Connect with us

Peristiwa

Penemuan Mayat Pria di Singosari Malang 

Diterbitkan

,

IMG 20250412 173833
Polisi tengah menyelidiki penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas (Mr. X) yang di temukan tergeletak (istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Polisi tengah menyelidiki penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas (Mr. X) yang di temukan tergeletak di Kelurahan Pagentan Singosari, Kabupaten Malang, Sabtu (12/4/2025) pagi.

Penemuan mayat ini pertama kali di laporkan oleh pemilik warung setempat, Mistianik (48), yang melihat korban tergeletak dalam posisi terlentang.

Saat hendak membuka warungnya sekitar pukul 07.30 WIB. Sontak, dirinya segera melaporkan temuan tersebut ke Polsek Singosari.

Personel Polsek Singosari bersama tim medis Puskesmas Singosari dan relawan langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah.

Korban yang belum di ketahui identitasnya itu mengenakan baju putih dan celana panjang hitam, dengan barang bawaan berupa sebuah tas ransel berisi pakaian.

“Dari keterangan sejumlah warga sekitar, korban di kenal sebagai seorang tunawisma”.

Ia sering terlihat meminta-minta di sekitar jalan tersebut dan sempat mengeluh sakit beberapa waktu lalu,” jelas Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar, Sabtu (12/4/2025).

Bambang menyebut, meski dugaan awal mengarah pada sebab kematian alami.

Pihaknya tetap melakukan penyelidikan menyeluruh untuk memastikan tidak ada unsur tindak pidana.

“Langkah awal kami adalah olah TKP, identifikasi korban, serta visum di RSSA Malang”.

“Jika nanti di temukan tanda-tanda kekerasan atau hal mencurigakan lainnya, tentu penyelidikan akan kami kembangkan,” lanjutnya.

Hingga saat ini, korban masih berstatus Mr. X dan jenazah berada di kamar jenazah RSSA Malang.

Polisi mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera menghubungi Polsek Singosari atau Polres Malang.

Polres Malang memastikan bahwa penanganan kasus ini di lakukan secara profesional dan sesuai prosedur, dengan tetap mengedepankan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami juga terus mengumpulkan informasi tambahan dari warga dan saksi sekitar guna mengungkap identitas korban dan memastikan penyebab kematian,” tutup Bambang. (tik/fir)

 

Advertisement

Terpopuler