Connect with us

Hukrim

Diduga Preteli Sparepart, Bos Ferso Automotive Dilaporkan ke Polisi

Diterbitkan

||

Bos Ferso Automotive dilaporkan ke polisi

 

KABARMALANG.COM – Bos Ferso Automotive dilaporkan ke polisi. Ferry diduga mempreteli sparepart atau suku cadang Mobil Hilux Double Cabin tanpa sepengetahuan pemiliknya.

“Laporan sudah di Polresta Malang Kota, kita laporkan dengan tuduhan penggelapan,” ujar Nur Hadi, Kuasa Hukum dari pemilik Mobil Hilux Double Cabin, Selasa (25/08/2020).

Nur Hadi menjelaskan bahwa kasus itu terjadi pada tahun 2017 silam. Saat itu kliennya, mengenalkan salah satu penjual mobil, sebut saja Dodik, kepada Pemilik Ferso Automotive Variasi Mobil Suhat Malang, Ferry Hartanto.

Setelah terjadi kesepakatan jual-beli, namun ditengah jalan, si pembeli (Ferry Hartanto) membatalkan pembelian mobil tersebut dengan beberapa alasan. Padahal sebagian uang pelunasan sekitar 70 juta sudah diterima oleh penjual (Dodik) dan sebagian uang tersebut telah terpakai untuk kehidupan sehari-hari.

“Jadi karena klien saya ini yang mengenalkan penjual kepada si pembeli akhirnya dia merasa ikut bertanggungjawab. Akhirnya klien saya memberikan jaminan mobilnya Hilux Doubel Cabin itu kepada si pembeli agar duit 70 juta yang nyantol itu segera dikembalikan, sebetulnya kaitan tanggungjawab itu bukan pada klien saya, dia hanya mengenalkan saja,” jelas Nur Hadi.

Lanjut Nur Hadi, sebagai solusi, sekitar September 2017, akhirnya Dodik dan Ferry membuat kesepakatan mekanisme pembayaran. Ketika ada mekanisme pembayaran tersebut, Dodik sudah melakukan penyicilan sekitar 10 juta. Selanjutnya, kesepakatan setiap bulannya harus membayar bunga jika tidak bisa membayar sesuai yang sudah disepakati.

“Setelah mereka berdua sepakat, akhirnya klien saya ini mengambil mobilnya di garasi Ferso Automotive. Di sana mobil tersebut sekitar mulai Maret sampai Agustus 2017. Saat itu diambilnya sore, namun keesokan harinya klien saya baru sadar dan melihat mobilnya sudah berubah, di duga Moulding Roof dibongkar, terus 4 ban beserta velg resingnya diganti standar, dan beberapa sparetpart diganti, lebih jelasnya soal ini ditanyakan kepada pihak kepolisian saja,” kata Nur Hadi.

Pembongkaran itu juga dibenarkan oleh mantan Pengawai Ferso Automotive, Stevanus Handoko. Ia diperintahkan langsung oleh Ferry untuk memindahkan beberapa sparepart dari mobil Hilux tersebut.

“Saat itu Pak Ferry yang delegasikan saya untuk menyuruh mekanik memindahkan Velg beserta 4 bannya, slebor depan kanan, Moulding Roof dan filter udara dari mobil Hilux hitam ke mobil Pak Ferry sendiri,” ujar Stevanus.

Karena dirasa tidak ada etikad baik untuk minta maaf dan mengembalikan hak yang bukan miliknya, maka Nur Hadi beserta kliennya melakukan somasi. Ketika somasi tersebut tidak ditanggapi maka laporan ke kepolisian.

“Sekitar 2019 2020 kita laporan ke kepolisian, perkiraan kerugian 15-30 jutaan,” sambungnya sambil menambahkan bahwa dirinya sedang berada di luar kota sehingga tidak membawa dokumen untuk kepastian tanggal pelaporan.

Saat ini, perkembangan kasus penggelapan tersebut, lanjut Hadi, sekira bulan Mei atau Juni 2020 lalu telah naik status menjadi tersangka.

“Prosesnya sudah sidik, sudah jadi tersangka, Ferry juga sudah dipanggil 2 kali tapi tidak datang, tersangka malah melakukan pra peradilan dan malah dimenangkan pihak kepolisian,” ujarnya.

Nur Hadi berharap tersangka segera di tahan demi keadilan, sebab secara subjektif, menurutnya kepolisian punya hak dimana apabila dihawatirkan tersangka kabur atau menghilangkan barang bukti.

“Jadi karna lamanya proses ini kejadian 2017 seharusnya untuk demi kehati-hatian sebetulnya kepolisian dapat menggunakan haknya untuk menahan, kami berharap ya ditahan,” ucap Nur Hadi.

Sementara, terkait proses penahanan Bos Ferso Otomotif itu dibenarkan oleh pihak kepolisian.

“Iya sudah ditahan, mohon maaf jika ini untuk keperluan pemberitaan saya tidak bisa jawab, langsung ke Kasat Reskrim saja ya,” pungkas Kanit I Pidum Polresta Malang Kota, Ipda Didik Triwahyu saat dimintai keterangan.

Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu mengaku masih mendalami kasus penggelapan oleh Bos Ferso Otomotif tersebut. Ia meminta waktu kepada wartawan agar bersabar menunggu data lengkapnya.

“Mohon maaf ya, nanti saya kabarin lagi, saya dalami dulu kasusnya,” AKP Azi Pratas Guspitu mengakhiri. (tik/fir)

Hukrim

Masa Pandemi dimanfaatkan oleh Bandar dan Pengedar Narkoba untuk Beraksi

Diterbitkan

||

Oleh

Kepala BNN Kota Malang, Agoes Irianto

 

KABARMALANG.COM – Saat ini, jumlah kasus narkoba yang ditangani oleh Polresta Kota Malang mengalami peningkatan. Hal ini menurut Kepala BNN Kota Malang, Agoes Irianto, karena pihak bandar dan pengedar memanfaatkan situasi pandemi Covid-19.

