Connect with us

Pilbup 2020

Maju Pilbup 2020, dr Umar Diminta Mundur Sebagai Ketua PCNU

Diterbitkan

||

Rais Syuriah PCNU Kabupaten Malang, KH Fadhol Hija

KABARMALANG.COM – Rais Syuriah PCNU Kabupaten Malang, KH Fadhol Hija angkat bicara terkait kabar Ketua PCNU Kabupaten Malang, dr Umar Usman bakal mencalonkan diri sebagai Calon Bupati Malang 2020.

Menurut KH Fadhol, sesuai AD/ART (Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga) dan pedoman organisasi Nahdlatul Ulama, jika dr Umar benar-benar positif mengikuti kontestasi Pilkada 2020, maka pihaknya harus mengundurkan diri sebagai Ketua PCNU Kabupaten Malang.

“Dalam AD/ART Bab 16 pasal 51 ayat 4 dijelaskan apabila Rois Syuriah atau Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama mencalonkan jabatan politik atau jabatan publik maka harus mengundurkan diri dari NU. Baik itu tingkat PBNU, PWNU, PCNU, maupun MWC NU,” ungkapnya KH Fadhol, Selasa (7/7/2020).

“Sebab, organisasi NU bukan organisasi politik, tapi organisasi sosial kemasyarakatan,” imbuh KH Fadhol.

Jika dr Umar, lanjut KH Fadhol, memang benar-benar mencalonkan diri sebagai Calon Bupati Malang, maka sebaiknya mengajukan surat pengunduran diri sebagai Ketua PCNU.

“Meskipun nantinya tidak mengajukan pengunduruan diri, maka secara otomatis jabatannya (dr Umar) sebagai Ketua PCNU secara otomatis sudah gugur,” tuturnya.

Sikap semacam itu, kata KH Fadol sudah tidak bisa diganggu gugat, sebab secara organisasi, NU bukanlah organisasi politik, tapi organisasi kemasyarakatan.

“Begitupun, berkaitan pencalonan dr Umar, NU tidak mengusung maupun mendukung secara organisasi. Tapi kalau secara personal, silahkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, KH Fadol menegaskan, bahwa siapapun yang mencalonkan diri dalam jabatan politik, juga tidak diperkenankan membawa embel-embel NU.

Tidak terkecuali meskipun dr Umar diusung oleh PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) yang secara ideologi mempunyai kedekatan dengan NU.

“Namun, secara pasti saya belum tahu pasti, apakah pak dokter (dr Umar) sudah positif mencalonkan diri sebagai Bupati Malang, sebab belum ada komunikasi secara resmi kepada kami,” pungkasnya. (rjs/fir)

Pilbup 2020

Akibat Pandemi Ladub Akan Maksimalkan Kampanye Digital

Diterbitkan

||

Oleh

Latifah Shohib (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Salah satu Pasangan Calon (Paslon) Bupati Malang, Latifah Shohib-Didik Gatot Subroto alias Ladub akan memaksimalkan kampanye secara digital. Hal itu dikarenakan kondisi saat ini tengah pandemi Covid-19.

Paslon yang mengusung tagline Malang Bangkit itu juga menginginlan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang tahun ini berjalan soft.

“Namun meski tidak dalam kondisi pandemi, munkin kami juga tetap akan melaksanalan kampanye digital. Karena kami ingin Pilkada tahun ini berjalan dengan soft. Tidak saling menghujat,” ungkap Ketua DPC PKB Kabupaten Malang, Ali Ahmad

Gus Ali -sapaan akrab Ali Ahmad- menilai bahwa jangkauan kampanye digital itu cukup efektif serta mampu menjangkau responden yang cukup luas. Sasaran utamanya adalah pemilih pemula yang didominasi kaum milenial.

“Kami sudah menghitung, jumlah pemilih, dengan cara apa. Kami berharap, Pilkada ini dengan sifatnya beradab dan baik,” Gus Ali mengakhiri.

Sementara itu, Calon Bupati Malang, Lathifah Shohib mengatakan agar kampanye berjalan lebih maksimal lagi, pihaknya juga tidak akan melupakan kampanye secara langsing. Pihaknya mengklaim bahwa relawannya nanti alan bergerak secara door to door.

“Disamping medsos, kami juga kampanye door to door, untuk mereka yang tidak terjangkau medsos. Dibantu relawan untuk mengenalkan Ladub di pelosok-pelosok,” tukas perempuan kelahiran Jombang itu. (haq/fir)

Lanjutkan Membaca

Pilbup 2020

KPU Tetapkan Sandi Nomor Urut Satu Dan Ladub Nomor Dua

Diterbitkan

||

Oleh

Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Malang, HM Sanusi-Didik Gatot Subroto (Sandi) dan Latifah Shohib-Didik Budi Muljono saat menerima nomor urut dari KPU Kabupaten Malang (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Kedua pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang yang akan berkompetisi dalam Pilkada Kabupaten Malang 9 Desember mendatang sudah mendapatkan nomor urut.

Berdasarkan penetapan KPU Kabupaten Malang pada rapat pleno terbuka pengundian nomor urut pasangan calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati Malang, Kamis (24/09/2020) untuk Paslon HM Sanusi-Didik Gatot Subroto (Sandi) mendapat nomor urut 1. Sedangkan Paslon Latifah Shohib-Didik Gatot Subroto (Ladub) masuk urutan 2.

