Connect with us

Serba Serbi

Olahraga Sebelum Tidur, Patut Dicoba

Diterbitkan

||

Olahraga Sebelum Tidur, Patut Dicoba

Kabarmalang.com – Bukan rahasia lagi bahwa olahraga sangat bermanfaat bagi tubuh. Namun, bagi pekerja kantoran akan terasa sulit menyisihkan waktu untuk berolahraga di pagi hari. Waktu luang hanya ada saat sore atau malam hari saja.

Tetapi banyak orang yang beranggapan, bahwa olahraga malam bisa berdampak negatif pada siklus tidur. Benarkah demikian?. Pada dasarnya, semua boleh melakukan olahraga sebelum tidur di malam hari. Asal tidak mengganggu pola dan siklus tidur. Namun jika memiliki gangguan tidur tertentu, maka disarankan untuk melakukannya.

Para pakar memang tidak merekomendasikan olahraga di malam hari. Tetapi, seperti dikutip dari kompas.com, penelitian terbaru dari Institut Teknologi Konfederasi Zürich menyatakan bahwa olahraga di malam hari boleh saja untuk dilakukan.

Tidak hanya itu, olahraga sebelum tidur justru berguna untuk membantu kita agar dapat tidur pulas dengan lebih cepat dan durasi tidur nyenyak yang lebih lama.

Meski demikian, tetap ada syarat yang harus dipenuhi. Kita harus menghindari jenis olahraga yang sangat melelahkan atau berintensitas tinggi, setidaknya satu jam sebelum tidur.

Pasalnya, jika berolahraga dalam waktu kurang dari satu jam sebelum tidur, kita akan butuh waktu lebih lama untuk tertidur dan kualitas tidur menjadi buruk.

Jenis olahraga ringan sebelum tidur yang dapat dicoba Seperti yang telah disebutkan di atas, kita dianjurkan untuk menghindari jenis olahraga berat pada malam hari.

Cukup olahraga ringan untuk meregangkan otot-otot agar dapat lebih rileks sekaligus melepas stres sepanjang hari. Ketika tubuh dan pikiran tenang, kita pun dapat lebih mudah tertidur.

Beberapa olahraga ringan yang dapat menjaga kesehatan tubuh dan meningkatkan kualitas tidur misalnya yoga, pilates, peregangan otot, dan relaksasi.

Di samping olahraga sebelum tidur di malam hari, kita pun bisa mencoba teknik meditasi agar pikiran bisa lebih tenang. Pertama, ciptakan suasana hening dan redup. Kemudian, duduklah di lantai dengan posisi yang nyaman.

Jangan lupa untuk melepaskan alas kaki dan memejamkan mata. Tarik napas dalam-dalam melalui hidung, dan keluarkan melalui mulut. Jernihkan pikiran dan fokuskan pada pernapasan. Meditasi baik untuk dilakukan selama beberapa menit. Durasi idealnya adalah selama 25 menit per hari.

Sementara untuk waktu terbaik melakukan olahraga, setiap orang akan berbeda-beda. Tubuh memiliki ritme sirkadian masing-masing, dan umumnya tidak bisa diubah.

Irama inilah yang akan menentukan kamu termasuk tim pagi atau malam. Ritme sirkadian memberi pengaruh terhadap fungsi tubuh, seperti tekanan darah, suhu tubuh, kadar hormon, dan detak jantung. Semua hal ini juga berperan penting dalam kesiapan tubuh seseorang untuk berolahraga.

Oleh sebab itu, kamu sebaiknya menyesuaikan waktu olahraga terbaik dengan ’jam tubuh’ tersebut, baik itu olahraga malam maupun pagi. Olahraga sebelum tidur di malam hari maupun saat bangun tidur di pagi hari, sama-sama bermanfaat asal dilakukan secara konsisten. (*)

 

 

Penulis : Redaksi 

Sumber : Kompas.com

 

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Serba Serbi

Jelang Arema FC Jamu Borneo, Polres Malang Siapkan Laga Tanpa Penonton

Diterbitkan

||

Oleh

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar. (Foto: Imron Haqiqi).

 

KABARMALANG.COM – Kompetisi Shopee Liga 1 2020 yang dihentikan di pekan ke-3 pada Maret 2020 silam akan dihelat kembali mulai 1 Oktobee nanti.

Tim kebanggaan warga Malang Raya, Arema FC akan berlaga pada 13 Oktober nanti melawan Borneo FC di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Pada saat laga itu, Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar mengatakan sudah membuat beberapa persiapan untuk mengantisipasi antusiasme supporter Aremania. Sebab dalam laga itu, sebagaimana ketetapan dari manajemen liga 1.

“Kan pada setiap laga tidak boleh ada satu pun penonton. Tapi untuk antisipasi adanya antusiasme supporter nanti kita akan membuat antisipasi untuk memastikan tidak ada penonton,” terang saat dikonfirmasi, Sabtu (26/09/2020) sore.

Antisipasi yang akan dilakukan oleh jajaran Polres Malang menurut Hendri yakni berupa sterilisasi dan sosialisai, serta koordinasi dengan pihak panpel (panitia pelaksana).

