat pergerakan Elmas dari belakang. Elmas dengan tenang menuntaskannya menjadi gol.

Selepas jeda, Napoli mengendurkan tekanan. Sehingga, Spezia memanfaatkannya untuk berusaha bangkit.

Menit ke-71, Spezia berhasil membobol gawang Napoli. Emmanuel Gyasi menaklukkan David Ospina. Ini usai menuntaskan umpan dari Gennaro Acampora.

Dua menit kemudian giliran Acampora yang berhasil mencetak gol. Sepakan jarak jauhnya meluncur ke pojok kiri gawang Napoli. Spezia menipiskan keunggulan 4-2.

Namun, upaya Spezia mencari imbang di sisa laga, gagal. Napoli mampu menutup laga dengan kemenangan 4-2.

Hasil ini mengantarkan Napoli ke babak semfinal. Mereka juga bakal bersua dengan Atalanta.

Baca Juga : Juventus vs Napoli Masih Polemik.

Walau sukses menuju semifinal Coppa Italia, Gattuso senewen. Karena, kabarnya dia akan mengundurkan diri.

Isu ini ternyata cukup mengganggunya. “Saya tidak butuh orang lain untuk mempercayai saya. Saya terganggu ketika orang tanya apakah saya resign. Tetapi, rekan lainnya tidak mendapat perlakuan sama,” kata Gattuso, lansiran Football Italia.

Gattuso juga menerangkan, sebelumnya dia meninggalkan Milan karena stuck. Dia merasa tidak bisa melakukan lebih di kota fashion.

Sementara, timnya sekarang sangat berbeda. Dia tidak akan meninggalkan kota Naples. Apalagi, mendiang Diego Maradona adalah dewa di Napoli.

“Saya di sini, bekerja selama empat tahun. Ini semifinal keempat saya untuk Coppa Italia. Saya juga sudah melakukan tugas saya. Tetapi, jika itu tidak diapresiasi, tidak masalah,” kicau mantan gelandang AC Milan ini.

Gattuso merasa timnya sukses di semua lini. Semifinalis Coppa Italia. Fase knockout Liga Eropa. Peringkat 6 klasemen Liga Italia.

“Saya tahu ini bagian dari pekerjaan (dikritik). Tetapi, belakangan sudah kelewatan. Ketika saya interview, saya berharap pertanyaan pertama. Yaitu soal empat tahun saya sebagai pelatih. Serta, semifinal keempat dalam karir saya,” tutup Gattuso.(carep-04/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Olahraga

Peselancar Usia 10 Tahun Asal Tirtoyudo, Jadi Anak Asuh ‘Londo’

Diterbitkan

,

Peselancar Usia 10 Tahun Asal Tirtoyudo, Jadi Anak Asuh 'Londo'
Sofia Yunita saat berselancar di pantai Wedi Awu. (Foto: Instagram @ofiawalang)

 

KABARMALANG.COM – Gadis usia 10 tahun, Sofia Yunita, siswi SDN III Purwodadi, Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang menjadi peselancar.

Siswi kelas IV Sekolah Dasar itu sudah jago menaklukkan ombak lautan dengan kelihaiannya berselancar.

“Kita semua turut bangga atas kiprah Sofia Yunita, Kebetulan juga murid saya kelas IV di SDN 03 Purwodadi. Kami bisa bilang ia adalah surfer girl cilik perempuan satu-satunya di Kabupaten Malang,” tutur Pengajar SDN III Purwodadi, Mukhlis, Sabtu (24/4).

Atas kepandaiannya bermain surfing itu, peselancar usia 10 tahun ini turut berkontribusi di acara Kartini Go Surf.

Sofia juga sudah tampil di event surfing di Bali awal tahun 2021 lalu. Ia kini tergabung di PSOI (Persatuan Selancar Ombak Indonesia) Kabupaten Malang.

