Connect with us

Hukrim

Cemarkan Nama Baik, Mantan Pegawai Klinik Diadukan Polisi

Diterbitkan

||

Yayan Rianto SH kuasa hukum PT Halim Hasanah Medika

 

KABARMALANG.COM – Direktur PT Klinik Halim Hasanah Medika mengadukan mantan pegawainya, Try Hendra Adisetya Saputra ke Polres Malang. Pengaduan tersebut terkait pencemaran nama baik klinik yang dipimpin Hani Alfiayutlaili Mufida.

“Ya, Putra diadukan karena diduga mencemarkan nama baik klinik dan sangat merugikan klien saya,” ujar Yayan Rianto SH kuasa hukum PT Halim Hasanah Medika, Sabtu (29/08/2020).

Pengaduan ke Polres Malang itu dilayangkan pada 27 Agustus kemarin.

Menurut Yayan permasalahan ini sebenarnya hanya sepele. Putra ingin Surat Tanda Registrasi (STR) yang dibawa klinik itu dikembalikan. Namun, upaya Putra untuk meminta ini sangat tidak benar dan tidak kooperatif.

Putra ini, jelas Yayan, sempat bekerja di Klinik Pratama Klagen Medis, Tajinan, selama 2,5 bulan sejak Januari 2020 ini sudah banyak membuat pelanggaran di klinik. Antara lain sering memakai kaos, tidak menggunakan name tag, bahkan sampai merokok di dalam dalam klinik.

Hal itu membuat Direktur PT Halim Hasanah Medika memberinya peringatan. Puncaknya, Putra dikeluarkan dari grup konsul WhatsApp untuk dievaluasi. “Dikeluarkan dari grup itu bukan dipecat, tapi dievaluasi karena yang bersangkutan ada masalah disiplin,” sambung Yayan.

Karena dikeluarkan dari grup WhatsApp itulah kemudian Putra menganggak ia dikeluarkan secara kepegawaian atau dipecat sepihak. Putra kemudian melayangkan somasi dengan tembusan hingga ke Dinkes Jatim, IDI Malang, Polres Malang, hingga Menkes RI. Dalam somasi itu Putra juga menginginkan izin praktik klinik dicabut.

Diketahui, Putra juga meminta bantuan Kumdam V/Brawijaya untuk menangani masalah ini.

“Putra ini menyatakan klien saya menggelapkan STR, padahal bukan. Itu hanya kontrak kerja yang belum diselesaikan. Dia kemudian membuat somasi, membuat laporan. Salah satu tujuannya menutup dan mencabut izin praktik dokter,” lanjut Yayan.

Lebih lanjut Yayan mengatakan, kalau hanya soal STR sebenarnya mudah saja diselesaikan. Asalkan Putra meminta maaf dan mengakui perbuatannya. STR milik Putra juga disimpan baik oleh Hani Alfiayutlaili Mufida selaku direktur klinik.

“Kalau dia minta STR datang baik2 ya diserahkan. Apa hubungannya STR dan cabut izin praktik. Gaada hubungannya,” tegasnya.

Sementara itu, owner klinik PT Halim Hasanah Medika, dr Awwahun Halim, MMRS, mengatakan, tidak benar pihaknya memecat sepihak Putra.

“Persepsi dia keluar sendiri, padahal kita akan melakukan evaluasi pegawai. Dia juga sempat membalas di grup WA dan pasti dibaca kalau dikeluarkan dari grup itu hanya dievaluasi sampai batas waktu yang ditentukan,” ujarnya.

Karena itu, Halim masih memberi waktu Putra agar bisa diajak bicara terkait masalah ini. Pasalnya, Halim maupun Hani tidak bisa menghubungi Putra karena kontaknya diblokir.

“Kami menunggu itikad baik, kalau mau datang dan minta maaf ya akan diberikan STR nya. Kalau masih diperpanjang ya akan dibuktikan siapa yang benar,” ia berharap. (tik/fir)

 

Hukrim

Kapolresta Malang Kota Siap Antisipasi Balap Lari Liar

Diterbitkan

||

Oleh

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata

 

KABARMALANG.COM – Saat ini balap lari liar sedang marak terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Balap lari liar tersebut layaknya balap motor liar, yakni satu lawan satu, biasanya dilakukan dini hari/tengah malam.

Mereka beradu kecepatan dengan berlari ditengah jalan dengan banyak penonton.

Untuk mengantisipasi hal tersebut terjadi di wilayah Kota Malang, Polresta Malang Kota akan mengintensifkan patroli keamanan di semua titik.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata meminta kepada masyarakat agar segera melaporkan bila melihat kegiatan tersebut.

“Terkait antisipasi balap lari liar, infokan saja ke kami, bila ada yang melihat. Petugas akan segera datang ke lokasi dan membubarkan kegiatan tersebut,” tegas Leo sapaan akrabnya, Jumat (25/09/2020).

Polisi siap memberikan tindakan tegas kepada para pelaku balap lari liar, apalagi sampai merugikan masyarakat.

“Pastinya akan kami proses, karena apa yang dilakukan mereka, sama sekali tidak mematuhi protokol kesehatan. Apalagi ada unsur perjudian didalamnya dan menganggu masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kasatlantas Polresta Malang Kota, AKP Ramadhan Nasution menambahkan jika pihaknya akan menggiatkan patroli dibeberapa titik di wilayah Kota Malang untuk antisipasi kegiatan balap liar.

