Connect with us

Wisata

Kampung Tempe Beji Menuju Desa Wisata Edukasi

Diterbitkan

,

Produksi sentra tempe di Beji, yang akan diproyeksi sebagai desa wisata. (Foto : Arul)

KABARMALANG.COM – Kampung tempe Desa Beji Kota Batu akan diresmikan Oktober ini. Kampung tempe akan menjadi desa wisata.

Kampung tempe akan berpusat di Dusun Krajan Sae Konsep tempat wisatanya adalah wisata edukasi.

Wisatawan yang berkunjung nantinya akan diajari cara mengolah kedelai. Baik untuk menjadi kripik tempe ataupun tempe konvensional.

“Karena kedelai bisa diolah menjadi berbagai macam makanan. Kami juga memiliki kedelai telor. Ini sebagai ganti makanan ringan kacang telor,” kata Sulis Adriani, produsen tempe di Kampung Tempe.

Budaya makan tempe harus terus dilestarikan. Karena selain menyehatkan, juga sangat murah. Itu jika dibandingkan dengan makanan lain.

“Kami harap branding kampung tempe bisa mengangkat ekonomi,” imbuhnya.

Pemkot Batu diharap memberi sentuhan kampung tempe. Kampung Tempe sekarang hanya terkenal sebagai sentra tempe saja.

“Dari sektor kebersihan dan branding perlu diperbaiki. Kami setuju kalau diresmikan sebagai desa wisata,” ungkap Sulis.

Terpisah, Kades Beji Deny Cahyono membenarkan rencana ini. Yakni, merealisasikan kawasan itu sebagai desa wisata.

Kampung Tempe telah diprogramkan menjadi destinasi wisata. “Tapi tahun depan. Bukan di tahun ini,” tandasnya ketika dihubungi oleh Kabarmalang.com.(arl/yds)

Wisata

Taman Rekreasi Kota Malang Sudah Buka Kembali

Diterbitkan

,

Oleh

Firmansyah
Taman Rekreasi Kota Malang Sudah Buka Kembali
Taman Rekreasi Kota Malang lebih dikenal dengan Tarekot sudah dibuka kembali.

 

KABARMALANG.COM – Taman Rekreasi Kota Malang lebih di kenal dengan Tarekot yang terletak di area Balai Kota sudah di buka kembali, Jumat (1/7/2022).

Pantauan di lokasi yang di dapat Kabarmalang.com, bahwa Taman Rekreasi Kota Malang telah di buka untuk umum lagi.

“Sudah buka mas, mulai kemarin (Kamis),” ujar Yuda salah satu petugas yang berjaga di Tarekot, Jumat (1/7/2022).

Tarekot ini, dulunya menjadi primadona wisata warga Malang, apalagi di saat memasuki musim liburan sekolah tiba.

Apalagi lokasi Tarekot berada di tengah kota, membuat wisatawan lebih mudah untuk mengakses dan berkunjung ke tempat wisata ini.

Dan lagi, harga tiket masuk di Tarekot tergolong sangat murah.

Pengunjung yang datang bisa berenang sepuasnya, hanya dengan mengeluarkan biaya sebesar Rp 2.000 untuk tiket masuknya.

“Tiket masuk Rp 2.000 pengunjung bisa berenang sepuasnya,” kata Yuda.

Di Tarekot ini ada dua kolam renang, yang menjadi tujuan favorit para wisatawan yang datang.

Dengan di bukanya kembali Tarekot, kata Yudi, ia merasa senang. Dimana pada saat masih tutup, banyak yang datang kecewa.

“Senang mas, sudah dibuka. Semoga tidak tutup lagi,” pungkas Yuda.

Kondisi di dalam area kolam renang Torekot cukup bersih. Di bagian permainan anak-anak juga cukup terawat.

Namun, akses jalan di area Torekot yang berada di pinggir sungai Brantas itu terlihat kumuh dan banyak yang rusak.

Hal ini menyulitkan bagi siapapun yang mau lewat. Karena dipenuhi dengan dedaunan, ranting pohon, dan sejumlah beton yang telah rusak. (tik/fir)

Lanjutkan Membaca

Wisata

Selain Boonpring, Pemdes Bidik Produk UMKM di Sanankerto

Diterbitkan

,

Oleh

Carep-01
Selain Boonpring, Pemdes Bidik Produk UMKM di Sanankerto
Ekowisata Boopring di Desa Sanankerto, Kabupaten Malang (foto istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Pemerintah Desa (Pemdes) Sanankerto membidik kerajinan bamboo produk UMKM untuk di kembangkan.

