Connect with us

Hukrim

Polresta Malang Kota Bongkar Peredaran 2,5 Juta Pil Koplo

Diterbitkan

,

Kapolresta Makota Kombespol Leonardus Simarmata merilis ungkap 2,4 juta dobel L. (Foto : Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Polresta Malang berhasil meringkus AAS, 31, alias Bolang. Warga Sukun ini pengedar 2,5 juta pil LL.

Kapolresta Makota, Kombes Pol Leonardus Simarmata membenarkan. Jumlah tersebut menjadi prestasi Polresta Malang Kota tahun ini. Sebab, selama tahun 2020 hanya menyita 1,1 juta pil koplo.

“Total barang sitaan sebanyak 2.492.000 butir. Ini sangat banyak sekali. Ini juga merupakan prestasi,” ujar Leo, sapaannya, kepada wartawan, di Polresta Makota, Selasa (12/1).

Leo menceritakan kronologi awal pengungkapan kasus tersebut. Awalnya, Satreskrim Polsek Sukun melakukan penyelidikan.

Hasilnya, wanita bernama DTR tertangkap. Selanjutnya, polisi melakukan interogasi.

“Dalam pengakuannya, DTR membeli pil koplo dari AAS. Yakni, sebanyak dua botol berisi seribu butir. Harganya 650 ribu,” ujar Leo.

Transaksi DTR dan AAS terjadi di Jalan Rajawali Sukun. Yaitu, pada hari Kamis 7 Januari 2021.

Setelah itu, polisi mengembangkan kasus tersebut. Sehingga, petunjuk mengarah kepada AAS.

Polisi juga menangkapnya di di Jalan Abdilah. Polisi membekuk AAS Jumat (8/1) sekira jam 22.00 WIB.

“AAS mengakui telah mengedarkan/menjual berupa pil koplo,” tuturnya.

Saat pengeledahan ASS, polisi mendapati sejumlah barang bukti. Yaitu, 75 botol warna putih berisi seribu butir pil koplo. Totalnya 75 ribu butir.

“Lalu, 117 plastik pil koplo. Isinya 117.00 butir pil koplo,” bebernya.

Baca Juga : Pil Koplo Y Dibongkar di Lawang

Polisi juga melanjutkan penggeledahan di gudang penyimpanan koplo. Lokasinya di Jalan Tenis Meja.

“Saat itu berhasil menyita barang bukti. Berupa, 23 kardus berisi seratus ribu butir pil koplo. Sehingga, totalnya 2,3 juta butir,” terangnya.

Total barang bukti pil koplo 2,492 juta butir. AAS mengaku mendapatkan barang dari M.

M berasal dari Jakarta. AAS mendapat tugas menjualkan dengan iming-iming komisi.

“AAS kenal majikannya M tersebut sejak 7 bulan lalu. M mengirim pil koplo melalui paket. Setoran uangnya melalui rekening,” jelasnya.

AAS bersedia menjualkan pil koplo. Karena dia mendapat komisi Rp 500-800 ribu. Ini juga tergantung berapa banyak pil yang terjual.

Keduanya melanggar pasal 197 atau pasal 196 UU RI No 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.(fat/yds)

Advertisement Gempur Rokok Ilegal Bea Cukai Malang
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Warga Asal Malang Edarkan Pil Koplo di Lapas Pemekasan – Kabar Malang Com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

// width=
Marketing Kabarmalang.Com
Aktifkan Notifikasi OK Tidak Terimakasih