Connect with us

Pemerintahan

Kapasitas Sisa 10 Persen, RS Lapangan Akan Tambah Bed Isolasi

Diterbitkan

,

Kapasitas Sisa 10 Persen, RS Lapangan Akan Tambah Bed Isolasi
Heri Sutanto, Koordinator RS Lapangan (kedua dari kiri) saat peresmian RS Lapangan bulan Desember 2020 lalu (Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Bed isolasi di RS Lapangan Idjen Boulevard selama masa PPKM, tingkat ketersediannya sudah tersisa 10 persen, dari kepasitas yang tersedia.

Heri Sutanto, Koordinator RS Lapangan membenarkan. Tingkat okupansi meningkat hingga 90 persen, sehingga segera dilakukan penambahan bed isolasi.

“Okupansi 90 persen, penyebabnya infeksi Covid-19 semakin banyak. Dari 232 bed kita, sudah terisi 217. Kita mau nambah lagi bed ini. Nambahnya maksimal sampai 306,” ujar Heri, kepada wartawan, Minggu (24/1).

Dia mengatakan, di hari-hari menjelang berakhirnya PPKM tahap pertama di Kota Malang. Rata-rata data harian pasien yang dirujuk ke RS Lapangan mencapai puluhan.

“Rata-rata harian pasien yang dirujuk ke RS Lapangan antara 20 sampai 40-an orang. Itu terjadi pada hari-hari terakhir antara dua sampai tiga hari terakhir ini,” jelasnya.

Pasien yang dirujuk dan menjalani perawatan di RS Lapangan sebagian besar adalah pasien yang mengalami gejala ringan, sedang maupun OTG.

“Mulai gejala ringan, sedang sampai pasien yang termasuk OTG masuk semua ke RS Lapangan,” lanjutnya.

Lalu, HCU (High Care Unit) yang dimiliki oleh RS Lapangan untuk saat  ini hanya tersedia satu ruangan saja dan tidak ada rencana untuk penambahan.

“Ini maksimal mas HCU untuk kami. Satu ruangan saja. Karena (menambah High Care Unit) tidak sesederhana menambah bed. SDM, lain-lainnya perlu dipertimbangkan juga,” jelasnya.

Heri menambahkan dalam satu ruangan HCU yang dimiliki oleh RS Lapangan terdapat kapasitas tempat tidur yang dapat menampung maksimal 18 orang.

“High Care Unit kita penuh terus mas. Maksimal bisa ditempati sampai 18 orang dalam satu ruangan,” ujarnya.

HCU  tersebut, lanjut Heri, berfungsi untuk penanganan terhadap pasien yang kejang dan butuh oksigen serta membutuhkan terapi injeksi. Agar pasien tidak mengalami gejala berat.

Heri mengatakan terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dan sudah menjadi SOP dalam dunia kesehatan. Untuk mendeteksi pasien yang masuk dalam kategori gejala berat untuk dirawat di HCU.

“Sesuai dengan Permenkes, jadi ada gejala-gejala mulai dari klinis, penunjang, lab-nya, evaluasi dan lain-lainnya,” tandasnya. (fat/fir)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

COVID-19

Warga Desa Ngadas Bromo Tolak BLT DD Covid-19

Diterbitkan

,

Warga Desa Ngadas Bromo Tolak BLT DD Covid-19
Kades Ngadas Kecamatan Poncokusumo Mujianto. (Foto : Istimewa)

KABARMALANG.COM – Ternyata tidak semua orang ‘doyan’ dengan BLT (Bantuan Langsung Tunai) Covid-19. Terbukti, warga Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang justru menolak Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD).

Padahal setiap desa mendapat bantuan untuk warga yang terdampak Virus Corona. Mereka beralasan jika menerima BLT DD tersebut, justru akan terpapar covid-19.

Karena, untuk menerima bantuan dari pemerintah tersebut, akan ada orang asing masuk desa.

“Jumlah warga kami kurang lebih 526 KK (Kepala Keluarga). Mereka sepakat tidak mau menerima bantuan itu. Meski ada di antara penduduk desa yang berhak mendapatkan BLT Dana Desa,” ungkap Kepala Desa Ngadas, Mujianto, Sabtu (6/3).

Mata pencaharian warga Desa Ngadas, mayoritas sebagai petani. Selama ini, menurut Mujianto, desanya memang zero kasus covid-19.