Selain surfing, putri bungsu Gito itu juga kuat berlari. Pada kelas 2 SD ia pernah meraih juara ke-2 lari maraton 1000 kaki se-Kecamatan Tirtoyudo.

Menurut Mukhlis, Sofia mulai tertarik belajar surfing sejak tujuh tahun lalu. Sofia bersama keluarganya pindah dari Puger, Jember ke Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang tahun 2015 lalu.

“Waktu itu ia (Sofia) masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK),” ujarnya.

Kabar Lainnya : Guru Tirtoyudo Rela Privat Siswa Tanpa Smartphone.

Saat ini, selain sekolah daring akibat pandemi Covid-19, sehari-harinya ia surfing ketika ombak bagus di pantai Wedi Awu dan Lenggoksono.

Menariknya, kepandaian surfing Sofia kemudian memikat salah seorang wisata mancanegara asal Norwegia bernama Mr Geir Petersbog. Geir bahkan menjadikannya anak asuh.

“Mr Geir membiayai sekolah Sofia sekarang dan sampai kuliah nanti,” ujarnya.

Turis itu terpincut jadi orang tua asuh Sofia ketika ia berkunjung ke pantai Wedi Awu. Dia juga sempat makan sekaligus berbincang-bincang langsung dengan Sofia.

“Jadi awalnya, dulu ia itu tamu saya. Lalu dia saya ajak makan di rumah Sofia. Lalu cerita dan ngobrol ngalor-ngidul. Hingga akhirnya Mr Geir itu tadi tertarik menjadi ortu angkat serta memberi biaya sekolah Sofia,” ringkasnya.

Alhasil, terhitung sejak tahun 2015 Geir rutin kirim uang untuk Sofia untuk biaya sekolah dan membeli peralatan surfing untuk Sofia.

Terakhir, Mukhlis berharap pemerintah bisa memberikan perhatian terhadap bakat Sofia di bidang olahraga lari maupun surfing.

“Untuk olahraga lari seandainya ada tindak lanjut sangat bagus baginya. Karena nafasnya bagus dan kuat karena olahraga renang serta surfing,” urainya.

“Harapannya ada pembinaan pemerintah, dari dinas pemuda dan olahraga supaya bakatnya di usia yang masih muda tidak terbuang sia-sia,” akhirnya.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Olahraga

Pencak Silat Kota Malang Diminta Aktif Jaga Lingkungan Kondusif

Diterbitkan

,

Pencak Silat Kota Malang Diminta Aktif Jaga Kondusivitas Daerah
Suasana silaturahmi Forpimda dengan perguruan-perguruan pencak silat Kota Malang. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Pencak silat Kota Malang bersilaturahmi dengan Forkopimda Kota Malang, Jumat sore (23/4). Silaturahmi terlaksana di Aula Sanika Setyawada Polresta Malang Kota.

Sambung rasa Forkopimda dan pencak silat Kota Malang ingin menciptakan situasi kondusif di wilayah Kota Malang.

AKBP Barkah Jayadi, Kasat Binmas Polresta Malang Kota memimpin pertemuan ini dengan jumlah peserta 50 orang.

Kabar Lainnya : Mabuk Saat Ramadan, Sekelompok Orang Asal Malang Keroyok Tentara.

Perwakilan Forpimda Kota Malang, antara lain Mayor Arm Chairul Effendy, Kasdim 0833/Kota Malang, Wanedi Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Rinawati Kepala Bakesbangpol Kota Malang.

Sementara, sejumlah perwakilan perguruan pencak silat Kota Malang hadir dalam pertemuan ini. Kasat Binmas mengatakan acara tersebut menyatukan para pendekar untuk kedamaian di bulan puasa.

“Ini tempat menyatukan persepsi antar pendekar di Kota Malang. Dengan adanya acara ini dapat menyatukan antar pendekar silat di Kota Malang,” tandasnya.

Kabar Lainnya : Wanita Muda Meninggal Tertutup Tikar, Diduga Dibunuh.

