Connect with us

Edukasi

BPJS Kesehatan Apresiasi Capaian UHC Kota Malang

Diterbitkan

,

KABARMALANG.COM – Terhitung sejak 1 Mei 2020, Kota Malang telah resmi mencapai Universal Health Coverage (UHC). Kota berpenduduk sebanyak 860.452 ini telah mendaftarkan seluruh penduduknya yang belum menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN KIS) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.

“Jumlah penduduk Kota Malang yang terdaftar sebagai peserta JKN-KIS saat ini telah mencapai 827.885 jiwa atau 96,22 persen dari total keseluruhan penduduk Kota Malang sudah ter-coverJKN-KIS per 1 Juli. Sebanyak 223.051 jiwa merupakan peserta PBI APBD Pemkot Malang,” ujar Kepala Cabang BPJS Kesehatan Cabang Malang Dina Diana Permata, Kamis (16/07/2020).

Menurutnya, PBI APBD Pemkot Malang telah menyasar 223,051 penduduk, lebih banyak dibandingkan PBI APBN Pusat hanya 120.000-an.

“Kalaupun nanti yang mampu terdaftar di PBI, bisa mencabut dan mendaftar sendiri untuk naik kelas. Selama pandemi ini, peserta turun kelas 195 orang, naik kelas 5 orang. Itu dari 2,5 juta peserta di Malang Raya. Nanti bisa mengajukan melalui aplikasi JKN atau datang ke cabang terdekat,” ucap Dina sapaan akrabnya.

Sebagai bentuk kontrol mandiri, Dina mengingatkan agar masyarakat Kota Malang tak segan-segan untuk mengecek status KK dan NIK-nya apakah sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS, khususnya peserta PBI. Sebab sebagian besar masyarakat belum mengetahui jika sudah didaftarkan PBI oleh Pemda setempat. Selain kartu BPJS masih dalam tahap pendistribusian pihak ketiga.

“Melalui Chat Asistant JKN (Chika) ini, peserta JKN–KIS dapat mengakses pelayanan untuk cek status peserta, cek tagihan, registrasi peserta, perubahan data fasilitas kesehatan, maupun informasi letak fasilitas kesehatan atau kantor BPJS Kesehatan terdekat,” beber Dina, didampingi Wenan Setyo Nugroho, Kepala Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan KC Malang.

Chika merupakan sarana pelayanan informasi dan pengaduan peserta JKN – KIS yang dapat diakses melalui media Facebook Messenger melalui akun BPJS Kesehatan RI, lewat telegram BPJSKes_bot, atau melalui Whatsapp ke nomor 08118750400. Nantinya sistem akan merespon apa yang menjadi kebutuhan dari peserta.

Mengingat saat ini dalam keadaan pandemi Covid-19, dimana berdampak pada perekonomian masyarakat, Dina berharap seluruh masyarakat Kota Malang dapat mengakses pelayanan kesehatan dengan mudah.

“Adanya jaminan kesehatan yang iurannya dibayarkan oleh Pemkot Malang, maka masyarakat Kota Malang tak lagi khawatir untuk kepastian status jaminan kesehatannya,” kata mantan Kacab BPJS Mojokerto ini.

Sebagai informasi, saat ini Peserta JKN KIS di Kota Malang dapat mengakses fasilitas kesehatan yang tersebar di seluruh penjuru Kota Malang. Terdapat fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) di Kota Malang yang terdiri dari 16 puskesmas, 21 dokter keluarga, 35 klinik pratama, 8 dokter gigi, serta fasilitas kesehatan tingkat lanjutan (FKTL) yaitu 20 rumah sakit dan 4 klinik utama. (ary/fir)

Edukasi

ITN Malang Pelopori Pembangunan PLTS 500 KWP Di Kampus 2

Diterbitkan

,

ITN Malang Pelopori Pembangunan PLTS 500 KWP Di Kampus 2
Prof Abraham Lomi saat menjelaskan pembangunan PLTS di kampus 2 ITN Malang, Karanglo. (Foto : Carep-04)

 

KABARMALANG.COMITN Malang mempelopori pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Jumat siang (5/3), ground breaking PLTS terhelat di kampus 2 ITN.

Rektor ITN Malang, Prof Dr Eng Ir Abraham Lomi MSEE membenarkan. PLTS ini merupakan yang pertama di pulau Jawa.

