Serba Serbi
Budidaya Kangkung Skala Kecil dengan Modal Terjangkau

KABARMALANG.COM – Budidaya kangkung adalah proses penanaman dan pemeliharaan tanaman kangkung (Ipomoea aquatica) untuk di panen sebagai sayuran.
Kangkung merupakan salah satu sayuran yang populer di Indonesia karena mudah tumbuh, memiliki nilai gizi, dan harga yang terjangkau.
Berikut ini adalah langkah-langkah umum dalam budidaya kangkung:
1. Pemilihan Jenis Kangkung
Terdapat dua jenis utama kangkung yang di budidayakan:
Kangkung Darat (Ipomoea reptans): Cocok di tanam di lahan kering atau bedengan.
Kangkung Air (Ipomoea aquatica): Lebih cocok di tanam di air atau lahan yang tergenang.
Pilihlah jenis kangkung yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan preferensi Anda.
2. Persiapan Lahan (Untuk Kangkung Darat)
Pilih lahan yang gembur, subur, dan memiliki drainase yang baik.
Cangkul atau bajak tanah sedalam 20-30 cm.
Bersihkan lahan dari gulma, batu, dan sisa-sisa tanaman lain.
Buat bedengan dengan lebar sekitar 1 meter dan tinggi 10-20 cm.
Panjang bedengan di sesuaikan dengan luas lahan.
Tambahkan pupuk kandang atau kompos sebagai pupuk dasar (sekitar 1 karung per 10 m²).
Jika pH tanah terlalu asam (kurang dari 5), tambahkan kapur pertanian.
Siram bedengan secara merata dan biarkan selama 5-7 hari sebelum penanaman.
3. Persiapan Benih
Pilih benih kangkung yang berkualitas baik dan berasal dari sumber yang terpercaya.
Rendam benih dalam air selama beberapa jam (sekitar 4-6 jam) untuk mempercepat perkecambahan.
Benih yang mengapung sebaiknya di buang karena biasanya kurang baik kualitasnya.
Kering anginkan benih yang tenggelam sebelum di tanam.
4. Penanaman
Sebar Langsung (Biasanya untuk kangkung cabut): Sebarkan benih secara merata di atas bedengan atau wadah tanam.
Tutup tipis dengan tanah atau campuran tanah dan kompos (setebal 1-2 cm).
Tugal (Untuk kangkung petik atau produksi benih): Buat lubang tanam dengan jarak antar lubang sekitar 10 x 5 cm.
Masukkan 2-3 benih per lubang. Tutup dengan tanah tipis.
Pindah Bibit (Jika di semai terlebih dahulu): Semai benih di media semai (misalnya campuran tanah dan kompos)
Selama sekitar satu minggu hingga tumbuh bibit dengan 2-3 helai daun.
Pindahkan bibit ke bedengan dengan jarak tanam yang sesuai (misalnya 20 x 20 cm).
Untuk kangkung air, benih atau stek batang dapat langsung di tanam di air atau pot berisi air.
5. Penyiraman
Lakukan penyiraman secara rutin, terutama pada awal pertumbuhan dan saat cuaca kering.
Biasanya penyiraman di lakukan dua kali sehari (pagi dan sore).
Pastikan tanah atau media tanam tetap lembab tetapi tidak tergenang air.
6. Pemupukan Susulan
Pemupukan susulan dapat di lakukan untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil panen.
Berikan pupuk nitrogen (misalnya urea) dengan dosis yang sesuai sekitar 2 minggu setelah penanaman.
Untuk kangkung petik, pemupukan dapat di ulang setelah beberapa kali panen.
Pupuk organik cair juga dapat di gunakan sebagai alternatif.
7. Penyiangan
Lakukan penyiangan secara rutin untuk membersihkan gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan kangkung.
Gulma dapat bersaing dengan kangkung dalam mendapatkan nutrisi, air, dan cahaya.
8. Pengendalian Hama dan Penyakit
Kangkung relatif tahan terhadap hama dan penyakit.
Beberapa hama yang mungkin menyerang antara lain ulat daun, kutu daun, dan belalang.
Penyakit yang kadang muncul adalah karat daun atau bercak daun.
Lakukan pengamatan rutin dan ambil tindakan pengendalian jika di perlukan.
Gunakan pestisida organik jika memungkinkan. Jaga kebersihan lingkungan kebun.
9. Panen
Kangkung biasanya siap di panen sekitar 25-30 hari setelah penanaman (untuk kangkung cabut) atau lebih lama untuk kangkung petik.
Kangkung Cabut: Panen di lakukan dengan mencabut seluruh tanaman beserta akarnya.
Kangkung Petik: Panen di lakukan dengan memotong bagian batang atas (sekitar 15-20 cm dari permukaan tanah).
Dengan cara ini, kangkung dapat tumbuh kembali dan di panen beberapa kali.
Panen berikutnya biasanya dapat di lakukan setiap 5-7 hari.
10. Pasca Panen
Setelah di panen, kangkung perlu di cuci bersih.
Sortir kangkung untuk memisahkan yang berkualitas baik dari yang rusak atau layu.
Kangkung dapat di kemas dan di distribusikan atau langsung di konsumsi.
Untuk menjaga kesegaran, kangkung dapat di simpan di tempat yang sejuk dan lembab atau di dalam lemari es.
Tips Tambahan
Untuk budidaya skala kecil di rumah, kangkung juga dapat di tanam di pot, polybag, atau sistem hidroponik sederhana.
Perhatikan kebutuhan air dan sinar matahari yang cukup untuk pertumbuhan optimal kangkung.
Rotasi tanaman dengan jenis tanaman lain dapat membantu mencegah penumpukan hama dan penyakit di tanah.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat membudidayakan kangkung dengan baik dan mendapatkan hasil panen yang memuaskan.
Selamat mencoba!
Serba Serbi4 minggu yang laluPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 16 Juli 2026: Puncak Kemarau Didominasi Cerah, Batu Tembus 10°C dan Berpotensi Hujan Ringan
Serba Serbi3 minggu yang laluPromo PLN “Semangat Baru Makin Berdaya” 2026: Diskon Tambah Daya Listrik 50% Lewat PLN Mobile, Cek Syarat dan Cara Klaimnya!
Serba Serbi2 minggu yang laluDaftar Lengkap Hari Libur Nasional 2026: Cek Sisa Tanggal Merah dan Kalender yang Sudah Lewat
Serba Serbi2 minggu yang laluPanduan Seleksi CPNS 2026: Definisi Alur, Persyaratan Umum, dan Pemetaan Formasi Resmi SSCASN BKN
Olahraga2 minggu yang laluTundukkan Blueblood FC 2-0, SSB Porma FC U-15 Tembus Semifinal Piala Soeratin U-15 2026 Zona Malang
Olahraga3 minggu yang laluPembukaan Manis Piala Soeratin U-15 Zona Malang: SSB Porma FC Cukur Diklat Persema 4-0 di Lapangan ARG Lawang
Pemerintahan3 minggu yang laluTingkatkan Ekonomi Ring I, PT MIP dan PT PPA Boyong Penggerak Sosial Studi Banding UMKM ke Malang dan Blitar
Pemerintahan1 minggu yang laluPembukaan Pusdiklat Paskibraka Kota Malang 2026: Wali Kota Wahyu Hidayat Gembleng 78 Pelajar Terbaik































