Connect with us

Serba Serbi

Ada 27 Kali Gempa Bumi Selama Bulan Ini

Diterbitkan

,

KABARMALANG.COM- Stasiun Geofisika Malang mencatat ada 27 kali gempa tektonik sampai hari ini. Terakhir gempa yang terjadi dengan magnitudo 3,2 berpusat di tenggara Kabupaten Malang, pukul 07.05 pagi tadi. Gempa ini tak berdampak, karena skalanya kecil.

“Karena skalanya kecil, tidak ada dampak, pada gempa yang terjadi pukul 07.05 WIB tadi,” ungkap Kepala Stasiun Geofisika Malang, Musripan.

Dikatakan, gempa yang terjadi berpusat di tenggara Kabupaten Malang, dengan kedalaman 60 kilometer. Titik tepatnya di 8.90 Lintang Selatan, 112.60 Bujur Timur atau 84 kilometer tenggara Kabupaten Malang.

“Pusat gempa di kedalaman 60 kilometer, di 84 kilometer tenggara Kabupaten Malang,” katanya.

Musripan mengungkapkan, sudah tercatat
gempa tektonik beberapa kali terjadi. Namun, skalanya kecil antara 2.4 sampai magnitudo 4.8.

“Kami mencatat ada 27 kali gempa yang terjadi sampai hari ini. Skalanya dari magnitudo 2.4 sampai 4.8,” ujarnya.

Stasiun Geofisika Malang sendiri terus gencar memberikan sosialisasi kepada masyarakat, khusus yang tinggal di pesisir Kabupaten Malang.

Pemahaman akan dampak bencana diberikan, khususnya bila terjadi gempa bumi. “Salah satu yang perlu dipahami adalah masyarakat diharapkan mampu dan menguasai cara evakuasi mandiri jika terjadi bencana gempa,” ujar Musripan. (rjs/fir)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Serba Serbi

Apindo Kota Kabupaten Malang Donasi 190 Terpal Untuk Korban Gempa

Diterbitkan

,

Apindo Kota Kabupaten Malang Donasi 190 Terpal Untuk Korban Gempa
Perwakilan Apindo Kota Kabupaten Malang donasi terpal bagi masyarakat terdampak gempa di Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit. (Foto: Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Kepedulian terhadap warga terdampak gempa bumi di Malang 6,1 Magnitudo terus mengalir. Kali ini, Jumat (16/4) bantuan datang dari Apindo Kota dan Kabupaten Malang.

Mereka memberikan bantuan terpal berbagai ukuran. Jumlah terpal sebanyak 190 buah untuk wilayah Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, tepatnya di Desa Majang Tengah.

“Donasi ini untuk masyarakat Desa Majang Tengah, melalui Koordinator Posko Relawan, Bambang dan Babinsa Desa Majang Tengah, Kasiman,” ungkap Advokasi Apindo Kabupaten Malang, Agus Subyantoro di Desa Majang Tengah, Jum’at (16/4).

Kabar Lainnya : UMP Jatim Naik, Ini Harapan Apindo Kabupaten Malang.

Selain di Kecamatan Dampit, bantuan Apindo akan menyasar beberapa daerah lain yang terdampak gempa bumi, seperti Kecamatan Donomulyo dan Bantur.

Di sana mereka akan fokus memberikan bantuan kepada tempat ibadah yang terdampak gempa bumi.

“Bantuan terpal ini adalah bantuan pribadi dari salah satu anggota Apindo Kota Malang, Budi Utomo untuk korban gempa bumi melalui Apindo,” tuturnya.

Bantuan itu, menurut Agus masih tahap pertama. Selanjutnya Apindo juga akan memberikan bantuan kembali kepada warga terdampak gempa bumi.

“Bantuan terpal ini, harapan kami bisa membantu tenda personel relawan ketika membangun rumah warga nantinya,” ringkasnya.

“Selain itu, juga bisa juga menjadi alas bagi warga yang tidur di tempat pengungsian,” akhirnya.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Serba Serbi

Sumantri, Warga Malang Nekat Bersepeda Ke Jakarta Demi Baim Wong

Diterbitkan

,

Sumantri, Warga Malang Nekat Bersepeda Ke Jakarta Demi Baim Wong
Sumantri dan keluarganya. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Sejumlah grup Facebook beberapa waktu lalu ramai dengan konten Youtube Baim Wong yang menampilkan sosok warga Kabupaten Malang, yakni Sumantri.

Dalam konten itu, pria bernama asli Sumatriansyah itu menemui Baim Wong di kediamannya dengan menggunakan sepeda kayuh selama 11 hari.

Dia nekat bertolak ke Jakarta untuk menemui suami Paula Verhoeven itu.

Kini, Sumantri sudah kembali ke keluarganya di Malang, yang beralamat di Dusun Krajan, Desa Kanigoro, Kabupaten Malang.

