Connect with us

Edukasi

Ekskavasi Situs Pendem Tahap 4, Perluas Bentuk Candi

Diterbitkan

,

Peripih yang ditemukan dalam ekskavsi tahap keempat di situs Pendem (istimewa)
Peripih yang ditemukan dalam ekskavasi tahap keempat di situs Pendem (istimewa)

KABARMALANG.COM – Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur kembali melanjutkan ekskavasi tahap keempat di Situs Pendem.

Penggalian berlangsung sampai 18 November 2020, ditargetkan dapat memperluas penampakan candi.

Arkeolog BPCB Jawa Timur, Wicaksono Dwi Nugroho mengungkapkan, situs Pendem terletak di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, merupakan sisa banguan candi yang memiliki pondasi bangunan bata berukuran 7,5 meter x 7,5 meter.

Dan tersusun dari 6 lapis bata, dengan dimensi bata penyusun berukuran panjang 35 sampai 36 cm, lebar 25-26 cm, dan tebal 9-10 cm.

Sementara bentuk bangunan memiliki arah orientasi 103 derajat dari arah utara kompas.

Pada bagian tengah bangunan ditemukan konsentrasi tumpukan bongkah-bongkah batu-batu andesit yang kemudian menyulitkan proses ekskavasi.

Namun ketika batu-batu tersebut diangkat, pada kedalaman 1 meter dari tanah permukaan ditemukan lubang sumuran berbentuk bujur sangkar berukuran 2,1 m x 2,1 m.

ekskavasi tahap keempat di situs Pendem (istimewa)

Ekskavasi tahap keempat di situs Pendem (istimewa)

Konsentrasi batu-batu andesit pun masih menutup lubang sumuran hingga ke dalam.

Pada lubang sumuran di kedalaman 1,80 meter ditemukan batu peripih di tengah sumuran, yang dikelilingi oleh perkerasan bata di sekelilingnya sebagai dasar landasan sumuran.

Peripih berbentuk bujur sangkar dengan panjang 49 cm x 48 cm, memiliki lubang tengah berukuran 15 cm x 15 cm dengan kedalaman lubang 38 cm.

“Terdapat juga bekas cuilan di sisi timur lubang peripih yg menandakan bahwa tutup peripih ini pernah dibuka paksa untuk mengambil isi dari peripih,” kata Dwi, Minggu (15/11/2020).

Sebagai sesaji, peripih pada candi biasanya berisi lempengan emas yang bertuliskan mantra, batu mulia, biji-biji, sisa arang.

Bukti bahwa sumuran ini pernah digali juga tampak dari bekas lubang pada dinding sisi timur dari sumuran yang rusak berbentuk lingkaran dengan diameter 80 cm.

Sementara pada bagian dasar sumuran ditemukan cukup banyak pecahan perunggu yang telah mengalami patinasi.

Belum diketahui bentuk dan fungsi dari pecahan-pecahan logam tersebut.

Wicaksono mengatakan, ekskavasi yang menggunakan anggaran dari Pemkot Batu bertujuan untuk mencari bentuk, keluasan dan fungsi dari struktur bata yang telah nampak dari hasil kegiatan ekskavasi tahap sebelumnya.

Dalam ekskavasi sebelumnya, kata Dwi, ditemukan beberapa pecahan tembikar dari beberapa wadah berhias, seperti bejana, tempayan, dan vas.

Ditemukan cuma pecahan mulut botol kaca, yang diduga berasal dari masa kolonial.

“Temuan ekskavasi berupa peripih kali ini, semakin menguatkan dugaan sebelumnya. Dimana memperkirakan bahwa struktur bata kuno yang berada di Situs Pendem ini merupakan sisa bangunan candi, yang telah runtuh,” tegasnya.

Menurut Dwi, satu hal cukup menarik adalah keberadaan candi di Situs Pendem tidak terdeteksi dalam catatan masa Hindia-Belanda.

Tentang tinggalan purbakala di Indonesia, yaitu Rapporten Oudhe-inkudig Commisie op Java en Madoera (ROC) pada awal 1900 dan di dalam Oudheidkundg Verslag (OV) pada 1920.

“Kedua sumber laporan itu hanya memuat keberadaan yoni dan nandi di Pendem, tapi tidak menyebut adanya candi,” ungkap Dwi.

Namun dari sumber sejarah lain, yaitu catatan perjalanan seorang asal Belanda yang bernama JI van Sevenhoven, disebutkan bahwa telah menjelajah Malang pada 1812.

Dalam sumber tertulis, JI van Sevenhoven melintasi kebun kopi di Naya saat bernama Dinoyo, dan kemudian melintasi Alu, kemungkinan saat ini dikenal sebagai Ngelo.

