Connect with us

Edukasi

Situs Pendem Diduga Berkaitan Dengan Prasasti Sangguran

Diterbitkan

||

Ekskavasi tahap keempat di situs Pendem (istimewa)
Ekskavasi tahap keempat di situs Pendem (Foto : Kabarmalang.com)

KABARMALANG.COM – Ekskavasi tahap keempat tengah berjalan di situs Pendem. Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur menduga situs Pendem berkaitan dengan prasasti sangguran.

Perkiraan kemudian memunculkan bahwa bangunan candi di situs Pendem diduga kuat merupakan bangunan candi tersebut dalam Prasasti Sangguran.

“Yang menurut catatan Verbeek pada tahun 1836 ditemukan di Ngandat, Mojorejo, Kota Batu,” beber arkeolog BPCB Jawa Timur, Wicaksono Dwi Nugroho, Minggu (15/11/2020).

Hal ini berdasarkan, letak Ngandat dengan situs Pendem hanya berjarak 1 kilometer, yang kedua lokasi ini dipisahkan oleh sungai brantas.

Prasasti sangguran berangka tahun 850 saka atau 928 masehi, menyebutkan tentang sebuah candi I Sang Hyang Prasada Kabhaktyan ing sima Kajurugusalyan ing Mananjung.

Wicaksono menambahkan, berdasarkan sumber sejarah dan bukti arkeologis, bangunan candi di situs Pendem masih berdiri hingga tahun 1812.

Akan tetapi tahun 1900-an, bangunan candi tak ditemukan kembali.

“Dengan demikian, bangunan candi di lokasi ini, sepertinya sengaja di pendam dengan bongkah batu-batu andesit dan tanah diantara tahun 1812-1900,” imbuhnya.

Sementara temuan koin bertuliskan ‘Nderland Indie 1825’, dan koin bertuliskan ‘Java 1810’ dan pecahan mulut botol yang ditemukan diantara tatanan bata semakin memperkuat dugaan tersebut.

“Sepertinya peristiwa itu pun terekam dalam memori masyarakat dan kini menjadi nama desa, yaitu desa Pendem,” tegasnya.

Situs Pendem terletak di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu,  merupakan sisa banguan candi yang memiliki pondasi bangunan bata berukuran 7,5 meter x 7,5 meter.

Dan tersusun dari 6 lapis bata, dengan dimensi bata penyusun berukuran panjang 35 sampai 36 centimeter, lebar 25 sampai 26 centimeter, dan tebal 9 sampai 10 centimeter.

Sementara bentuk bangunan memiliki arah orientasi 103 derajat dari arah utara kompas.

Pada bagian tengah bangunan ditemukan konsentrasi tumpukan bongkah-bongkah batu-batu andesit yang kemudian menyulitkan proses ekskavasi.

Namun ketika batu-batu tersebut diangkat, pada kedalaman 1 meter dari tanah permukaan ditemukan lubang sumuran berbentuk bujur sangkar berukuran 2,1 m x 2,1 m.

Konsentrasi batu-batu andesit pun masih menutup lubang sumuran hingga ke dalam.

Pada lubang sumuran di kedalaman 1,80 meter ditemukan batu peripih di tengah sumuran, dikelilingi oleh perkerasan bata di sekelilingnya sebagai dasar landasan sumuran.

Peripih berbentuk bujur sangkar dengan panjang 49 centimeter x 48 centimeter, memiliki lubang tengah berukuran 15 centimeter x 15 centimeter dengan kedalaman lubang 38 centimeter.

Terdapat juga bekas cuilan di sisi timur lubang peripih yang menandakan bahwa tutup peripih ini pernah dibuka paksa untuk mengambil isi dari peripih.

Sebagai sesaji, peripih pada candi biasanya berisi lempengan emas yang bertuliskan mantra, batu mulia, biji-biji, sisa arang.

Bukti bahwa sumuran ini pernah digali juga tampak dari bekas lubang pada dinding sisi timur dari sumuran yang rusak berbentuk lingkaran dengan diameter 80 centimeter.

Sementara pada bagian dasar sumuran ditemukan cukup banyak pecahan perunggu yang telah mengalami patinasi.

