Connect with us

Pemerintahan

Rayakan Hardiknas, Pelajar Disabilitas Kota Malang Gelar Pentas Seni dan Pameran UMKM

Diterbitkan

,

Pameran UMKM yang diadakan Yayasan Warung Inklusi Kota Malang di Gedung DPRD Kota Malang (Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Pelajar penyandang disabilitas di Kota Malang merayakan hari pendidikan nasional 2021 dengan gebyar pentas seni dan pameran UMKM, Minggu (2/5).

Pentas seni terhelat di lobby Kantor DPRD Kota Malang. Penyelenggaranya adalah Yayasan Warung Inklusi Kota Malang, bertajuk Kami Ada, Kami Bisa.

Sebanyak 51 pelajar dari TK hingga SMA menampilkan beragam kesenian. Mereka berasal dari 5 paguyuban dan beberapa komunitas disabilitas di Kota Malang.

Afifah Setiani, Direktur Yayasan Warung Inklusi Kota Malang mengamini. Ia mendorong anak-anak yang berkebutuhan khusus itu agar mampu merdeka dalam belajar.

“Jadi mengeksplor bakat dan potensi mereka (pelajar disabilitas) dalam pensi. Di sekolah-sekolah mereka kan pasti ada pembinaan dan pelatihan, sekarang potensinya mereka keluarkan,” ujar Afifah kepada Kabarmalang.com, Minggu (2/5).

Pelajar tuna netra menyuguhkan penampilan mendogeng, lalu pantomim, perkusi dan menyanyi.

“Intinya gebyar seni ini sangat keren, suara mereka bagus-bagus saat menyanyikan lagu religi,” terang Afifah.

Kemudian penyandang tuna rungu juga tak mau kalah. Mereka menampilkan pembacaan puisi menggunakan bahasa isyarat.

“Selanjutnya ada siswa SLB Yayasan Putra Pancasila penyandang tuna grahita menyuguhkan tari bebas dengan iringan lagu lir ilir,” tambahnya.

Selain agenda gebyar pensi, juga ada pemberian santunan kepada para pelajar berupa alat tulis, alat salat, sembako, dan uang santunan.

Kemudian pameran UMKM tangguh disabilitas juga tergelar di depan Kantor DPRD Kota Malang. Beragam produk UMKM tersaji, dari kuliner hingga kerajinan tangan.

“Jadi di yayasan warung inklusi ini ada program untuk pembinaan keluarga disabilitas untuk ekonomi. Jadi kita memberikan pelatihan, setelah itu pendampingan sampai mereka mandiri,” terangnya.

“Kita mencarikan dana untuk modalnya, baru setelah itu mereka mandiri dan mampu memasarkan, kita bantu juga untuk itu, kita pamerkan di sini (Gedung DPRD),” sambungnya.

Afifah mengharap melalui agenda gebyar pentas seni ini semakin menunjukkan potensi dan bakat gemilang pelajar disabilitas.

“Ini untuk mengetuk hati masyarakat, terutama pemerintah, bahwa kami (disabilitas) ini bukan hanya untuk obyek bantuan, tapi kami ada dan berpotensi,” ucapnya.

“Kami juga mempunyai bakat dan potensi yang bisa berkembang. Beri kami kesempatan untuk membuktikan bahwa kami bisa, itu harapan kami,” tambahnya.

Ia juga mengharapkan misi Pemkot Malang untuk menjadikan Kota Malang inklusi dan ramah disabilitas betul-betul terwujud.

“Harapan kami pemerintah benar-benar menganggarkan itu, peduli dan konsisten  dengan apa yang sudah mereka janjikan,” akhirnya. (fat/fir)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

PT KAI Bantu Pemkab Kelola Lahan Bekas Lokalisasi Girun

Diterbitkan

,

PT KAI Bantu Pemkab Kelola Lahan Bekas Lokalisasi Girun
Personel gabungan saat melakukan penggusuran rumah bekas lokalisasi Girun, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. (Foto: Imron Haqiqi)

KABARMALANG.COM – Pemerintah Kabupaten Malang tengah memikirkan pengelolaan lahan bekas perumahan lokalisasi Girun, Kecamatan Gondanglegi.

Plt Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat, Suwadji membenarkan. Dia sedang berkoordinasi dengan PT KAI serta Pemerintah Desa setempat untuk mengelola lahan tersebut.

“Kalau secara administrasi, lahan itu milik PT KAI. Oleh karena itu untuk pengelolaan perlu kita koordinasikan,” ungkapnya, Sabtu (8/5).

Suwadji mengaku siap mendorong jika suatu saat PT KAI berkehendak untuk memanfaatkan bekas lahan Girun itu.

Sementara itu, Deputi Vice Presiden PT.KAI Daop 8 Surabaya, Maryanto berkomentar senada dengan Suwadji.

Dia menilai bahwa lahan bekas lokalisasi Girun itu patut mendapatkan pengelolaan yang lebih baik.

Hanya saja, pengelolaan untuk komoditas apa, Maryanto mempersilahkan Pemerintah Kabupaten Malang untuk mencari solusi yang bagus.

“Kami tinggal menunggu Pemerintah Daerah, mau memanfaatkannya untuk apa, kami siap bantu. Karena kan yang tahu kebutuhan masyarakat kan Pemerintah Daerah,” tuturnya.

Bahkan, lanjut Maryanto, misalnya saja Pemerintah Kabupaten Malang menginginkan adanya usaha di kawasan tersebut.