“Untuk sterilisasi nanti kita akan berjaga di area Stadion Kanjuruhan. Tiga jam sebelum pertandingan nanti tidak boleh ada yang masuk lagi ke dalam Stadion,” ujarnya.

Lebih lanjut, pria kelahiran Solok, Sumatera Barat itu juga mengatakan akan melakukan sosialisasi di setiap kecamatan bersama Muspika, serta akan menyediakan layar agar supporter dapat menonton bareng (nobar) di kecamatan masing-masing.

“Nanti akan kita koordinasikan di setiap kecamatan. Supaya suporter tidak perlu hadir di Stadion untuk menonton klub kesayangannya (Arema, red),” tutup Hendri. (ron/rjs)

Lanjutkan Membaca

Serba Serbi

Di Bululawang Ada Pameran Bonsai Terbesar Pertama Kali Di Malang

Diterbitkan

||

Oleh

Salah satu jenis bonsai yang didisplay dalam pameran bonsai di Kecamatan Bululawang (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Bagi masyarakat yang hoby koleksi tanaman unik, di Malang kini ada pameran bonsai. Tepatnya di Rest Area Kecamatan Bululawang. Ada sekitar 270 bonsai yang mengikuti pameran regional yang digelar oleh PBB (Paguyuban Bonsai Bululawang) itu.

Setiap bonsai yang ikut dalam pameran bertajuk ‘Kabupaten Malang Bersemi’ itu nantinya akan dinilai oleh panitia. Salah satu panitia penyelenggara, Puguh Beni Wahyudi mengatakan pameran yang digelarnya itu merupakan yang pameran terbesar pertama kalinya di Kabupaten Malang.

Bahkan, tidak hanya dari Malang Raya, pameran bonsai diikuti hingga Kalimantan, Sumatera dan Bali.

“Ada dari Malang Raya, Jawa Timur, Kalimantan, Sumatera, Bali. Itu yang datang bonsainya saja, dikirim lewat paket, orangnya tidak ikut,” kata Puguh, Jumat (25/09/2020).

“Penilaiannya meliputi bentuk, umur, keserasian dengan pot. Lebih tua, bonsai itu lebih bagus. Ini bukan berdasarkan ukuran. Pohon apa saja bebas. Cuma satu kelas, regional,” terangnya.

Puguh pun menyebutkan, pada umumnya ada empat kelas pameran bonsai. Prospek, regional, madya dan utama.

“Prospek ini yang masih bahan saja. Regional setengah jadi. Madya itu yang baik sekali bisa dapat sertifikat untuk ikut utama,” ucapnya.

Pada pagelaran pameran bonsai itu, penyelenggara tidak lupa menerapkan protokol kesehatan. Pengunjung pameran dibatasi maksimal 20 orang.

“Demi kesehatan dan keamanan. Biar gak berjubel di dalam, juga demi keamanan bonsai itu sendiri,” tukas Puguh. (haq/fir)

Lanjutkan Membaca

Serba Serbi

Pembuatan Batik, Sandhya Nusantara Berdayakan Masyarakat Sekitar

Diterbitkan

||

Oleh

Pemberdayaan masyarakat di RW 03 Kelurahan Sukun dalam proses pembuatan batik

 

KABARMALANG.COM – Pemberdayaan masyarakat di RW 03 Kelurahan Sukun, Kota Malang pada Jumat (25/09/2020). Ini dilakukan Sandhya Nusantara dalam proses pembuatan batik.

Selain sebagai galeri dan toko menjual batik, tempat tersebut juga sebagai rumah. Galeri Sandhya Nusantara ini dikelola oleh Nena Bachtiar.

“Jadi awalnya itu, saya sendiri adalah penyuka batik. Suka dengan budaya-budaya Indonesia,” ujarnya, kepada Kabarmalang.com.

Kemudian, lanjut Nena, ikut pelatihan mandiri karena pada waktu itu pelatihan dari instansi masih belum ada. Ketika, ada pelatihan dari instansi akhirnya ia diundang setelah itu Nena memberdayakan masyarakat sekita.

Nena mengatakan, bentuk pemberdayaan yang diberikan kepada masyarakat dengan mengadakan pelatihan membatik bagi ibu-ibu di RW 03 diantaranya nyanting dan pewarnaan.

“Kalau ada pesanan, kita mengajak ibu-ibu. Ada yang nyanting dan pewarnaan. Sandhya Nusantara beranggotakan 15 orang dari RW 03,” katanya.

Untuk pemesanan dari luar Kota Malang juga ada, seperti dari Surabaya dan Nusa Tenggara Barat. Terakhir, ada mahasiswa dari Malaysia, datang melalui akses dari Universitas Brawijaya.

“Sebelum ada pandemi kita ada pesanan baik itu custom, seragam, dan lainnya. Saat pandemi kita terimbas, alhamdulillah pesanan custom tetap ada, walaupun gak sekencang sebelumnya,” lanjutnya.

Nena berharap, pemberdayaan untuk ibu rumah tangga ini bisa meningkatkan perekonomian mereka sendiri maupun untuk masyarakat. (fat/fir)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com