Connect with us

Edukasi

Kuliah Daring, Mahasiswa Unisma Demo Pemotongan SPP

Diterbitkan

,

Aksi demonstrasi GERAM di depan kampus Unisma (Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Pandemi Covid-19 belum mereda, membuat pembelajaran masih berlangsung secara daring. Termasuk di kampus Universitas Islam Malang (Unisma).

Kuliah daring berbeda dengan kuliah tatap muka. Dari situ, menjelang dibukanya pembayaran SPP semester genap. Puluhan mahasiswa berdemonstrasi.

Mereka mengatasnamakan Gerakan Aksi Menuntut Universitas Islam Malang (GERAM). Unjuk rasa terhelat di depan kampus Unisma, Minggu siang (17/1).

Achmad Najib Ad Daroin, Humas Aksi GERAM membenarkan. Demo kali ini membawa dua tuntutan kepada pemangku kebijakan Unisma.

“Pertama, permohonan pemotongan SPP dalam bentuk persentase setidaknya sebesar 50 persen,” ujar Najib, kepada wartawan di depan Kampus Unisma, Minggu (17/1).

Tuntutan kedua, kata Najib, menuntut evaluasi efektifitas  dan kondusifitas pembelajaran daring.

Najib menerangkan, massa aksi memiliki beberapa alasan terkait dua tuntutan tersebut.

“Alasan pertama, karena banyaknya orang tua mahasiswa yang terdampak Covid-19, sehingga menyebabkan  pengurangan pendapatan mereka,” tuturnya.

Lalu, tidak digunakannya fasilitas kampus oleh mahasiswa selama perkuliahan daring. Sehingga anggaran dana pengeluaran kampus berkurang.

Ketiga, pembelajaran daring membuat mahasiswa harus mengeluarkan uang ekstra untuk paket data sebagai kebutuhan kuliah daring.

“Sebab, tidak semua mahasiswa mendapat bantuan paket data dari pemerintah. Bagi yang dapatpun masih tidak cukup untuk mengcover seluruh kebutuhan kuliah daring, karena kuota multimedia yang hanya bisa dipakai sebagian kecil saja,” paparnya.

Alasan terakhir yakni pemotongan SPP tahun lalu hanya berdasarkan nominal dan bukan persentase. Akhirnya membuat beberapa jurusan merasa tidak adil.

Najib menegaskan dengan penyampaian tuntutan tersebut, ia mengultimatum kampus untuk segera mengambil kebijakan secara cepat dan tepat. (fat/fir)

 

Advertisement Gempur Rokok Ilegal Bea Cukai Malang
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: DPRD Kota Malang Kritik Pemotongan TPP ASN, Ini Alasannya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

// width=
Marketing Kabarmalang.Com
Aktifkan Notifikasi OK Tidak Terimakasih