Serba Serbi
Ini Resiko Rokok Elektrik Bagi Kesehatan

Kabarmalang.com – Banyak orang, khususnya remaja mendapatkan perawatan di rumah sakit, akibat mengalami sakit paru-paru parah setelah menghisap rokok elektrik. Akan tetapi, pejabat kesehatan Amerika Serikat (AS) belum mengetahui penyebab pasti kasus tersebut.
Dalam pernyataannya, Departemen Kesehatan di negara bagian Illinois, Minnesota, dan Wisconsin mengatakan para pasien mengalami gejala batuk, sesak napas, pusing, dan kelelahan.
Penggunaan rokok elektrik masih diperdebatkan mengenai efek sampingnya. Beberapa pihak mengklaim, lebih aman dibandingkan rokok biasa.
Tagar.id melalui lamannya merinci beberapa efek samping dari rokok elektrik sebagaimana dilansir dari AloDokter.
1. Meningkatkan Risiko Penyakit
Cairan yang digunakan untuk rokok elektrik sebagian besar mengandung zat nikotin. Dalam jangka panjang, zat nikotin dapat mengakibatkan naiknya tekanan darah dan denyut jantung, diabetes tipe 2, penyakit jantung, serta peningkatan risiko terkena resistensi insulin.
2. Risiko Kanker
Kandungan formaldehida pada sebagian merek cairan rokok elektrik dapat menyebabkan kanker. Tak hanya itu, beberapa bahan dasar cairan ini, seperti propelin glikol dan gliserol bisa berubah menjadi formaldehida jika dipanaskan. Oleh karena itu, penggunaan rokok elektrik dianggap dapat meningkatkan risiko kanker, seperti kanker paru-paru.
3. Risiko Kerusakan Paru-paru
Umumnya, asap rokok elektrik memiliki aroma yang lezat, seperti aroma makanan. Namun, aroma lezat yang dihasilkan olehnya berasal dari zat berbahaya bernama diasetil. Jika terhirup, zat tersebut bisa mengakibatkan peradangan serta kerusakan pada paru-paru serta berisiko mengakibatkan penyakit bronchiolitis obliterans atau paru-paru popcorn.
adalah penyakit paru-paru langka, di mana bronkiolus atau saluran napas terkecil dalam paru-paru mengalami kerusakan permanen.Bronchiolitis obliterans adalah penyakit paru-paru langka, di mana bronkiolus atau saluran napas terkecil dalam paru-paru mengalami kerusakan permanen.
4. Penurunan Daya Ingat
Pengguna rokok elektrik populer digunakan di kalangan remaja dan dewasa muda. Sejumlah penelitian hingga saat ini mengungkapkan bahwa kandungan nikotin dalam rokok elektrik bisa membuat remaja menjadi lebih aktif.
Akan tetapi, dalam jangka panjang, kandungan nikotinnya bisa menyebabkan terganggunya daya ingat dan konsentrasi. Apalagi jika pengguna rokok elektrik juga mengonsumsi rokok bakar, alkohol, dan narkoba.
5. Menyebabkan Kecanduan
Pengguna rokok elektrik bisa mengalami efek samping berupa rasa kecanduan. Saat berhenti menggunakannya dapat membuat penggunanya mengalami stres, mudah marah, gelisah, hingga sulit tidur.
Efek samping rokok elektrik sejauh ini masih belum diketahui secara pasti, sehingga tetap perlu diwaspadai karena mungkin saja lebih buruk daripada rokok biasa.
Dibandingkan rokok bakar, asap rokok elektrik seringkali dianggap lebih aman bagi perokok pasif, karena kadar zat beracun dan bahan iritan di dalamnya lebih rendah. Akan tetapi, bila terhirup oleh orang-orang di sekitarnya tetap bisa menyebabkan iritasi mata, batuk pilek, sesak napas, serta pusing.
Penulis : Redaksi
Sumber : Tagar.id
Peristiwa2 minggu agoGeger Penemuan Jasad Bayi Laki-laki di Saluran Irigasi Sawah Sukonolo Bululawang, Polres Malang Buru Pelaku
Serba Serbi2 minggu agoPromo JSM Superindo Malang Hari Ini 3–5 Juli 2026: Ayam Segar dan Minyak Goreng Diskon Besar!
Pemerintahan3 minggu agoTekan Fenomena Fatherless di Momentum Harganas 2026, Pemkot Malang Gencarkan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah
Serba Serbi2 minggu agoPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 5 Juli 2026: Dominasi Cerah Terik, Waspada Suhu Dingin Batu dan Kabut Malam Hari
Peristiwa2 minggu agoRampok Honda Jazz Putih di Sumberpucung, Pelaku Curas Viral Diringkus Polres Malang Saat Hendak Jual Mobil
Olahraga3 minggu agoHasil Piala Dunia 2026: Gol Telat Martinelli Bawa Brasil Menang Dramatis 2-1 dan Singkirkan Jepang di Babak 32 Besar
Serba Serbi2 minggu agoRamalan Zodiak Besok Jumat 3 Juli 2026: Cancer dan Capricorn Banjir Cuan, Sagitarius Wajib Waspada!
Serba Serbi2 minggu agoSitus Resmi BMKG Luncurkan Sistem Informasi Real-Time Terpadu: Antisipasi Dampak Puncak Kemarau 2026































