Pemerintahan
BMKG Catat Gempa Bumi Selama April Terjadi 69 Kali

KABARMALANG.COM – Badan Metereologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Karangkates, Kabupaten Malang catat gempa bumi selama bulan April 2021.
Gempa di Jawa Timur, termasuk Kabupaten Malang mencapai 69 kali selama April.
Dari sekian kejadian gempa bumi itu, kekuatan dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer terjadi sebanyak 60 kali.
Sementara, BMKG catat gempa bumi menengah terjadi sebanyak 8 kali.
“Magnitudo terkecil tercatat 2,1 Skala Richter dan terbesar 6,7 Skala Richter, yang sempat mengakibatkan kerusakan di beberapa wilayah 10 April lalu,” ungkap Kepala BMKG Stasiun Karangkates Kabupaten Malang, Mamuri, Sabtu (1/5).
Kabar Lainnya : BMKG Siapkan Gempa Buatan Simulasi Tsunami.
Namun, Mamuri mengatakan titik pusat gempa bumi itu tersebar di beberapa wilayah pulau Jawa.
“Rinciannya 62 gempa bumi terjadi di laut, dan 7 kejadian terjadi di darat,” tuturnya.
“Kalau gempa bumi 10 April lalu pusatnya di laut, akibat dari subduksi pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia,” jelasnya.
Kabar Lainnya : Ada 27 Kali Gempa Bumi Selama Bulan Ini.
“Sementara gempa bumi dangkal yang terjadi di darat merupakan akibat dari pergerakan patahan lokal di daerah tersebut,” imbuh Mamuri.
Mamuri membenarkan bahwa 10 April lalu merupakan peristiwa gempa bumi terbesar yang menyebabkan beberapa kerusakan.
“Namun tahun 2019 lalu juga pernah terjadi gempa bumi cukup besar, meski tidak mengakibatkan kerusakan. Yakni magnitudo 5,6 Skala Richter,” tuturnya.
Sementara itu, berdasarkan penelusuran Kabarmalang.com, beberapa gempa bumi yang terjadi di Malang Selatan serta mengakibatkan kerusakan yakni pada tahun 15 Agustus 1896.
Kala itu gempa bumi dalam skala intensitas VI MMI ini menyebabkan banyak rumah rusak di Wlingi dan Malang selatan.
Guncangan gempa terasa hingga daerah Brangah, Negororejo, Probolinggo.
Kemudian pada 20 November 1958 Malang kembali merasakan guncangan mencapai skala VII-VIII MMI.
Gempa ini merusak banyak rumah dan fenomena tanah terbelah sekaligus 8 orang tewas.Â
Selanjutnya gempa besar di Malang terjadi pada tahun 1962 dan 1963, dan terakhir pada 4 Oktober 1972.(im/yds)
Serba Serbi4 minggu yang laluPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 16 Juli 2026: Puncak Kemarau Didominasi Cerah, Batu Tembus 10°C dan Berpotensi Hujan Ringan
Serba Serbi3 minggu yang laluPromo PLN “Semangat Baru Makin Berdaya” 2026: Diskon Tambah Daya Listrik 50% Lewat PLN Mobile, Cek Syarat dan Cara Klaimnya!
Serba Serbi2 minggu yang laluDaftar Lengkap Hari Libur Nasional 2026: Cek Sisa Tanggal Merah dan Kalender yang Sudah Lewat
Serba Serbi2 minggu yang laluPanduan Seleksi CPNS 2026: Definisi Alur, Persyaratan Umum, dan Pemetaan Formasi Resmi SSCASN BKN
Pemerintahan1 minggu yang laluPembukaan Pusdiklat Paskibraka Kota Malang 2026: Wali Kota Wahyu Hidayat Gembleng 78 Pelajar Terbaik
Olahraga2 minggu yang laluTundukkan Blueblood FC 2-0, SSB Porma FC U-15 Tembus Semifinal Piala Soeratin U-15 2026 Zona Malang
Olahraga3 minggu yang laluPembukaan Manis Piala Soeratin U-15 Zona Malang: SSB Porma FC Cukur Diklat Persema 4-0 di Lapangan ARG Lawang
Pemerintahan4 minggu yang laluTingkatkan Ekonomi Ring I, PT MIP dan PT PPA Boyong Penggerak Sosial Studi Banding UMKM ke Malang dan Blitar