Tetapi, di seluruh Indonesia, ITN menjadi yang kedua. Karena, PLTS pertama sudah terbangun di Institut Teknologi Sumatera. Kekuatan energinya sekitar 500 KWP.

PLTS ini nantinya tak hanya bermanfaat untuk ITN saja. Namun, ITN akan mengekspor energi sisanya untuk PLN.

Sehingga masyarakat bisa merasakan manfaatnya. ITN bekerjasama dengan BUMN untuk pembangunan PLTS ini.

“Yakni PT Wijaya Karya dan juga PT Sun Energi. Kita punya lahan yang luas. Sehingga kemudian jadilah ini. Untuk proses pembangunan sekitar 4 bulanan,” jelasnya di kampus 2 ITN, Karanglo, Singosari.

Dia akan membangun sebuah kampus yang terintegrasi. Tentu energi yang ada tak mencukupi. Sehingga, tak menutup kemungkinan ITN akan menambah 500 KWP.

“Tetapi kembali lagi, PLTS bukan hanya untuk kebutuhan kampus. Bisa juga untuk riset mahasiswa dan dosen serta kampus lain,” ujarnya.

“Kami nantinya juga akan memberikan pelatihan manajemen energi. Terutama kepada daerah-daerah yang memiliki pembangkit seperti ini,” beber sabuk hitam Shorinji Kempo itu.

Direktur Operasi II PT Wijaya Karya ( Tbk) Harun Ahmad Zuhdi sepakat. PT ini adalah leader dalam renewable energi.

Bangsa Indonesia juga memiliki potensi energi terbarukan yang besar. Indonesia harusnya tidak hanya raja energi surya lewat PLTS. Tetapi juga geotermal dan lainnya.

“Saya tentu akan meng-campaign itu. Masak Indonesia nggak bisa menguasai itu. Padahal Indonesia ada semua. Tugas saya memprovokasi provider untuk membangun di Indonesia,” ungkapnya.

PLTS seperti di ITN akan memajukan bangsa. Berbagai macam pembangunan semakin mudah dengan melimpahnya energi.

Kabar Lainnya : Sutiaji Resmikan Listrik Surya Atap di SMPN 3 Malang.

Sementara, perwakilan PT Sun Energy, Reynaldi Wijaya menambahkan. PTLS akan terbangun secara on grid.

Sistem On-Grid merupakan sistem fotovoltaik. Yang hanya menghasilkan daya ketika jaringan utilitas PLN tersedia.

Sistem ini harus terhubung ke grid agar berfungsi. Kelebihan daya akan kembali ke sistem jaringan.

Misalnya, sel surya PLTS memproduksi daya berlebih. Sehingga ada surplus untuk penggunaan nanti.

Sistem On-Grid merupakan sistem paling sederhana. Sistem ini juga paling hemat biaya untuk menginstal energi panel surya. Tetapi sistem ini tidak memberikan daya cadangan selama pemadaman.

“Kapasitasnya tentu bisa expand lagi. Tergantung kemampuan kampus,” jelasnya.

Investasi PLTS ini sekitar Rp 7 miliar. PT Sun Energi juga akan mengeluarkan investasi penuh.

Sehingga kampus sama sekali tidak mengeluarkan dana. Tetapi kampus bertanggung jawab terhadap biaya operasional PLTS.

“Nanti kelebihan dayanya, kita akan ekspor ke PLN. Kita jalin kerjasama,” pungkasnya.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Vaksinasi Tahap 2, RSSA Suntik 1000 Guru Kota Malang

Diterbitkan

,

Vaksinasi Tahap 2, RSSA Suntik 1000 Guru Kota Malang
Suasana vaksinasi kepada guru di RSSA Kota Malang (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – RSSA Kota Malang melakukan vaksinasi tahap dua kepada 1000 tenaga pendidik di Kota Malang.

Vaksinasi kepada guru tersebut berlangsung pada 4-5 Maret 2021. Terhelat di Ruang Majapahit, lantai 3 RSSA Kota Malang.

Syaifullah Asmiragani, Wakil Direktur pelayanan dan Keperawatan RSSA Kota Malang membenarkan. Untuk hari Jumat (5/3) ini, vaksinasi menyasar guru SD.