Selain itu Pemdes Sanankerto tidak ingin hanya bergantung pada Ekowisata Boonpring.

“Kami juga ingin kembangkan pusat perajin bamboo untuk produk UMKM,” ujar Kepala Desa Sanankerto, Muhammad Subur.

Dia juga mengatakan sejumlah hal untuk dapat kembali mengungkit pendapatan asli desa (PADes) nya.

Dimana setelah kurang lebih selama dua tahun, PADes Sanankerto merosot cukup signifikan akibat pandemi Covid-19.

Saat sebelum pandemi Covid-19, Ekowisata Boonpring sebagai salah satu wisata andalannya bisa mendapat PADes hingga sebesar Rp 900 juta.

Namun selama pandemi, PADes Sanankerto merosot dan hanya tinggal Rp 150 juta.

“Padahal dulu sebelum pandemi, kami sempat meraup pendapatan asli desa sampai Rp 900 juta. Sekarang, kami mulai pulih,” ucapnya.

Subur menilai pengembangan dan bisnis desa harus dilakukan dan saat ini ia membidik berbagai program usaha agar pendapatan Bumdes bisa bertambah dari sumber lain.

“Bumdes harus membuat unit tidak hanya berbasis wisata. Saat pandemi kami habis. Kami ingin kembangkan bumdes luar sektor pariwisata,” terangnya.

Karena ada sumberdaya air, kata Subur kenapa tidak bikin air kemasan.

BACA : Boonpring, Eco Wisata Berbasis Kehijauan Bambu di Sanankerto Turen

Menurut Subur, saat ini rata-rata pengunjung pada akhir pekan sekitar 1000-an orang, jumlah pengunjung saat akhir pekan akan terus meningkat.

“Saat lebaran kemarin bahkan bisa sampai 2500 per hari. Ini mengganti masa pandemi selama dua tahun,” ucapnya.

“Saat itu kami libur panjang, tidak ada pemasukan, dan pendapatan asli desa kami merosot,” Subur mengakhiri. (carep01/fir)
 

Lanjutkan Membaca

Wisata

Bromo Tetap Buka, Wisatawan Di Batasi 50 Persen

Diterbitkan

,

Oleh

Firmansyah
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) menginformasikan bahwa wisatawan yang berkunjung ke Bromo masih di buka (foto istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) menginformasikan bahwa wisatawan yang berkunjung ke Bromo masih di buka.

Meski Malang Raya status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3.

Kepala Sub Bagian Data, Evaluasi dan Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS), Syarif Hidayat dalam hal tersebut membenarkan.

“Kebetulan, ketiga kawasan penyangga itu masih berstatus PPKM Level 2. Kalau di tutup seperti sebelumnya nanti akan repot,” ungkapnya, Jum’at (18/2/2022).

Padahal sebelumnya BB TNBTS menutup akses dari kawasan penyangga yang menerapkan PPKM Level 3.

Sebab, lanjut Syarif, akses menuju destinasi wisata bromo berada di empat kawasan penyangga. Yakni Kabupaten Malang, Pasuruan, Probolinggo, dan Lumajang.

“Jadi Kabupaten Malang hanya sebagai akses masuk saja untuk menuju kesana,” terangnya.

Namun meski akses destinasi wisata TNBTS masih di buka, Syarif menegaskan bukan berarti kunjungan wisatawan bebas masuk semua. Tapi tetap dibatasi 50 persen.

“Rinciannya, batas kuota kunjungan wisata perhari untuk Bukit Cinta 62 orang, Bukit Kedaluh 214 orang, penanjakan 444 orang, Mentigen 110 orang dan Savana Teletubbies 648 per hari,” jelasnya.

Begitupun penerapan untuk protokol kesehatan dijalankan secara ketat.

“Pengunjung juga wajib yang vaksin, minimal 1kali,” katanya.

Seperti menyediakan tempat cuci tangan, menggunakan masker dan memiliki aplikasi peduli lindungi.(carep04/fir)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com