Connect with us

COVID-19

Studi Banding Borobudur, Prokes Jadi Acuan Wisatawan

Diterbitkan

||

Suasana wisatawan di Candi Borobudur (Foto : Arul)

KABARMALANG.COM – Penerapan protokol kesehatan ternyata menjadi acuan wisatawan. Kawasan dengan protokol kesehatan, lebih berpotensi dikunjungi.

Ini hasil studi banding Pemkot Batu ke Magelang, Selasa (27/10). Keaktifan Satgas Pencegahan Covid-19 dinilai penting oleh wisatawan.

Karena, itu memberi rasa aman dan kepercayaan wisatawan. Sehingga, wisatawan tidak mengalami ketakutan berkunjung ke destinasi wisata.

“Alhamdulilah di Kota Batu masih ada boombing vacation. Jadi memang Satgas Pencegahan Covid-19 berperan pro aktif,” ungkap Santi Restuningsasi, Kabag Humas Pemkot Batu, kepada Kabarmalang.com, di sela studi banding ke Magelang.

Menurutnya, peran Satgas Covid-19 penting meningkatkan reputasi destinasi wisata. Dari studi banding, Santi melihat betapa penting kepercayaan wisatawan.

Tidak ada wisatawan yang ingin terkena Covid-19 ketika berwisata. Sehingga, pilihan destinasi bergantung pada keseriusan protap kesehatan.

Sementara itu, kunjungan wisatawan di Borobudur menurun saat pandemi. Tak tanggung-tanggung, penurunannya bahkan mencapai 90 persen.

“Kalau biasanya 1000, kini tiap hari cuma mencapai 100 saja. Disini belum ada Satgas Covid-19 Hunter Wisata,” ungkap Sulastri staff wana wisata Borobudur.

Pengecekan tiket di Candi Borobudur, Magelang

“Untuk harga tiket sendiri tidak ada perubahan. Baik di masa pandemi Covid-19 atau sebelumnya. Tetap Rp 50 ribu saja,” imbuhnya.

Sedangkan, pembatasan wisatawan candi keajaiban dunia adalah 1800 pengunjung.(arl/yds)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

COVID-19

Sutiaji Non Reaktif, Sekda Masuk RS

Diterbitkan

||

Walikota Malang Drs H Sutiaji (Foto : Kabarmalang.com)
Wali Kota Malang Sutiaji dalam kondisi sehat meski tidak ngantor. (Foto : Kabarmalang)

 

KABARMALANG.COM – Isu terganggunya kesehatan dua figur Pemkot Malang merebak di medsos. Wali Kota Malang, Sutiaji dituding positif Covid-19. Begitu juga Sekretaris Daerah, Wasto, disebut terpapar virus itu.

Kabag Humas Setda Kota Malang, Nur Widianto mengklarifikasi. Dia menjelaskan kondisi Sutiaji saat ini sudah sehat.

Namun, Sutiaji masih menjalani beberapa rehabilitasi. Dia juga sedang melalui beberapa pemeriksaan secara menyeluruh.

“Pak Wali dalam kondisi sehat. Namun memang masih butuh istirahat. Mengingat, rangkaian giat 20-22 November lalu cukup menguras energi,” ujarnya, Senin malam (30/11).

Dalam kondisi tersebut, Sutiaji sempat melakukan rapid test. Hasilnya adalah non reaktif. Namun, Sutiaji disarankan beristirahat dan berkegiatan dari rumah saja.

“Pagi ini Pak Wali masih memimpin rakor secara virtual; Rakor tersebut rutin dilaksanakan setiap hari senin,” tambahnya.

Namun, beberapa ASN di lingkungan Wali Kota menurun kesehatannya. Jumlahnya cukup banyak, sampai 15 orang.

Mereka telah 2 kali rapid dan dinyatakan reaktif. Ini mengindikasikan kuat konfirm positif.

“Oleh karenanya, Pak Wali juga sedang menunggu hasil swabnya. Untuk dapat diketahui kondisinya lebih lanjut,” sambungnya.

Sementara itu, Sekda Wasto sedang dirawat di rumah sakit. “Namun, sampai saat ini kami belum menerima laporan observasinya. Tapi berdasarkan 2 kali hasil rapidnya memang dinyatakan reaktif,” tutur Widianto.

Sutiaji menitipkan pesan agar masyarakat meningkatkan imunitas. Kesehatan diri harus dijaga pula. Agar terhindar dari paparan virus Covid-19.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Cegah Covid-19, Sosialisasi Lewat Toa Masjid

Diterbitkan

||

Puskesmas Rampal Celaket. (Foto : Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Puskesmas Rampal Celaket memiliki cara berbeda sosialisasi protokol kesehatan (prokes). Pelantang rumah ibadah dan sekolah dimanfaatkan untuk sosialisasi.

“Inovasi kami adalah menggunakan speaker masjid, gereja, dan sekolah. Pesan yang disampaikan, sosialisasi protokol kesehatan,” kata dr Moh Ali Sahib, Kepala Puskesmas Rampal Celaket, kepada Kabarmalang.com, Senin (30/11).

Ali menyebut puskesmas tersebut membawahi tiga kelurahan. Yakni Rampal celaket, Samaan, dan Klojen. Sehingga sosialisasinya dilakukan di tiga wilayah itu.

“Prosesnya, kita menyurati lewat kelurahan masing-masing. Lalu disampaikan ke masjid dan gereja. Biasanya diputar setelah dhuhur dan maghrib,” jelasnya.

