Connect with us

Serba Serbi

Dukung Ragam Industri Kreatif, Kickfest XIII Hadir di Malang

Diterbitkan

||

Telkomsel Kickfest XIII di Malang

KabarMalang.com– Kickfest kembali menghadirkan rangkaian pameran clothing di 3 kota besar di Indonesia. Rangkaian pameran diawali dari Telkomsel Kickfest XIII Malang yang akan digelar pada 6 – 8 September 2019 di Lapangan Rampal, dan pada 31 Oktober – 3 November 2019 di Bandung. Rangkaian kemudian berlanjut di Surabaya dengan nama acara Telkomsel The 11th Indie Clothing Expo (ICE) pada 6 – 8 Desember 2019.

Dengan mengusung tema ‘Unite’ acara diprakarsai oleh Telkomsel ini, menyerukan persatuan dan menjadi wadah untuk mengembangkan industri kreatif dengan kearifan lokal dan keberagaman. Kickfest XIII, juga akan menghadirkan ratusan clothing lintas kota, puluhan musisi dengan berbagai genre, komunitas yang beragam, kuliner yang berbeda rasa, dan banyak aktivitas seru.

General Manager Sales and Digitalization Management Area Jawa Bali Telkomsel Endra Diputra mengatakan, “Telkomsel sebagai operator seluler yang Paling Indonesia sangat mendukung perkembangan industri kreatif dan keberagamannya di Indonesia untuk menjadi salah satu tonggak yang dapat mengakselerasi kemajuan perekonomian nasional. Semangat tersebut kami tangkap pada Kickfest sehingga sejak tahun 2013, kami mendukung penyelenggaraan Kickfest sebagai title sponsor,” ujar Endra dalam siaran pers, Kamis (5/9).

Endra kemudian menambahkan bahwa ada banyak benefit bagi pelanggan Telkomsel dalam Kickfest XIII Malang yang dihadirkan pada dua buah lounge yakni Telkomsel Lounge dan Digital Lifestyle Lounge. Pada Telkomsel Lounge, pelanggan dapat melakukan upgrade sim card ke 4G dengan nomor tetap sama dan akan mendapat kuota bonus hingga 30GB, berfoto pada infinity photo booth, serta berbagai program lainnya.

Sementara itu pada Digital Lifestyle Loungepelangan berkesempatan mengikuti tantangan di Activity Bubble Room dengan beragam hadiah menarik, mencoba berbagai produk digital lifestyle Telkomsel seperti Dunia Games dan Langit Musik.

Kickfest XIII terus menggali aktivitas-aktivitas baru dalam hal fashion, kuliner, dan musik. Mulai dari creative area yang akan diisi dengan creative talk dan workshop dari narasumber professional di bidangnya, kuliner yang beragam dan semakin berwarna.

Belum lagi, shopping program dengan satu harga special untuk item apapun pada jam tertentu, pasar komunitas wadah untuk komunitas sebagai ajang komersial, memamerkan hasil karya, dan berinteraksi, sehingga bisa dikenal masyarakat luas, hingga extreme sport bekerja sama dengan MAINBASKET menghadirkan basket star dan kompetisi 3 on 3 serta bekerja sama dengan Bolang Sk8school menghadirkan kompetisi game of skate.

Program baru yang juga akan hadir pada Telkomsel Kickfest XIII adalah Ruang Ide yang menjadi wadah beberapa brand yang berkolaborasi dengan performer di Telkomsel Kickfest XIII seperti Realizm87 x Didi Kempot, Racuncinta x Iksan Skuter, dan Brigade 07 x Ecoride.

Lebih menarik lagi, Kickfest XIII di Malang menghadirkan sederet penampilan baik dari musisi lokal maupun nasional di dua stage, yakni Unite Stage dan Bhineka Stage. Musisi nasional dengan ragam genre akan memeriahkan Telkomsel Kickfest XIII di Malang seperti Ardhito Pramono, Didi Kempot, Efek Rumah Kaca, Iksan Skuter, Sal Priadi, Weird Genius x Midnight Quickie ft. Elian.

Selain musisi nasional, Telkomsel Kickfest XIII juga dimeriahkan oleh lebih dari 50 musisi lokal Malang seperti Berry Prima Reunion, Brigade 07, Coldiac, Marigold, Remissa dan Tani Maju.

“Melalui Telkomsel Kickfest XII kami juga mengajak masyarakat luas untuk mendukung gerakan less cash society yang dicanangkan pemerintah dengan menghadirkan pembayaran non tunai LinkAja dengan berbagai program dan promo, salah satunya yang paling menarik adalah cashback 20% untuk transaksi yang dilakukan di Telkomsel Kickfest XIII menggunakan LinkAja,” tutup Endra.

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Serba Serbi

Jelang Arema FC Jamu Borneo, Polres Malang Siapkan Laga Tanpa Penonton

Diterbitkan

||

Oleh

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar. (Foto: Imron Haqiqi).

 

KABARMALANG.COM – Kompetisi Shopee Liga 1 2020 yang dihentikan di pekan ke-3 pada Maret 2020 silam akan dihelat kembali mulai 1 Oktobee nanti.

Tim kebanggaan warga Malang Raya, Arema FC akan berlaga pada 13 Oktober nanti melawan Borneo FC di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Pada saat laga itu, Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar mengatakan sudah membuat beberapa persiapan untuk mengantisipasi antusiasme supporter Aremania. Sebab dalam laga itu, sebagaimana ketetapan dari manajemen liga 1.