“Untuk guru sudah kami kerjakan kemarin dan hari ini. Kalau memang ada kurangnya, pekan depan bisa kita lakukan lagi,” ujar Syaifullah kepada wartawan, Jumat (5/3).

“Hari ini untuk guru di 15 SD di Kecamatan Lowokwaru. Kami jatah per hari 500 vial. Kemarin 480. Hari ini 520-an. Jadi totalnya di angka 1000,” tambahnya.

Hari vaksinasi di RSSA adalah Selasa, Kamis dan Jumat. RSSA juga mampu melayani vaksinasi dalam jumlah besar.

Karena, RSSA sudah memiliki fasilitas, sistem, dan SDM.

“Tenaga yang kami rekrut juga dari kami sendiri. Mulai admin, perawat, vaksinator, dokter-dokter. Kami sudah melatih 80 vaksinator. Jadi nanti bergantian,” terangnya.

Disdikbud Kota Malang merinci ada 9873 tenaga pendidik sasaran vaksinasi. Yaitu guru TK hingga SMP.

Sehingga RSSA juga bekerja sama dengan fasyankes lainnya.

Kabar Lainnya : Monitor Covid-19, Walikota Malang Koordinasi ke RSSA dan UB.

“Kami kerjasama dengan beberapa rumah sakit. Misal, nanti dari rumah sakit lain tidak bisa meng-cover. Kami siap mem-back up,” jelasnya.

“Mulai SD, SMP, SMA sampai PT. Jadi beberapa rumah sakit terlibat. Kami menunggu saja dari Dinkes. Datanya berapa nanti ya sudah kami kerjakan,” lanjutnya.

Syaifullah menuturkan sejauh ini pelaksanaan vaksinasi di RSSA berjalan lancar. Dia juga terus membangun komunikasi dengan Dinkes Kota Malang.

“Alhamdulillah pelaksanaannya lancar dan bagus. Kami berkoordinasi dengan Dinkes. Terkait target yang akan tercapai dalam vaksinasi ini,” ungkapnya.

Menurutnya program vaksinasi sangat membantu menekan kasus covid-19. Dia mengharap kasus covid-19 terus berkurang.

Sehingga, pasien-pasien sudah mulai berani datang ke rumah sakit lagi.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

Vaksinasi Guru Kota Malang Tersebar Di Sejumlah Fasyankes

Diterbitkan

,

Kadisdikbud Kota Malang, Suwarjana (Foto: Fathi) 

 

KABARMALANG.COM – Vaksinasi tahap 2 Kota Malang dengan sasaran tenaga pendidik sudah berlangsung sejak pekan lalu.

Kadisdikbud Kota Malang, Suwarjana membenarkan. Pelaksaan vaksinasi guru tersebar di sejumlah fasyankes di Kota Malang.

“Itu tersebar vaksinasinya. Biar tidak menumpuk di satu tempat. Kami dekatkan. Katakanlah yang wilayah sekolahnya di Sukun. Berarti di klinik dan puskesmas wilayah Sukun,” ujar Suwarjana kepada wartawan, Jumat (5/3).

Suwarjana mengatakan vaksinasi pekan lalu menyasar guru SMP. Selanjutnya, hari Jumat ini (5/3), membidik guru TK dan SD.

“Nah sekarang yang SD dan TK itu yang belum. Makanya mulai hari ini bergilir dan tidak menumpuk,” terangnya.

Berkaitan dengan durasi pelaksanaan vaksinasi guru. Suwarjana akan terus berkoordinasi dengan Dinkes Kota Malang.

“Kami menyesuaikan dari Dinkes, yang jelas datanya sudah ada. Perkiraan, selesai pada pertengahan bulan Maret ini,” tambah Suwarjana.

Sebagai informasi, vaksinasi tahap 2 untuk guru TK hingga SMP Kota Malang menyasar 9873 guru. Mulai guru hingga tenaga non kependidikan.

Muhammad Rahman, Guru SD Swasta PJ Global School memberikan testimoni. Dia ikut suntik vaksin di RSSA Kota Malang, Jumat (5/3).

“Setelah vaksin tidak ada kendala apapun, tidak nyeri, rasanya biasa saja. Sangat menolong, semoga masyarakat bisa sehat semua,” ujarnya

“Gratis juga dari pemerintah, demi kenyamanan, keamanan, dan kesehatan kita semua,” tutup warga asal Singosari tersebut.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com