“Jadi sekarang situasi pandemi, dimanfaatkan masyarakat yakni bandar dan pengedar. Dia sudah tahu aparat penegak hukum sedang konsentrasi penegakan disiplin protokol covid, dia di belakang main itu,” ujar Agoes Irianto kepada Kabarmalang.com, Minggu (20/09/2020).

Terkait hal itu, Agoes mengatakan BNN terus mengantisipasinya, akan tetapi pihak pengedar dan kurir narkoba juga pandai untuk bersiasat menghindarinya. Agoes juga mengungkapkan bahwa saat ini di Kota Malang sedang tren pemakaian ganja, jika sebelumnya adalah sabu.

Untuk mengatasi hal tersebut dan terkait kerja-kerja BNN, ia sedikit membagi keresahannya, bahwa personil sumber daya manusia yang dimiliki BNN itu jumlahnya sedikit dan terbatas, tetapi jangkauannya banyak. Sehingga ia memanfaatkan agen pemulihan.

Menurut keterangan dari website resmi BNN, agen pemulihan adalah orang atau masyarakat yang tinggal di desa atau kelurahan, dan dipilih untuk diberikan pembekalan oleh BNN sebagai mitra dalam melakukan pemantauan dan pendampingan kepada masyarakat yang belum terkena penyalahgunaan narkotika ataupun yang telah melaksanakan rehabilitasi agar tidak terjerumus kembali. (haq/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Asyik Nongkrong di Warkop, Kurir Ganja Ditangkap

Diterbitkan

||

Oleh

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata saat konferensi pers

 

KABARMALANG.COM – Satreskoba Polresta Malang Kota menangkap TC (32), kurir narkotika. Dari tangan tersangka disita 3,5 ons sabu-sabu dan 3,5 kilogram ganja kering.

Saat ditangkap, TC kedapatan membawa satu poket plastik berisi sabu-sabu. Kemudian dari hasil penyelidikan, polisi menemukan barang bukti lain dari tangan tersangka.

Yaitu sabu-sabu seberat 3,5 ons dan ganja kering seberat 3,5 kilogram. Kepada polisi, TC mengaku hanya sebagai kurir dengan imbalan antara Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu.

“Tersangka atas nama TC (inisial), kelahiran Kediri, dan kost di wilayah Krian, Mojosari, Mojokerto. Barang diakui berasal dari AS yang sekarang kita jadikan DPO. Tersangka ini memiliki peran sebagai kurir,” kata Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata saat konferensi pers, Kamis (17/09/2020).

Tersangka mengaku, masih tiga bulan menjadi kurir narkotika. Ketika ditangkap, tersangka hendak mengantarkan barang sesuai pesanan dari AS.

“Barang bukti rencananya akan dikirimkan oleh tersangka, sesuai permintaan AS. Setiap pengiriman tersangka mendapatkan imbalan sebesar Rp 300 sampai Rp 500 ribu,” ujar Leonardus.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 112 ayat 2 dan Pasal 111 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. “Ancaman hukuman paling ringan lima tahun penjara,” tandas Kapolresta. (rjs/fir)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Selain Anggota, Kapolresta Leo Berikan Penghargaan Satpam yang Gagalkan Perampokan ATM

Diterbitkan

||

Oleh

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol. Leonardus Simarmata memberikan penghargaan kepada satpam yang menggagalkan perampokan ATM

 

KABARMALANG.COM – Upacara pemberian piagam penghargaan kepada anggota Polresta Malang Kota yang berprestasi dipimpin Kapolresta Malang Kota Kombes Pol. Leonardus Simarmata, Kamis (17/09/2020) di Halaman depan Polresta Malang Kota.

“Pemberian piagam penghargaan tersebut dalam rangka untuk meningkatkan prestasi personil Polresta Malang Kota,” kata Kapolresta Malang Kota.

Leo sapaan akrabnya dipanggil mengucapkan selamat kepada 9 anggota Polsek Sukun atas mengungkap Kasus penyalahgunaan ganja, serta 2 orang PT TAG telah berhasil menggagalkan pencurian dengan kekerasan di ATM mandiri Jl. Kawi atas Kec. Klojen Kota Malang

“Hal ini pencapaian prestasi luar biasa yang mana di pandemi Covid-19, anggota masih bisa mengungkap kasus dengan mengorbankan tenaga dan pikiran,” ujarnya.

Berikut nama – nama yang menerima piagam penghargaan adalah Anggota Polresta Malang Kota: Kompol Suyoto,SH.MH, Iptu Ma’ruf, S. Ap, Aiptu Eko Setyo Budi, Aiptu Lasmono, Aipda Musa Subana,

Kemudian Bripka Bagus Utoro, S. Psi, Bripka Randy Kusuma Afandi, Brigadir Sutanto dan Indra Kurnia Wardana Satpam PT. Tunas Artha Gardatama dan Riko Yurizal manitenant PT Aryha Gardatama.

Sebelum menutup sambutan Leo juga menyampaikan beberapa penekanan yaitu :

1. Tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa

2. Jangan sekali sekali mencoba, mendekati dan bermain dengan narkoba

3. Tingkatkan disiplin pribadi dan kesatuan

4. Pelihara Sikap dan tingkah laku dan Jalin hubungan baik dengan rekan dan Masyarakat

5. Bangun rasa sinergitas dengan TNI dan masyarakat

6. Anggota tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan tetap memakai masker, cuci tangan, olahraga, dan menjaga jarak. (tik/fir)

 

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com