Rama mengatakan walau saja di Kota Malang masih belum ditemui kegiatan serupa seperti yang terjadi di kabupaten, tetap akan dilaksanakan patroli.

Rama memberikan pesan kepada masyarakat untuk tidak ikut-ikutan kegiatan tersebut.

“Saat ini masih pandemi Covid-19. Lebih baik kita ikuti protokol kesehatan, sesuai apa yang dianjurkan pemerintah. Bila kami temukan kegiatan itu saat patroli, pasti akan kami tindak dan kami bubarkan langsung,” tegasnya. (fat/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Suket Teki Permudah Urus SKCK di Polres Malang

Diterbitkan

||

Oleh

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar saat meluncurkan Suket Teki di Polres Malang, Kamis (24/9/2020). (Foto: Imron Haqiqi).

KABARMALANG.COM – Bagi masyarakat Kabupaten Malang yang ingin mengurus SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) dan Surat Keterangan Kehilangan kini lebib mudah.

Pasalnya Polres Malang meluncurkan aplikasi berbasis online untuk mengurus kedua surat tersebut bernama Suket Teki.

Suket Teki merupakan akronim dari Surat Keterangan Catatan Kepolisian dan Surat Keterangan Kehilangan.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar mengatakan kehadiran layanan terbaru itu merupakan inisiatif dari satuan intelijen dan Keamanan Polres Malang. Tujuannya untuk memudahkan layanan masyarakat Kabupaten Malang yang berada di wilayah hukum Polres Malang.

“Saya apresiasi setinggi-tingginya kepada Sat Intelkam, yang berinisiatif membuat inovasi terbaru dalam pembuatan SKCK dan Surat Keterangan Kehilangan online. Nantinya, mulai hari ini dilaksanakan di jajaran Polres Malang,” kata AKBP Hendri Umar dalam apel peluncuran Suket Teki di lapangan Satya Haprabu Mapolres Malang, Kamis (24/9/2020).

Untuk mendukung aplikasi tersebut, Polres Malang menyediakan mobil operasional untuk memberi pelayanan SKCK dan Surat Keterangan Kehilangan di suatu wilayah Kabupaten Malang.

“Misalnya hari ini di Desa Tambakrejo, Kecamatan Ampelgading mengajukan untuk membuat SKCK dan Surat Keterangan Kehilangan, maka mobil ini meluncur ke sana. Selebihnya nanti akan stand by di tempat-tempat keramaian seperti Kepanjen dan Singosari,” tuturnya.

Sementara itu, Kasat Intelkam Polres Malang, Iptu Muhammad Riza Rahman menjelaskan, Suket Teki bakal beroperasi setiap hari. Bahkan, Hari minggu juga akan memberikan layanan kepada masyarakat.

“Kalau Polres yang lain hanya menghadirkan layanan perpanjangan SKCK saja, Suket Teki ini kami rangkai dalam pelayanan pembuatan SKCK baru. Hari minggu kita tetap beroperasi,” singkatnya. (ron/rjs)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Janjikan Samurai, Warga Pujon Kuras Korban hingga 18 Miliar 

Diterbitkan

||

Oleh

Dua tersangka penipuan yang tertangkap

 

KABARMALANG.COM – Atim Hariyono dan Sugeng Sutrisno warga Desa Ngroto Kecamatan Pujon Kabupaten Malang akhirnya tertangkap oleh jajaran Polres Batu setelah berhasil memperdayai korbannya selama 4 tahun dan berhasil menguras uang hingga mencapai Rp. 18 Miliar.

Dua laki-laki tersebut memperdayai korban dengan cara menjanjikan bahwa mereka bisa mencarikan sebilah samurai asli jeoang dan memiliki nominal harga yang bisa mencapai triliunan rupiah.

“Namun sebelumnya harus ada ritual khusus dan pembiayaan sehingga dari situlah tersangka mulai menguras harta korban,” tutur Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama pada Rabu siang (23/09/2020).

Harvi juga menerangkan bahwa dari stigma yang ditanamkan itulah akhirnya korban bersedia terus membiayai proses ritual tersebut karena khawatir tidak mendapatkan keuntungan.

Lebih lanjut, Harvi mengungkapkan bahwa dari ungkap kasus tindak kejahatan ini, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa puluhan ATM dan buku rekening berbagai bank, bukti resi transfer sejak tahun 2016, perangkat ritual seperti dupa, barang antik, keris, buku ritual dan doa, 1 unit mobil avanza, dan 1 unit mobil taft serta lainnya.

Harvi juga menambahkan dari kasus ini kedua tersangka dijerat pasal 378 tentang penipuan dengan ancaman hukuman pidana maksimal 4 tahun.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Batu, AKP Jeifson Sitorus menerangkan bahwa pelapor sebenarnya bukan dari korban sendiri namun dari anak korban. “Bahkan hingga saat terakhir dia masih percaya, anaknya yang curiga itulah yang melaporkan,” ujarnya.

Jeifson bahkan menerangkan ketika Atim Hariyono tertangkap, tersangka mengaku tidak pernah mandi. “Bahkan ketika hendak dimandikan ia juga tidak mau karena takut ilmunya luntur,” tukasnya. (arl/fir)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com