“Kan pada setiap laga tidak boleh ada satu pun penonton. Tapi untuk antisipasi adanya antusiasme supporter nanti kita akan membuat antisipasi untuk memastikan tidak ada penonton,” terang saat dikonfirmasi, Sabtu (26/09/2020) sore.

Antisipasi yang akan dilakukan oleh jajaran Polres Malang menurut Hendri yakni berupa sterilisasi dan sosialisai, serta koordinasi dengan pihak panpel (panitia pelaksana).

“Untuk sterilisasi nanti kita akan berjaga di area Stadion Kanjuruhan. Tiga jam sebelum pertandingan nanti tidak boleh ada yang masuk lagi ke dalam Stadion,” ujarnya.

Lebih lanjut, pria kelahiran Solok, Sumatera Barat itu juga mengatakan akan melakukan sosialisasi di setiap kecamatan bersama Muspika, serta akan menyediakan layar agar supporter dapat menonton bareng (nobar) di kecamatan masing-masing.

“Nanti akan kita koordinasikan di setiap kecamatan. Supaya suporter tidak perlu hadir di Stadion untuk menonton klub kesayangannya (Arema, red),” tutup Hendri. (ron/rjs)

Lanjutkan Membaca

Serba Serbi

Di Bululawang Ada Pameran Bonsai Terbesar Pertama Kali Di Malang

Diterbitkan

||

Oleh

Salah satu jenis bonsai yang didisplay dalam pameran bonsai di Kecamatan Bululawang (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Bagi masyarakat yang hoby koleksi tanaman unik, di Malang kini ada pameran bonsai. Tepatnya di Rest Area Kecamatan Bululawang. Ada sekitar 270 bonsai yang mengikuti pameran regional yang digelar oleh PBB (Paguyuban Bonsai Bululawang) itu.

Setiap bonsai yang ikut dalam pameran bertajuk ‘Kabupaten Malang Bersemi’ itu nantinya akan dinilai oleh panitia. Salah satu panitia penyelenggara, Puguh Beni Wahyudi mengatakan pameran yang digelarnya itu merupakan yang pameran terbesar pertama kalinya di Kabupaten Malang.

Bahkan, tidak hanya dari Malang Raya, pameran bonsai diikuti hingga Kalimantan, Sumatera dan Bali.

“Ada dari Malang Raya, Jawa Timur, Kalimantan, Sumatera, Bali. Itu yang datang bonsainya saja, dikirim lewat paket, orangnya tidak ikut,” kata Puguh, Jumat (25/09/2020).

“Penilaiannya meliputi bentuk, umur, keserasian dengan pot. Lebih tua, bonsai itu lebih bagus. Ini bukan berdasarkan ukuran. Pohon apa saja bebas. Cuma satu kelas, regional,” terangnya.

Puguh pun menyebutkan, pada umumnya ada empat kelas pameran bonsai. Prospek, regional, madya dan utama.

“Prospek ini yang masih bahan saja. Regional setengah jadi. Madya itu yang baik sekali bisa dapat sertifikat untuk ikut utama,” ucapnya.

Pada pagelaran pameran bonsai itu, penyelenggara tidak lupa menerapkan protokol kesehatan. Pengunjung pameran dibatasi maksimal 20 orang.

“Demi kesehatan dan keamanan. Biar gak berjubel di dalam, juga demi keamanan bonsai itu sendiri,” tukas Puguh. (haq/fir)

Lanjutkan Membaca

Serba Serbi

Pembuatan Batik, Sandhya Nusantara Berdayakan Masyarakat Sekitar

Diterbitkan

||

Oleh

Pemberdayaan masyarakat di RW 03 Kelurahan Sukun dalam proses pembuatan batik

 

KABARMALANG.COM – Pemberdayaan masyarakat di RW 03 Kelurahan Sukun, Kota Malang pada Jumat (25/09/2020). Ini dilakukan Sandhya Nusantara dalam proses pembuatan batik.

Selain sebagai galeri dan toko menjual batik, tempat tersebut juga sebagai rumah. Galeri Sandhya Nusantara ini dikelola oleh Nena Bachtiar.

“Jadi awalnya itu, saya sendiri adalah penyuka batik. Suka dengan budaya-budaya Indonesia,” ujarnya, kepada Kabarmalang.com.

Kemudian, lanjut Nena, ikut pelatihan mandiri karena pada waktu itu pelatihan dari instansi masih belum ada. Ketika, ada pelatihan dari instansi akhirnya ia diundang setelah itu Nena memberdayakan masyarakat sekita.

Nena mengatakan, bentuk pemberdayaan yang diberikan kepada masyarakat dengan mengadakan pelatihan membatik bagi ibu-ibu di RW 03 diantaranya nyanting dan pewarnaan.

“Kalau ada pesanan, kita mengajak ibu-ibu. Ada yang nyanting dan pewarnaan. Sandhya Nusantara beranggotakan 15 orang dari RW 03,” katanya.

Untuk pemesanan dari luar Kota Malang juga ada, seperti dari Surabaya dan Nusa Tenggara Barat. Terakhir, ada mahasiswa dari Malaysia, datang melalui akses dari Universitas Brawijaya.

“Sebelum ada pandemi kita ada pesanan baik itu custom, seragam, dan lainnya. Saat pandemi kita terimbas, alhamdulillah pesanan custom tetap ada, walaupun gak sekencang sebelumnya,” lanjutnya.

Nena berharap, pemberdayaan untuk ibu rumah tangga ini bisa meningkatkan perekonomian mereka sendiri maupun untuk masyarakat. (fat/fir)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com