Belum diketahui bentuk dan fungsi dari pecahan-pecahan logam tersebut.

Ekskavasi tahap keempat dapat berjalan menggunakan anggaran dari Pemkot Batu bertujuan untuk mencari bentuk, keluasan dan fungsi dari struktur bata yang telah nampak dari hasil kegiatan ekskavasi tahap sebelumnya. (rjs/fir)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Edukasi

Dr. Hj Rita Kartina Rilis Buku Kepemimpinan

Diterbitkan

||

Dr.Hj Rita Kartina, SH,MH,M.AP, Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPT PPD Malang Utara dan Batu Kota Bapenda Provinsi Jawa Timur

 

KABARMALANG.COM – Dr.Hj Rita Kartina, SH,MH,M.AP, Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPT PPD Malang Utara dan Batu Kota Bapenda Provinsi Jawa Timur baru saja merilis bukunya, Kamis (3/12).

Buku tersebut berjudul Efektivitas Pergantian Kepemimpinan Dalam Rangka Peningkatan Pelayanan Publik. Isinya tentang kualitas penyelenggara pelayanan publik.

Buku itu berawal dari tesisnya saat meraih gelar S2 Magister Administrasi Publik di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (UNTAG) tahun 2018.

“Hadirnya buku ini, bukan hal yang kebetulan, tapi melalui riset di beberapa KUPT UPT PPD Bapenda Provinsi Jatim,” ungkap Rita, Kamis (3/12).

Riset tersebut, lanjut Rita, untuk melakukan pengkajian seberapa efektifnya pergantian kepemimpinan dalam meningkatkan pelayanan publik.

Terbitnya buku ini tidak terlepas dari arahan serta bimbingan yang diberikan Prof.Dr. Rudi Handoko,MS.

“Beliau merupakan Guru Besar FISIP UNTAG Surabaya, yang juga dosen saya saat mengambil gelar S2 Magister Administrasi Publik tahun 2018,” tambahnya.

Menurut Rita, substansi isi buku ini pada dasarnya berlandaskan pada teori kepemimpinan, efektivitas organisasi dan pelayanan publik.

“Inti yang terkandung dalam buku yang saya tulis ini, bagaimana menjadikan seseorang sebagai leader yang memiliki kekuatan dalam memimpin,” jelas anggota Bhayangkari Mabes Polri ini.

Tujuannya, kata Rita, agar menambah wawasan di bidang kepemimpinan dan penyelenggara pelayanan publik di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Jawa Timur.

Rita menuturkan, buku tersebut terinspirasi dari apa yang ia lihat dan cermati di lingkup kerjanya sehari-hari. Dari situ ia tuangkan ke dalam buku.

“Harapannya, semoga buku ini bisa menjadi inspirasi banyak orang khususnya yang berkecimpung di instansi pelayanan publik,” ujarnya.

Rita bisa dikatakan haus ilmu, ia senang membaca dan terus belajar tentang banyak hal. Gelar Doktor Ilmu Hukum yang diraihnya di UNTAG tahun 2019, tak membuat dirinya berpuas diri.

Rita hingga kini tidak berhenti untuk memberikan sesuatu yang berguna bagi banyak orang, salah satunya dengan buku tentang kepemimpinan tersebut. (carep-03/fir)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Direstui Perkuliahan Luring, UB Pikir Panjang

Diterbitkan

||

Monevfas UB saat menggelar konferensi pers daring, Kamis (3/12).

 

KABARMALANG.COM – Kemendikbud Dirjen Dikti telah memberi restu pembelajaran luring. Mulai semester genap 2021, pembelajaran luring diperbolehkan.

Kemendikbud Dikti Vokasi juga mengusung model pembelajaran hybrid. Yaitu campuran luring dan daring.

Namun, Universitas Brawijaya Malang belum menentukan sikap. Kampus di Jalan Veteran itu masih pikir-pikir panjang.

“Itu memperhatikan kondisi daerah masing-masing. Perlu koordinasi dengan Satgas Kota dan Kabupaten Malang. Karena, dua kampus kita di dua daerah ini,” ujar Prof Dr Unti Ludigdo Msi Ak, Ketua Monevfas UB, dalam jumpa pers daring, Kamis (3/12).