“Setelah dari Alu, JI van Sevenhoven berlanjut ke Kaling yang kini menjadi Sengkaling,” terang Dwi.

Setelah dari Kaling, Sevenhoven kemudian menyeberangi Sungai Brantas dan menjumpai adanya candi. Namun dalam catatan Sevenhoven tidak menyebutkan nama candi tersebut.

Sumuran ditemukan saat ekskavasi situs Pendem (Foto : Kabarmalang.com)

Sumuran ditemukan saat ekskavasi situs Pendem (Foto : Kabarmalang.com)

Perkiraan kemudian memunculkan bahwa bangunan candi di Situs Pendem diduga kuat merupakan bangunan candi tersebut dalam Prasasti Sangguran yang menurut catatan Verbeek pada tahun 1836 ditemukan di Ngandat, Mojorejo, Kota Batu.

Letak Ngandat dengan situs Pendem hanya berjarak 1 kilometer, yang kedua lokasi ini dipisahkan oleh sungai brantas.

Prasasti sangguran berangka tahun 850 saka atau 928 masehi, menyebutkan tentang sebuah candi I Sang Hyang Prasada Kabhaktyan ing sima Kajurugusalyan ing Mananjung.

Wicaksono menambahkan, berdasarkan sumber sejarah dan bukti arkeologis, bangunan candi di situs Pendem masih berdiri hingga tahun 1812.

Akan tetapi tahun 1900-an, bangunan candi tak ditemukan kembali.

“Dengan demikian, bangunan candi di lokasi ini, sepertinya sengaja di pendam dengan bongkah batu-batu andesit dan tanah diantara tahun 1812-1900,” imbuhnya.

Sementara temuan koin bertuliskan ‘Nderland Indie 1825’, dan koin bertuliskan ‘Java 1810’, serta pecahan mulut botol yang ditemukan diantara tatanan bata saat ekskavasi memperkuat dugaan tersebut.

“Sepertinya peristiwa itu pun terekam dalam memori masyarakat dan kini menjadi nama desa, yaitu desa Pendem,” ujarnya. (rjs/fir)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Edukasi

Vaksinasi Guru Tuntas, Kota Malang Siapkan Sekolah Tatap Muka Juli

Diterbitkan

,

Vaksinasi Guru Tuntas, Kota Malang Siapkan Sekolah Tatap Muka Juli
Kadisdikbud Kota Malang, Suwarjana (Foto: istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Kemendikbud menargetkan vaksinasi covid-19 untuk guru selesai Juni 2021. Sehingga, wacana sekolah tatap muka pun muncul.

Sekolah tatap muka rencananya bergulir Juli 2021 nanti. Kadisdikbud Kota Malang, Suwarjana membenarkan. Guru memang masuk dalam prioritas vaksinasi tahap dua.

Dia juga sedang melakukan sejumlah persiapan. Supaya, sekolah tatap muka Juli 2021 nanti bisa berjalan.

“Mudah mudahan pada Juli nanti sudah bisa tatap muka, itu harapan dan target kami. Ya mudah-mudahan maksimal Juli 2021 itu,” ujar Suwarjana, kepada wartawan, Jumat (26/2).

Kabar Lainnya : Sistem PPDB Online Jalur Zonasi Diperpanjang Sampai Juni 2020.

“Guru Kota Malang vaksin Februari ini. Maksimal selesai awal Maret 2021,” tambahnya.

Disdikbud mendata ada 9873 guru. Itu terdiri dari guru TK sampai SMP Kota Malang. Mereka akan suntik vaksin tahap dua. Suwarjana menargetkan semuanya bisa tuntas vaksinasi.

Dia juga sudah mulai sosialisasi kepada wali murid. Supaya, siswa siap menuju sekolah tatap muka.

Selain itu, Kota Malang mulai simulasi sekolah tatap muka. Suwarjana juga sedang menyiapkan dua modul pembelajaran.

“Apakah nanti full atau 50 persen. Ataukah 25 persen. Atau bahkan hanya yang praktik-praktik saja. Pasti kami kaji dulu. Sekarang kami sedang proses pembahasan,” jelasnya.

“Termasuk juga modul pembelajarannya. Daring dan luring kan juga berbeda. Akan kita siapkan dua alternatif itu,” tutup Kadisdikbud Kota Malang.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

Website UB Peringkat 6 Versi 4ICU, Posisi 5 Webometrics

Diterbitkan

,

Universitas Brawijaya. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Website Universitas Brawijaya (UB) terus mengalami pertumbuhan traffic. Pertama, UB posisi 6 perguruan tinggi Indonesia versi 4ICU.