“Ya, Alhamdulilah desa kami zona hijau. Maka dari itu, mereka khawatir dengan menerima bantuan itu, justru malah terkena Covid-19,” ujarnya.

Sedangkan di sisi lain, kondisi perekonomian Desa Ngadas tetap stabil meski dari hasil tani. Meskipun di tengah pandemi covid-19.

“Untuk sektor pariwisata, seperti persewaan home stay dan mobil jeep, oleh masyarakat sementara ini hanya untuk pekerjaan sampingan. Dan selama pandemi mereka memilih untuk tidak menerima tamu,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Suwadji, mengatakan bahwa warga Desa Ngadas sudah tercukupi dengan bantuan yang bersumber dari Kementrian Sosial.

“KPM (Keluarga Penerima Manfaat) yang ada di Desa Ngadas sudah dapat dari PKH (Program Keluarga Harapan). BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), hingga BST (Bantuan Sosial Tunai) dari Kemensos,” bebernya, Sabtu (6/3).(im/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Gugus Tugas Posko PPKM Mikro Purwodadi Patroli Pagi Di RW 11

Diterbitkan

,

Patroli petugas TNI Polri dan Kelurahan Purwodadi di RW 11. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Gugus tugas posko PPKM mikro Purwodadi terus patroli. Sabtu pagi (6/3), petugas berpatroli pagi di Jalan Ahmad Yani, Blimbing.

Patroli pagi terhelat mulai pukul 07.00 WIB. Yaitu dengan titik kumpul depan kantor Kelurahan Purwodadi.

Lurah Purwodadi Agus Purwanto memimpin patroli ini. Hadir juga Babinsa Purwodadi.

Yaitu Pelda Amin Dimyati dan Sertu Tohari. Kemudian, satu anggota AU Kopka Sigit.

Serta, Ketua RW 11 Purwodadi Hamdan. “Kami melaksanakan pembagian masker di wilayah RW 11 Purwodadi,” kata Pelda Amin, Babinsa Purwodadi.

Kabar Lainnya : Guru Tirtoyudo Rela Privat Siswa Tanpa Smartphone.

Selain pembagian masker, petugas juga melakukan monitor wilayah. Dengan target, menegakkan protokol kesehatan di wilayah RW 11.

Setiap petugas, berkewajiban membagikan pesan protokol kesehatan. Warga RW 11 juga harus melaksanakan prokes.

“Sehingga, harapan kami, rantai penyebaran covid-19 bisa terputus,” tutupnya.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Forpimcam Sukun Razia Malam Hari Di Kafe Dan Minimarket

Diterbitkan

,

Aparat gabungan saat razia malam di Sukun. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Forpimcam Sukun Kota Malang menggelar razia malam, Jumat (5/3). Petugas gabungan TNI Polri pun mengoperasi tempat keramaian.

Yakni, kafe dan minimarket tempat tongkrongan saat malam. Ini menjadi bukti Satgas Penegakan Disiplin Prokes tak kenal lelah. Setiap waktu, satgas memerangi virus pandemi covid-19.

Ipda Saeful dari Polsek Sukun memimpin operasi ini. Dia razia bersama 8 personel gabungan.

Termasuk dua personel anggota Koramil 0833/04 Sukun. Yaitu Pelda Sugianto dan Serda Abd Rokim.

Forpimcam Sukun memulai operasi dengan apel pasukan. Kemudian, dari markas Polsek Sukun, aparat berkeliling razia.

Patroli mulai pukul 21.00 hingga 21.30 WIB. Sementara, rutenya adalah Jalan S Supriyadi.

Selanjutnya Jalan Rajawali. Petugas juga bergerak ke Jalan Mergan. Setelah itu, patroli kembali ke Jalan S Supriyadi.

“Tujuan patroli ini adalah Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat mikro. Khususnya di wilayah Kecamatan Sukun Kota Malang,” ujar Ipda Saepul.

Patroli menyasar kafe dan minimarket. Karena dua tempat inilah yang berpotensi adanya kerumunan massa.

Petugas mengingatkan batas jam aktivitas usaha sesuai aturan PPKM. Selain itu, petugas membubarkan pengunjung yang nongkrong bergerombol. Apalagi tanpa memakai masker.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com