Connect with us

Kabar Batu

Kucurkan Rp 22 Juta, Rapid Test Ibu Hamil Dimulai Bulan ini

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Wacana Dinkes (Dinas Kesehatan) Kota Batu yang akan mewajibkan rapid test untuk ibu hamil semakin diseriusi.

Hal ini dibuktikan dengan dikucurkannya anggaran sebesar Rp 22 juta untuk pembelian rapid test yang nantinya akan didistribusikan ke lima puskesmas di Kota Batu.

“Ada sekitar 6200 alat rapid test yang baru datang. Nantinya akan diperuntukkan sebagai syarat wajib untuk ibu hamil yang akan melahirkan dan sisanya akan digunakan untuk membantu tracing,” ujar dr. Yuni Astuti Sekretaris Kota Batu, Minggu (05/07/2020).

Ia juga mengungkapkan, bahwa pengadaan alat pendeteksi tersebut dilakukan karena persyaratan melakukan rapid test sebelum melahirkan akan diterapkan di bulan Juli.

Sementara itu Hayati Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Batu membeberkan, bahwa angka kehamilan di bulan Maret hingga Mei berjumlah 803 jiwa.
Ia juga menerangkan bahwa ibu hamil yang terdata pada masa pandemi itulah yang akan mendapatkan perhatian utama.

“Semuanya mendapatkan perhatian, namun yang utama adalah ibu hamil di masa pandemi. Untuk bulan Juni datanya masih dihitung karena baru berganti bulan,” ujarnya.

Hayati berharap, dengan adanya persyaratan melakukan rapid test untuk ibu hamil yang memiliki usia kandungan di angka 37–38 Minggu tidak membuat Dinkes kecolongan kembali hingga menyebabkan kematian ibu hamil akibat dari virus Covid-19. (arl/fir)

Kabar Batu

Karena Pandemi, Biro Umroh Merugi Rp. 140 Triliun

Diterbitkan

||

Oleh

Suasana ibadah umroh di Mekkah (Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Dimasa pandemi Covid-19 yang bergulir sejak Maret lalu ternyata cukup mencengangkan bagi biro PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh).

Pasalnya, dari 1 juta jamaah umroh yang akan diberangkatkan pada tahun 2020 hingga saat ini hanya 30 persen yang terealisasi.

“300 ribu jamaah telah rampung dan sisanya masih belum. Kalau bicara tentang kerugian, tentu bukan hal yang sedikit buat kami,” papar Mantan Ketua DPP Amphuri (Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia), Joko Asmoro pada Minggu siang (27/09/2020).

Joko Asmoro mengungkapkan setidaknya untuk satu jemaah setidaknya asumsi biaya minimal sekitar Rp. 20 juta dengan pemberangkatan 80 ribu jamaah perbulannya.

Kepada Kabarmalang.com, Joko menerangkan kebijakan yang diberlakukan sejak 27 Februari lalu adalah menghentikan penularan Covid-19 dan ditambah dengan dibatalkannya pelaksanaan ibadah haji khusus semakin menambah pukulan bertubi-tubi bagi biro travel haji dan umroh.

Oleh sebab itu, menurutnya moratorium itu mempersempit perolehan margin provit yang mempengaruhi arus kas perusahaan. Tak berhenti sampai disitu, Potensi kerugian biro perjalanan semakin menganga jika memperhitungkan dampak pembatalan haji sekaligus.

Dari kuota 17.500 ribu jemaah haji khusus, terdapat 7.500 calon jemaah khusus yang berada biro perjalanan di bawah naungan Amphuri. “Semoga pandemi segera berakhir dan segera bisa memulai ibadah ke tanah suci. Dan jika ada yang lunas maka akan segera berangkat ketika ada kesempatan,” imbuh Joko. (arl/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

Program Swasembada Pangan, Pemkot Batu Siapkan 7 Hektar Lahan

Diterbitkan

||

Oleh

Lahan pertanian pangan non beras

 

KABARMALANG.COM – Program pemerintah pusat tentang swasembada pangan mendapatkan dukungan penuh dari Pemkot Batu melalui Dinas Pertaniannya.

Tak tanggung-tanggung, dalam dukungan tersebut pemkot menerangkan bahwa pihaknya telah menyiapkan lahan seluas 7 hektar yang terletak di dua tempat berbeda.

“Lahannya ada di Kelurahan Songgokerto dan Kelurahan Dadaprejo. Dalam lahan tersebut kami akan menanam tanaman pangan non beras,” papar Sekretaris Dinas Pertanian Kota Batu Hendry Suseno, Minggu siang (27/09/2020).

Hendry mengungkapkan alasan untuk menanam bahan pangan non beras dikarenakan luasan hamparan lahan padi di Kota Batu tidak seluas di Kabupaten Malang dan juga bukan menjadi daerah sentra padi.

Lebih lanjut, Hendry menambahkan tanaman yang akan ditanam diantaranya adalah umbi-umbian seperti ubi jalar dan ubi kayu ditambah dengan adanya inovasi tersebut diharapkan bisa mencukupi kebutuhan pangan di Kota Batu.

Selain itu pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan Kota Batu agar inovasi yang dibuat bisa lebih maksimal.

“Harapannya bisa mencukupi kebutuhan pangan di Kota Batu, sehingga tidak perlu mengambil dari luar lagi. Nanti kedepan kami juga akan koordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan agar bisa saling bersinergi untuk kemajuan Kota Batu,” tuturnya.

Terlebih dimasa pandemi Covid-19 seperti saat ini, banyak daerah maupun negara yang berlomba-lomba untuk kemandirian pangan baik untuk ketahanan pangan maupun swasembada pangan. (arl/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

Masa Pandemi Covid-19, Bimbingan Pra Nikah Beralih ke Daring

Diterbitkan

||

Oleh

Ilustrasi menikah di Masa Pandemi

 

KABARMALANG.COM – Pelayanan bimbingan pra nikah yang biasanya berjalan dengan tatap muka kini beralih menjadi daring (online.red). Terhitung sejak Maret hingga September, ada sekitar 300 calon pengantin yang mengikuti bimbingan pra nikah online.

“Semuanya secara online baik dari pendaftaran hingga pemberian materi. Materi antara catin (calon pengantin) pria dan wanita juga berbeda,” ungkap Kepala KUA Batu, Arif Saifudin pada Minggu (27/09/2020).

Dijelaskan lebih rinci, mereka diwajibkan mengisi soal di kertas agar menghindari contekan. Selain itu pihak KUA juga berikan kultum atau ceramah dari youtube yang harus mereka resum juga.

“Materi yang diberikan sebanyak 25 soal, berisi hak dan kewajiban yang harus dijalankan dalam membangun rumah tangga,” imbuh Arif.

Hal ini dilakukan untuk memberi pemahaman makna ikatan sosial membentuk kekerabatan, sehingga meminimalisir terjadinya keretakan membina rumah tangga.

Meski begitu, pelaksanaan secara online dirasa kurang maksimal. Untuk itu dilakukan pemantapan lebih lanjut saat pengumpulan berkas. Calon pengantin yang belum paham akan diberi pembinaan lebih lanjut secara rinci. Serta meluruskan jawaban yang dirasa kurang tepat.

“Agar calon pengantin punya komitmen untuk menjaga keluarganya,” tukasnya. (arl/fir)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com