Paslon Sandi berharap nomor urut 1 yang diterimanya tersebut bisa menjadi tauladan serta menjadi pilihan masyarakat Kabupaten Malang dalam Pilkada 9 Desember nanti.

“Pada 9 Desember nanti masyarakat Kabupaten Malang hanya satu pilihan, Sandi untuk Malang Makmur,” kata Didik Gatot Subroto dalam konferensi persnya usai menerima nomor urut dari KPU Kabupaten Malang.

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Sandi, Hari Sasongko mengatakan usai menerima nomor urut tersebut pihaknya akan menyiapkan desain dan akan menyebarluaskan kepada masyarakat sesuai dengan tahapan kampanye yang telah diatur oleh KPU Kabupaten Malang.

“Misi kita (Sandi) menang dalam pilkada sekaligus menang dalam hal pencegahan Covid-19,” tegasnya.

Untuk diketahui, majunya Paslon Sandi dalam Pilkada Kabupaten Malang 2020 diusung oleh enam partai, yakni PDI Perjuangan, PPP, NasDem, Demokrat, Gerindra, dan Golkar.

Sementara itu, Paslon Latifah Shohib-Didik Budi Muljono (Ladub) mengaku menerima dengan nomor urut 2 yang diterimanya. Pasalnya sebelumnya pasangan yang mengusung tagline Malang Bangkit itu telah memproklamirkan salam dua jari kepada para pendukungnya.

“Jadi, mendapatkan nomor urut 2 bukan menjadi masalah bagi kami. Sebab kita sudah mengenalkan salam dua jari ke masyarakat. Justru memudahkan kami untuk sosialisasi, tidak mengulangi lagi, tidak merubah. Karena sudah semangatnya, semangat Ladub,” tegas Latifah Shohib dalam konferensi persnya di Ruang Faksi DPRD Kabupaten Malang, Kamis (24/09/2020).

Lebih lanjut, Bu Nyai -sapaan akrab Latifah Shohib- mengatakan Ladub bakal melakukan sosialisasi terkait visi misi yang tertuang dalam Malang Bangkit.

“Kami akan menyampaikan visi misi kepada masyarakat tentang pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan perempuan, percepatan pembangunan, kemudian pertanian,” terangnya.

Perempuan yang merupakan kerabat Alm Gusdur itu menyebut, Kabupaten Malang memiliki potensi luar biasa. Dan hal itu menurutnya membutuhkan kepemimpinan yang tepat.

“Potensi yang luar biasa di Kabupaten Malang terkait dengan pengembangan destinasi wisata itu merupakan salah satu program unggulan dari Ladub,” tutupnya. (haq/fir)

Lanjutkan Membaca

Pilbup 2020

Wartawan Dilarang Meliput Rapat Pleno Pengundian Nomor Urut Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Malang

Diterbitkan

||

Oleh

Situasi diluar ruang rapat pleno terbuka pengundian nomor urut Paslon Bupati-Wakil Bupati Malang (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang melarang puluhan wartawan baik media cetak, televisi dan online untuk melakukan peliputan saat gelar rapat pleno terbuka pengundian nomor urut pasangan calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati Malang di ruang Paripurna DPRD Kabupaten Malang, Kamis (24/09/2020).

Pelarangan tersebut diungkapkan oleh salah satu pegawai KPU Kabupaten Malang yang diketahui bernama Bobby Gandi yang menjabat sebagai Kasubag teknis KPU Kabupaten Malang. Pegawai itu meminta wartawan untuk tidak masuk ke ruangan tersebut.

“Berdasarkan PKPU Nomor 13 tahun 2020, rapat pleno terbuka pengundian nomor urut pasangan calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati Malang yang diperbolehkan masuk hanya Paslon dan 2 orang perwakilan Bawaslu, 3 orang pendukung, 7 atau 5 orang KPU Provinsi atau Kota/Kabupaten. Sedangkan media juga tidak disebutkan dalam PKPU tersebut,” katanya saat dimintai klarifikasi oleh wartawan.

Lebih lanjut, Gandhi menyarankan wartawan untuk melihat siaran acara daring melalui kanal Youtube KPU Kabupaten Malang. Usai membacakan link siaran acara sidang, Gandhi langsung memasuki ruang sidang kembali.

Wartawan mencoba mendesak pihak KPU agar diperbolehkan masuk, namun tetap saja tidak diperbolehkan. Tak ayal, seluruh wartawan all out dari sekitar rapat pleno terbuka pengundian nomor urut pasangan calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati Malang itu.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua PWI Malang Raya, Cahyono menilai bahwa pelarangan oleh KPU tersebut jelas melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers pasal 4 di dalam ayat 1 disebutkan bahwa kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara.

“KPU Kabupaten Malang berdalih atas dasar PKPU nomor 13 tahun 2020, tentang pelaksanaan rapat pleno terbuka. Kekuatan PP dan Undang-undang tinggi mana?,” simpulnya.

Atas hal itu, Cahyono menyayangkan sikap KPU Kabupaten Malang yang melarang para wartawan untuk melakukan peliputan pengambilan nomor urut Paslon Bupati-Wakil Malang dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020.

“Akibat peristiwa itu, saya selaku wakil ketua PWI Malang Raya bakal melayangkan surat DKPP (Dewan Kehormatan Pelaksana Pemilu),” tukasnya. (haq/fir)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com