Dia mengaku siap untuk mengkoordinasikan dengan Kementerian Perhubungan.

“Yang penting, kita harus menyadari bersama bahwa secara administrasi lahan itu tetap milik PT KAI,” akhirnya.

Sebelum ini, PT KAI dan Pemkab Malang membongkar bangunan-bangunan tempat praktik prostitusi di eks lokalisasi Girun.

Para penghuninya sudah mengosongkan area itu setelah mendapat sosialisasi dari PT KAI. Sehingga, pembongkaran Sabtu pagi tadi (8/5), berjalan lancar.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

PWI Malang Raya Support Petugas Penyekatan Mudik Di Malang

Diterbitkan

,

PWI Malang Raya Support Petugas Penyekatan Mudik Di Malang
Ketua PWI Malang Raya, Cahyono saat menyerahka minuman energi bagi petugas untuk berbuka puasa di pos penyekatan. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Pengurus PWI Malang raya sangat support semangat dan kerja tim gabungan TNI Polri dan Jajaran Pemkot Malang dalam penyekatan mudik.

Mereka tak pernah kendur untuk menegakkan aturan pendisiplinan dalam rangkang pencegahan penularan covid- 19.

Saat ini, para petugas dari Kodim, Polresta dan Pemkot memantau larangan mudik di titik-titik perbatasan masuk dan keluar Kota Malang.

Untuk mendukung tugas ini, pengurus PWI Malang Raya peduli memberikan support. Yaitu berupa makanan dan minuman kepada petugas di posko Ops Ketupat Semeru.

“Kami PWI Malang Raya merasa ikut merasakan perjuangan petugas tim gabungan yang bekerja siang malam. Para petugas ini jam kerjanya sama seperti wartawan. Yang membedakan hanyalah profesi,” ujar Cahyono Ketua PWI Malang Raya, Sabtu (8/5).

Menurut Cahyono, meski berbeda profesi, perjuangannya sama, yaitu bagi kemaslahatan masyarakat. Sehingga, PWI ingin mendukung kinerja para petugas.

“Perjuangannya sama. Kami bekerja sesuai kapasitas dan tugas jurnalis juga untuk kepentingan informasi bagi masyarakat umum. Begitu juga para petugas yang menegakkan prokes dan penyekatan,” terangnya.

“Kami bagikan minuman pengganti energi yang terkuras seharian ke beberapa titik pos pantau di Malang Raya,” terang Cahyono.

Sementara itu, selain exit tol Madyopuro, petugas juga melakukan penyisiran di tengah kota dan keramaian.

Misalnya, pos pengamanan operasi Ketupat Semeru di Jalan Sukarno Hatta.

Sabtu (8/5), sejumlah petugas sudah standby di sana untuk memastikan larangan mudik terlaksana.

Ada dua anggota Kodim 0833, Pelda Nur Rohim dan Serda Roni DA di sana.

Kemudian, lima anggota polisi yang dipimpin AKP Makrup. Selanjutnya, tiga petugas kesehatan, dua petugas Dinas Perhubungan serta dua anggota BPBD.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Penyekatan Mudik Kota Malang, Petugas Ketatkan Tol Madyopuro

Diterbitkan

,

Penyekatan Mudik Kota Malang, Petugas Ketatkan Tol Madyopuro
Petugas saat berjaga di penyekatan exit tol Madypuro. (Foto : Kodim 0833 Kota Malang)

 

KABARMALANG.COM – Penyekatan mudik di Kota Malang masih terus berjalan. Sabtu (8/5), petugas kembali mengetatkan penjagaan di exit tol Madyopuro.

Penyekatan mudik di Kota Malang ini menjadi misi utama selama libur lebaran. Sehingga, sejak awal persiapan penyekatan 6 Mei, petugas sudah membangun posko Ops Ketupat Semeru.

Pengamanan terpusat di pintu gerbang exit tol Madyopuro Kecamatan Kedunglandang Kota Malang.

Serka Setris, anggota Kodim 0833 Kota Malang, membenarkan. Dia bersama para pasukan pengamanan gabungan, sudah berjaga di lokasi penyekatan sejak pagi.

“Kami memantau dengan sif pagi sampai malam. Kemudian malam sampai pagi berganti sif lagi,” ujar Serka Setris, Sabtu pagi (8/5).

Penyekatan tersebut melibatkan sejumlah anggota TNI-Polri, Dinas Kesehatan, BPBD, Dinas Perhubungan dan Satpol PP.

Yaitu, Serka Setris, Sertu Gatot Muriyanto dan Serda Irianto dari jajaran TNI. Kemudian, 5 orang polisi dengan perwira Ipda Cahyo Nugroho.

Selanjutnya, dua ASN Dinas Kesehatan Kota Malang dengan pimpinan tim Erni. Kemudian, dua anggota BPBD dengan ketua tim Arifin juga ikut dalam penyekatan.

Setelah itu, dua anggota Dinas Perhubungan, ketua tim Sutiono. Serta, 5 orang anggota Satpol PP, ketua tim Rupita.

Serka Setris berharap masyarakat mematuhi penyekatan larangan mudik. Karena, kasus covid-19 masih mengancam dunia, termasuk Indonesia dan Kota Malang.

Bahkan, varian covid-19 yang menghancurkan India sekarang mulai masuk di Indonesia. Sehingga, Serka Setris berharap segala protokol dapat memberi panduan masyarakat.

Supaya, masyarakat terhindar dari paparan covid-19 maupun variannya.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com