Selasa (6/4) Kabarmalang.com menemuinya di kediamannya. Dia mengaku nekat menemui Baim Wong karena nge-fans padanya sejak lama.

“Saya ngefans atas sifat dermawannya Baim Wong,” ungkapnya.

Sebelum ngefans dengan Baim Wong, pria berusia 35 tahun itu mengatakan pernah ngefans juga dengan mendiang Olga Syahputra.

“Sama dengan Baim Wong, saya ngefans kepada Olga karena kedermawanan dan ketulusannya. Jadi, kedua artis itu punya tempat khusus di hati saya,” tuturnya.

Sumantri mengaku sudah sejak 2 tahun lalu punya keinginan besar bertemu dengan Baim Wong.

Namun, usahanya selalu menemui kendala baik dari sisi ekonomi maupun dari sarana yang bisa mempertemukannya.

“Sampai pada akhirnya saya bertekat bulat pada 4 bulan lalu, sekitar bulan Januari 2021. Namun, saya tertimpa musibah kesetrum saluran listrik saat mengecat rumah kakak,” ujarnya.

Alhasil, uang tabungan untuk berangkat ke Jakarta terpaksa menjadi biaya perawatannya. Ketika sudah cukup pulih dari perawatan medis, tekat Sumantri muncul kembali pada Senin (15/3) lalu.

“Dengan uang saku Rp 355 ribu dan sepeda kayuh pinjaman milik teman, saya berangkat ke Jakarta,” ujarnya.

Kabar Lainnya : Tips Lolos Tes CPNS, Konten Andalan Dosendeso.

Selama 11 hari menempuh perjalanan itu, Sumantri kerap mengalami suka duka. Dengan bekal Rp 355 ribu, dia selalu membeli satu bungkus nasi untuk 2 kali makan.

Meski begitu, uang saku itu pun tidak cukup untuk bekalnya sampai ke Jakarta. Alhasil, ia menghubungi keluarganya di Malang untuk mengirimi uang lagi sebanyak Rp 150 ribu.

“Di Cirebon itu juga, jas hujan saya hilang. Terpaksa saya harus menempuh perjalanan ke Jakarta dengan basah kuyup saat hujan turun,” bebernya.

Sementara itu, dia memilih sepeda kayuh sebagai alat transportasinya agar perjuangannya untuk menemui Baim Wong lebih berkesan dan punya nilai perjuangan.

Dia tidak memilih alat transportasi yang lain, seperti mobil atau kereta.

Tidak hanya itu, keberangkatannya menemui Baim Wong itu juga tidak diketahui oleh keluarga besarnya. Dia mengaku hanya izin untuk keluar sebentar ke Jakarta.

“Termasuk kepada ibu saya, saya hanya izin keluar sebentar ke Jakarta. Saya juga tidak bilang kalau saya berangkat menggunakan sepeda kayuh. Agar ibu saya tidak khawatir,” tutupnya.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Serba Serbi

Luncurkan Brand Kopi Marhaen Menang, GMNI Malang dukung Petani Kopi Malang Raya

Diterbitkan

,

GMNI Malang luncurkan Brand Kopi Marhaen Menang

 

KABARMALANG.COM – Kopi merupakan suatu minuman konsumsi favorit banyak orang. Semakin populer dan dekat di hati kalangan masyarakat Indonesia, khususnya di Malang.

Kopi kini hadir dengan berbagai varian. Perkembangan kopi saat ini sangat pesat, GMNI Malang luncurkan Brand Kopi Marhaen ala Bumi Arema.

Kopi Marhaen adalah campuran citra rasa dari Dampit dan gunung Kawi.

Ketua GMNI Malang, Bung Yongki mengatakan Brand Kopi Marhaen menang, diharapkan mampu mendorong para petani kopi di Malang Raya, agar bangkit bersaing di era kekinian, dan tidak tersudutkan di buminya sendiri.

Kopi Marhaen Menang tersedia jenis arabika sampai robusta

Kopi Marhaen Menang tersedia jenis arabika sampai robusta

“Brand kopi Marhaen ini di harapkan mampu mendorong para petani kopi di Malang Raya agar bangkit bersaing di era kekinian, dan para petani kopi ini tidak tersudutkan di buminya sendiri,” ujarnya, Minggu (4/4).

Yongki juga mengharapkan pemerintah agar tidak menutup mata dengan prodak petani lokal.

“Kehadiran pemerintah harus menyuport penuh petani-petani di Malang Raya ini,” pungkas Yongki.

Kopi Marhaen Menang, bekerja sama dengan kartika Jaya Kopi, jenis kopi yang tersedia dimulai dari jenis arabika sampai robusta, berpaduan citra rasa dari kopi Dampit dan Kopi Gunung Kawi. (carep-03/fir)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com