Menurutnya, perkuliahan luring tidak hanya soal aktivitas dalam kampus. Mahasiswa tidak hanya berkuliah di dalam gedung.

Mereka juga berkegiatan di luar kampus. UB tidak akan bisa membatasi interaksi mahasiswa di luar.

“Diharapkan memang, kerumunan dikurangi dalam kampus. Kantin mungkin bisa ditutup. Tapi, siapa bisa menjamin aktivitas mahasiswa di luar kampus,” sambungnya.

Menurut Unti, UB adalah bagian dari komunitas masyarakat. Selain aktivitas internal kampus, ada aktivitas luar.

Begitu ada aktivitas luar, potensi terpapar covid-19 pun tinggi. Apalagi, ada 75 civitas akademika UB dinyatakan positif covid-19.

“Kasus positif UB terjadi saat berkegiatan di luar kampus,” tambahnya. Sehingga, UB mengaku berpikir panjang andai mempersiapkan perkuliahan luring.

Seperti diberitakan, 75 warga UB terpapar covid-19. Ini akumulasi bulan Juli sampai Desember 2020.

Sebagian dari mereka menjalani isolasi mandiri. Sebagian lagi, dirawat di rumah sakit. Ini sebelum rumah sakit rujukan Malang overload.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Pasien Positif UB Isoman, Sebagian Dirawat RS

Diterbitkan

||

dr Aurick Yudha, Wakil Ketua Monevfas UB. (Foto : Tangkapan layar)

 

KABARMALANG.COM – 75 warga positif covid-19 dari UB ditangani berbeda. Mereka yang masih kuat, menjalani isolasi mandiri (isoman).

“Sebagian isolasi mandiri di rumah. Atau tempat yang memungkinkan isolasi. Seperti shelter Pemkot Malang dan Pemkab Malang,” kata Ketua Monevfas UB, Prof Unti Ludigdo, Msi, Ak dalam keterangan pers secara daring, Kamis (3/12).

Meski demikian, ada pula pasien yang bergejala parah. Mereka dirawat di rumah sakit rujukan.

“Beberapa orang dirawat di rumah sakit. Karena, kondisinya perlu perawatan. Ini dulu saat rumah sakit rujukan belum penuh,” tandasnya.

Situasi ini mengkhawatirkan UB. Karena, rumah sakit rujukan covid-19 Malang Raya overload.

Dampaknya, Satgas Covid-19 UB mendapati beberapa kasus ironis. Misalnya, pasien positif yang meninggal di puskesmas.

“Padahal, puskesmas kan bukan rujukan covid-19. Tapi, karena rumah sakitnya over capacity. Sehingga, puskesmas tidak bisa merujuk,” kata dr Aurick Yudha Nagara, Wakil Ketua Monevfas UB.

RS rujukan tidak lagi bisa menerima tambahan pasien covid-19. RS pun tak bisa meminta tolong ke daerah lain.

“Terbaru, kami mendapati kasus pasien positif meninggal dalam rumah. Jangan-jangan, untuk pemakaman juga menghadapi kendala,” tambahnya.

Pernyataan Aurick tidak salah. Seperti diberitakan Kabarmalang.com, kluster Tlekung muncul gara-gara pemakaman.

27 warganya dinyatakan positif. Sebab, ada pasien positif meninggal dimakamkan tanpa protokol. Pemerintah desa setempat sampai menerapkan PSBL.

Baca juga : Desa Tlekung Klaster Baru, PSBL 10 Hari

“Kami harap situasinya tidak menjadi chaos. Jangan sampai pasien positif tidak bisa meminta tolong,” tutupnya.

Sebelumnya, UB menyatakan 75 warganya positif covid-19. Jumlah ini akumulasi dari bulan Juli sampai Desember.

Mereka adalah dosen, tenaga pendidik dan keluarganya. Ini tidak termasuk mahasiswa. Para mahasiswa masih menjalani kuliah daring.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Disparbud Kabupaten Malang
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Perumda Tirta Kanjuruhan

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com