Sementara, Kepala Bakesbangpol Kota Malang Rinawati menegaskan pentingnya perguruan silat mengingat tujuan awal berdiri.

“Tujuan terbentuknya perguruan silat pasti sangat baik. Tetapi, setiap perguruan silat harus melaporkan keberadaannya dan struktur organisasinya di Kesbangpol Kota Malang,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan perguruan silat dapat ikut berpartisipasi dalam menjaga keamanan, keutuhan, saling menghargai antar perguruan silat dan kondusifitas Kota Malang.

Apabila ada perbedaan, Rinawati berharap keluarga besar pencak silat bisa menyelesaikannya dengan kekeluargaan, bukan dengan kekerasan.

Kabar Lainnya : Kasus Dugaan Pembunuhan Wanita Muda, Polres Malang Periksa 3 Saksi.

Kasdim 0833/Kota Malang, Mayor Arm Chairul Effendy pun sepakat. Dia sangat mengapresiasi kegiatan ini.

Dia berharap agar setiap perguruan silat tidak membawa ego masing-masing dalam menjalin silaturahmi.

“Setiap perguruan silat di Kota Malang pun wajib ikut membantu menjaga keamanan dan kondusivitas lingkungan,” ringkasnya.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Olahraga

Prokes Piala Menpora Diapresiasi Jokowi, Arema FC : Ini Sinyal Positif

Diterbitkan

,

Prokes Piala Menpora Diapresiasi Jokowi, Arema FC : Ini Sinyal Positif
Wakil Ketua PSSI Iwan Budianto dan Menteri PMK Muhadjir Effendi di Stadion Kanjuruhan dalam Piala Menpora 2021. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COMArema FC memberikan respon terkait apresiasi Presiden RI Jokowi terhadap prokes penyelenggaraan Piala Menpora 2021.

Arema FC menganggap ini sinyal positif untuk kelanjutan sepakbola Indonesia ke depan.

“Arema FC mengapresiasi respon Presiden RI untuk segera menggelar kompetisi liga 1 dan liga 2. Karena, Piala Menpora sukses menjalankan prokes ketat,” ujar Media Officer Arema FC, Sudarmaji, Kamis (15/4) kepada Kabarmalang.com.

Arema FC menyambut antusias respon Jokowi. Sehingga, Singo Edan siap lebih meningkatkan kualitas kepatuhan terhadap prokes dalam akvititas kompetisi sepakbola yang akan datang.

Arema FC sendiri tidak hanya terlibat sebagai peserta, tetapi juga termasuk penyelenggara.

Kendati timnya harus menepi sejak babak penyisihan, namun panpel Arema FC mendapat kepercayaan menyelenggarakan pertandingan sepakbola.

Yakni mulai babak penyisihan hingga babak perempat final di Stadion Kanjuruhan.

Kabar Lainnya : Rektor UT Minta Maaf Server Ujian Down.

Sudarmaji melanjutkan, sosialisasi prokes harus terlaksana kepada pecinta sepakbola untuk mewujudkan akses penonton di pertandingan.

“Kini, perlu berpikir bersama serta sosialisasi kepada khlayak pecinta bola yakni bagaimana memudahkan dan meluaskan akses menonton sepakbola Misalnya, memperkuat ajakan mendukung dari rumah,” paparnya.

Suksesnya penyelenggaraan Piala Menpora 2021 dalam hal penerapan prokes membuka pintu gerbang pelaksanaan kompetisi baik Liga 1 dan Liga 2.

Stakeholder sepakbola harus menanggapi cepat apresiasi Presiden RI untuk segera menyusun kompetisi.

“Jika memang Juni, kompetisi resmi tergelar, maka perlu berpikir tentang konsep kompetisi ke depan,” sambungnya.

“Utamanya dalam melaksanakan kepatuhan prokes yang tidak lagi seremonial dan formalitas belaka. Namun sudah menjadi kebiasaan hidup baru dalam kompetisi sepakbola,” akhirnya.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com