Connect with us

COVID-19

Puluhan Tamu Hotel Malang Batalkan Reservasi

Diterbitkan

,

Hotel Whiz Prime Jalan Basuki Rahmat Kota Malang (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Wacana kewajiban rapid antigen berakhir sejak kemunculan surat edaran. Tetapi, dampak wacana itu ternyata merugikan perhotelan.

PHRI Kota Malang mengakui dampak buruk wacana tersebut. Tamu hotel membatalkan reservasinya sejak wacana rapid antigen.

“Yang paling banyak itu di Hotel Whize Prime. Dari laporannya, sampai 50 tamu membatalkan,” tutur Agoes Basoeki, Ketua PHRI Kota Malang, Rabu (23/12).

Memang, Pemkot Malang sudah menelurkan SE terbaru. Sehingga, tidak ada kewajiban rapid antigen bagi wisatawan.

Mereka boleh memakai hasil rapid antibodi atau tes usap. Namun, Agoes tetap mempertanyakan.

Sebelumnya, sejumlah hotel sudah sertifikasi CHSE. Yakni, sertifikasi prokes dari Kementerian Pariwisata.

Dengan sertifikasi ini, harusnya hotel mendapat kepercayaan Pemkot Malang. “Kami kecewanya karena hotel-hotel itu sudah sertifikasi CHSE,” bebernya.

Walaupun sudah bersertifikasi, ternyata harus ada pembatasan begini.

“Tapi kami masih bisa menerima alasannya. Karena penyebaran virus tidak bisa tertebak,” tambahnya.

Sekarang, perhotelan Kota Malang bertekad mengikuti SE. Agoes mengaku banyak menerima keluhan hotel.

Tetapi, secara umum, PHRI harus tetap positif. Karena, aturan itu memang demi kebaikan bersama.

Apalagi, sekarang wacana wajib rapid antigen tidak terbukti. Pemkot Malang memberi pilihan tiga tes covid-19.

Yaitu, menunjukkan hasil rapid antigen, antibodi atau tes usap.

“Akhirnya ada sedikit kelonggaran. Tidak harus tes rapid antigen. Tetapi, bisa menggunakan tes rapid antibodi,” jelasnya.

“Nanti coba kami sosialisasikan ke calon-calon konsumen. Kami tinggal menunggu respon para konsumen soal SE ini,” tutupnya.(fat/yds)

Terpopuler

// width=
Marketing Kabarmalang.Com
Aktifkan Notifikasi OK Tidak Terimakasih