Kedua, UB juga masuk posisi 5 versi webometrics. 4ICU merupakan situs pemeringkatan perguruan tinggi internasional.

Sekretaris Pusat Pemeringkatan LP3M UB, Adharul Muttaqin, membenarkan. Pemeringkatan ini berbasis traffic web atau berbasis web metrics.

“4ICU merupakan pemeringkatan website perguruan tinggi. Itu tidak secara langsung menggambarkan kualitas akademiknya,”katanya.

Kabar Lainnya : Kota Batu Tempati Peringkat Tiga Pernikahan Dini se-Jawa Timur.

Dia menjelaskan metodologi pengindeks menggunakan sejumlah web traffic. seperti Moz, Alexa, Majestic, dan SimilarWeb.

“Semua pengindeks tidak ada hubungannya dengan kegiatan akademik. Tetapi berkaitan dengan trafik website,” jelasnya.

Karena itu, Adharul menyarankan ada peningkatan kualitas informasi. Sehingga, web UB menarik dan bisa viral di medsos.

Kualitas informasi inilah yang menggambarkan perguruan tinggi tersebut. Salah satu upaya, menaruh link informasi ke website UB.

“Yakni saat berbagi informasi ke medsos IG ataupun Twitter. Ini dapat mengarahkan pengguna sosmed mengunjungi situs ub.ac.id,”katanya.

Sekretaris Pusat Pemeringkatan LP3M UB, Adharul Muttaqin

Sementara itu, versi Webometrics, UB peringkat 5. UI ada di posisi pertama. Kemudian, UGM, IPB dan ITS mengikuti di belakangnya.

Penilaian ini memakai tiga indikator. Yaitu web content impact atau visibility. Kemudian openness atau transparency. Serta excellence atau scholar.

Indikatornya berdasarkan jumlah backlink situs lain ke halaman website. Indikator ini juga memiliki bobot 50 persen.

Opennes, indikator kedua dengan bobot 10 persen. Ini dari jumlah sitasi Google Scholar penulis perguruan tinggi.

Sedangkan indikator yang terakhir, yaitu excellence. Ini berdasarkan jumlah karya ilmiah suatu perguruan tinggi.

Peringkat UB versi Webometrics mengalami kenaikan. Tahun lalu UB peringkat 6. Tahun ini menjadi peringkat 5.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Vaksinasi Tahap 2 Kota Malang, Suntik 9873 Guru TK Sampai SMP

Diterbitkan

,

Vaksinasi Tahap 2 Kota Malang, Suntik 9873 Guru TK Sampai SMP
Kadisdikbud Kota Malang, Suwarjana. (Foto: istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Vaksinasi tahap 2 Kota Malang berlangsung hari ini, Rabu (24/2). Dosen dan tenaga pendidik masuk prioritas vaksinasi.

Sebab mereka termasuk golongan yang memiliki interaksi dan mobilitas. Sehingga rentan terpapar covid-19.

Kadisdikbud Kota Malang Suwarjana membenarkan. Dia sudah mendata tenaga pendidik TK, SD, dan SMP. Totalnya sebanyak 9873 peserta.

“Sudah kami masukan datanya seminggu lalu. Guru ASN maupun tidak ASN. Tenaga pendidik dan kependidikan. Dalam hal ini non guru juga sudah kami masukkan,” kata Suwarjana, kepada Kabarmalang.com, Rabu (24/2).

Kabar Lainnya : Nakes Prioritas Utama Penerima Vaksin Covid-19.

“Guru honorer juga termasuk, sudah kami masukan datanya. Dinkes Kota Malang yang minta data untuk vaksinasi tahap 2,” tambahnya.

Suwarjana sejak awal sudah sosialisasi ke tiap sekolah. Tenaga pendidik harus mendukung gerakan vaksinasi. Kepala sekolah masing-masing juga mendapat mandat itu.

Kabar Lainnya : Sanusi Ajukan Diri Suntik Vaksin Covid-19.

Tetapi, OPD pendidkan ini hanya melingkupi TK, SD dan SMP. Sehingga, pendataan tenaga pendidik SMA/SMK dan universitas bukan Pemkot Malang.

“Universitas kemungkinan di kampusnya masing-masing. SMA/SMK melalui Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Malang-Batu,” jelasnya.

Kabar Lainnya : 10 Proyek Prioritas Lanjut 2021.

Tetapi, belum ada konfirmasi jadwal vaksinasi untuk tenaga pendidik. Dia juga menunggu informasi lanjutan dari Dinkes Kota Malang.

Internal dinas pimpinan Suwarjana juga vaksinasi tahap 2. Sebanyak 164 peserta akan suntik pada 24-26 Februari 2021.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com