Inovasi ini muncul pada bulan Agustus lalu. Awalnya, tim promosi kesehatan Puskesmas membuat rekaman tentang prokes.

Rekaman dikombinasikan dengan mobil dan sepeda keliling. Tapi, Ali merasa sosialisasi begini belum efektif.

“Kalau kita hanya keliling, mungkin yang bekerja belum pulang. Momen setelah maghrib itulah pas untuk sosialisasi,” jelasnya.

Sehingga, ide sosialisasi lewat pelantang rumah ibadah pun muncul. Akhirnya, toa masjid dimanfaatkan untuk sosialisasi prokes.

 

Penanganan Limbah Medis dengan SIMOLI

Puskesmas Rampal Celaket juga mengusung program penanganan limbah medis. Yakni Sistem Monitoring Limbah (SIMOLI).

“Simoli itu programnya kesehatan lingkungan. Jadi kita laksanakan pemantauan dari lingkungan,” ujar Ali.

Simoli merupakan cara pemantauan kesehatan lingkungan. Termasuk, cara penanganan limbah medis.

Dr Moh Ali Sahib, Kepala Puskesmas Rampal Celaket.

Menurut Ali, SIMOLI acapkali dipaparkan di kampung-kampung tangguh. Karena, SIMOLI memberi kerangka jelas dalam penanganan limbah medis.

Ali mengapresiasi dukungan Pemkot Malang dan Dinkes. Karena, kampung tangguh dan pemerintah berkolaborasi.

“Yaitu, integrasi dengan kampung tangguh menjadi tim khusus kecamatan. Peran sertanya memang di situ. Untuk menekan penyebaran Covid-19,” tutupnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Dinkes Bagikan Teknik Kampanye Kesehatan

Diterbitkan

||

Seminar Sosialisasi Komunikasi Perubahan Perilaku Covid-19, oleh Dinkes Kota Malang.

 

KABARMALANG.COM – Dinas Kesehatan Kota Malang terus berupaya memutus penyebaran Covid-19. Salah satu caranya, adalah dengan kampanye protokol kesehatan.

Dari situlah, Dinkes mengadakan seminar. Tajuk seminar ; sosialisasi komunikasi perubahan perilaku Covid-19 untuk pemberdayaan masyarakat.

Agenda Senin pagi (30/11) tersebut dihelat Hotel Gajahmada Graha. Pesertanya sebanyak 100 orang. Mereka adalah kader posyandu dan Saka Bakti Husada (SBH).

Seminar tersebut menghadirkan pemateri dari Pemprov Jatim. Yaitu, Ismayani, Staf Seksi Promosi Kesehatan Dinkes Pemprov Jatim.

“Intinya, bagaimana kader posyandu dan SBH bisa kampanye kesehatan. Yang perlu dikampanyekan kepada masyarakat, adalah 3M,” kata Ismayani, kepada wartawan, di Hotel Gajahmada Graha, Senin (30/11).

Ismayani menyebut Dinkes gencar sosialisasi sampai ke tingkat bawah. Setelah kampanye kesehatan, tinggal masyarakatnya saja yang mengubah perilakunya.

“Dinkes sudah gencar. Meskipun, mengubah perilaku tidak semudah membalikan telapak tangan. Tapi kami terus berusaha,” jelasnya.

Menurutnya, problem kesehatan masyarakat bergantung pada dua hal. Yaitu, perilaku dan lingkungan.

“Oleh karenanya, kenapa selalu ada sosialisasi Kasi Promosi Kesehatan. Tujuannya untuk pemberdayaan masyarakat,” terangnya.

 

Peran Kader Posyandu dan SBH

Seminar tersebut bagian dari pembinaan kader Posyandu dan SBH. Mereka diharap menjadi ujung tombak sosialisasi 3M.

“Harapannya mereka bisa menerangkan kepada masyarakat. Bahwa covid-19 ini masih ada dan benar-benar nyata,” terang Dyah Setyati, Kasi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Kota Malang kepada Kabarmaang.com.

Dyah mengatakan kader kesehatan posyandu harus dilibatkan dalam seminar. Agar mereka terjun ke masyarakat untuk sosialisasi protokol kesehatan.

“SBH itu dari unsur pramuka. Mereka bisa diberdayakan untuk penyuluhan kepada masyarakat di wilayahnya,” tambahnya.

Dyah Setyati, Kasi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Kota Malang.

Tujuan akhir semua kegiatan ini adalah kepatuhan protokol kesehatan. Diharap, masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan.

Seperti yang sudah digaungkan pemerintah sejak Maret lalu. Dinkes Kota Malang sudah gencar sekali sosialisasi pencegahan Covid-19.

“Agar masyarakat mengubah perilakunya. Dari yang dulu merasa biasa-biasa saja tanpa 3M. Mereka harus terbiasa. Karena situasi mengharuskan mereka sepeti itu,” jelasnya.

Dinkes tidak henti-hentinya melakukan penyuluhan. Baik melalui kader posyandu, SBH, maupun media massa.

“Harapannya masyarakat tetap melaksanakan protokol 3M dan hindari kerumunan. Karena ini musim dingin, perlu waspada demam berdarah juga,” ungkapnya.

Dia berpesan agar masyarakat selalu menggunakan masker. Jaga jarak dan cuci tangan harus dilakukan kapanpun.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Disparbud Kabupaten Malang
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Perumda Tirta Kanjuruhan

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com