Connect with us

Pemerintahan

Kota Malang Dikepung Banjir, Sutiaji Ungkap Langkah Pencegahannya

Diterbitkan

,

Kota Malang Dikepung Banjir, Sutiaji Ungkap Langkah Pencegahannya
Wali Kota Malang, Sutiaji (Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Sejak akhir tahun 2020 hingga awal tahun 2021, Kota Malang dikepung banjir, akibat dari cuaca ekstrem yang melanda bumi ngalam ini.

Keadaan yang cukup parah terjadi pada Senin (18/1) lalu. BPBD Kota Malang  mencatat terdapat sebanyak 20 titik banjir yang merendam sebanyak 260 rumah.

Wali Kota Malang, Sutiaji membenarkan. Saat ini pihaknya akan melakukan sejumlah langkah untuk mencegah banjir di Kota Malang.

Pertama, Sutiaji sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 2 Tahun 2021 yang mewajibkan pengembang perumahan dan kawasan pemukiman di Kota Malang untuk membangun sumur resapan.

“Kami minta kewajiban pengembang membuat sumur resapan. Ketika kami ijinkan untuk membangun, pengembang itu menjamin tidak ada limbah hujan yang masuk ke saluran air,” kata Sutiaji, kepada wartawan, Minggu (24/1).

Terkait SE Nomor 2 Tahun 2021 tersebut,  Pemkot Malang sudah mengkomunikasikan kepada organisasi pengembang perumahan.

Dalam SE tersebut, Sutiaji juga menginstrusikan Ketua RT/RW yang ada di Kota Malang untuk mendorong warganya membangun sumur biopori di rumahnya masing-masing.

“Dengan terbangunnya sumur resapan dan biopori tersebut, dapat berfungsi untuk mengendapkan limpahan air hujan di sejumlah sumur yang sudah dibuat,” jelasnya.

Langkah selanjutnya Pemkot Malang juga sedang membuat masterplan drainase, agar titik-titik banjir yang ada dapat ditangani.

“Kami sudah rapat untuk membuat masterplan drainase. Titik banjir kan sudah berkurang dari 56 ke 26 titik. Sisa 26 titik ini lagi dikerjakan. Jumlah yang sudah dikerjakan saya belum mendapatkan laporan,” jelasnya.

Untuk langkah ketiga, Sutiaji wacanakan normalisasi selokan-selokan yang mampet sehingga menyebabkan air meluap ke permukaan.

“Banyak terjadi penutupan-penutupan selokan. Nanti, saya minta untuk dilakukan normalisasi. Camat dengan lurah sudah saya minta untuk menghubungi warga, supaya bisa segera dilakukan normalisasi,” ungkapnya.

Menurut Sutiaji, selokan yang mampet tersebut menyebabkan air tidak bermuara ke sungai, tetapi meluap ke permukaan, alhasil menggenangi pemukiman warga.

“Dinormalisasi, jadi pembongkaran bagi cor-coran bangunan yang menghalangi pintu masuk dari air ke selokan. Termasuk juga pengangkatan sampah dan sedimen,” tutupnya. (fat/fir)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

COVID-19

Warga Desa Ngadas Bromo Tolak BLT DD Covid-19

Diterbitkan

,

Warga Desa Ngadas Bromo Tolak BLT DD Covid-19
Kades Ngadas Kecamatan Poncokusumo Mujianto. (Foto : Istimewa)

KABARMALANG.COM – Ternyata tidak semua orang ‘doyan’ dengan BLT (Bantuan Langsung Tunai) Covid-19. Terbukti, warga Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang justru menolak Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD).

Padahal setiap desa mendapat bantuan untuk warga yang terdampak Virus Corona. Mereka beralasan jika menerima BLT DD tersebut, justru akan terpapar covid-19.

Karena, untuk menerima bantuan dari pemerintah tersebut, akan ada orang asing masuk desa.

“Jumlah warga kami kurang lebih 526 KK (Kepala Keluarga). Mereka sepakat tidak mau menerima bantuan itu. Meski ada di antara penduduk desa yang berhak mendapatkan BLT Dana Desa,” ungkap Kepala Desa Ngadas, Mujianto, Sabtu (6/3).

Mata pencaharian warga Desa Ngadas, mayoritas sebagai petani. Selama ini, menurut Mujianto, desanya memang zero kasus covid-19.

“Ya, Alhamdulilah desa kami zona hijau. Maka dari itu, mereka khawatir dengan menerima bantuan itu, justru malah terkena Covid-19,” ujarnya.

Sedangkan di sisi lain, kondisi perekonomian Desa Ngadas tetap stabil meski dari hasil tani. Meskipun di tengah pandemi covid-19.

“Untuk sektor pariwisata, seperti persewaan home stay dan mobil jeep, oleh masyarakat sementara ini hanya untuk pekerjaan sampingan. Dan selama pandemi mereka memilih untuk tidak menerima tamu,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Suwadji, mengatakan bahwa warga Desa Ngadas sudah tercukupi dengan bantuan yang bersumber dari Kementrian Sosial.

“KPM (Keluarga Penerima Manfaat) yang ada di Desa Ngadas sudah dapat dari PKH (Program Keluarga Harapan). BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), hingga BST (Bantuan Sosial Tunai) dari Kemensos,” bebernya, Sabtu (6/3).(im/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Gugus Tugas Posko PPKM Mikro Purwodadi Patroli Pagi Di RW 11

Diterbitkan

,

Patroli petugas TNI Polri dan Kelurahan Purwodadi di RW 11. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Gugus tugas posko PPKM mikro Purwodadi terus patroli. Sabtu pagi (6/3), petugas berpatroli pagi di Jalan Ahmad Yani, Blimbing.

Patroli pagi terhelat mulai pukul 07.00 WIB. Yaitu dengan titik kumpul depan kantor Kelurahan Purwodadi.

Lurah Purwodadi Agus Purwanto memimpin patroli ini. Hadir juga Babinsa Purwodadi.

Yaitu Pelda Amin Dimyati dan Sertu Tohari. Kemudian, satu anggota AU Kopka Sigit.

Serta, Ketua RW 11 Purwodadi Hamdan. “Kami melaksanakan pembagian masker di wilayah RW 11 Purwodadi,” kata Pelda Amin, Babinsa Purwodadi.

Kabar Lainnya : Guru Tirtoyudo Rela Privat Siswa Tanpa Smartphone.

Selain pembagian masker, petugas juga melakukan monitor wilayah. Dengan target, menegakkan protokol kesehatan di wilayah RW 11.

Setiap petugas, berkewajiban membagikan pesan protokol kesehatan. Warga RW 11 juga harus melaksanakan prokes.

“Sehingga, harapan kami, rantai penyebaran covid-19 bisa terputus,” tutupnya.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Forpimcam Sukun Razia Malam Hari Di Kafe Dan Minimarket

Diterbitkan

,

Aparat gabungan saat razia malam di Sukun. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Forpimcam Sukun Kota Malang menggelar razia malam, Jumat (5/3). Petugas gabungan TNI Polri pun mengoperasi tempat keramaian.

Yakni, kafe dan minimarket tempat tongkrongan saat malam. Ini menjadi bukti Satgas Penegakan Disiplin Prokes tak kenal lelah. Setiap waktu, satgas memerangi virus pandemi covid-19.

Ipda Saeful dari Polsek Sukun memimpin operasi ini. Dia razia bersama 8 personel gabungan.

Termasuk dua personel anggota Koramil 0833/04 Sukun. Yaitu Pelda Sugianto dan Serda Abd Rokim.

Forpimcam Sukun memulai operasi dengan apel pasukan. Kemudian, dari markas Polsek Sukun, aparat berkeliling razia.

Patroli mulai pukul 21.00 hingga 21.30 WIB. Sementara, rutenya adalah Jalan S Supriyadi.

Selanjutnya Jalan Rajawali. Petugas juga bergerak ke Jalan Mergan. Setelah itu, patroli kembali ke Jalan S Supriyadi.

“Tujuan patroli ini adalah Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat mikro. Khususnya di wilayah Kecamatan Sukun Kota Malang,” ujar Ipda Saepul.

Patroli menyasar kafe dan minimarket. Karena dua tempat inilah yang berpotensi adanya kerumunan massa.

Petugas mengingatkan batas jam aktivitas usaha sesuai aturan PPKM. Selain itu, petugas membubarkan pengunjung yang nongkrong bergerombol. Apalagi tanpa memakai masker.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com