Connect with us

Edukasi

Bagikan 2.000 Sembako, Hari Ini Ahmad Basarah Serahkan 1.000 APD di Dua Rumah Sakit

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Wakil Ketua MPR RI Dr. Ahmad Basarah kembali menyerahkan bantuan 1000 paket Alat Perlengkapan Diri (APD) kepada dua rumah sakit di Malang. Yakni, rumah sakit Universitas Brawijaya (RSUB) dan rumah sakit Universitas Muhammadiyah Malang (RSUMM).

Setiap rumah sakit menerima 500 APD dalam bentuk 125 Gown Cover All, 125 masker N95, 125 sarung tangan steril dan 125 sepatu boots.

“Sebagai anggota dewan dengan daerah pemilihan Malang Raya, Bapak Ahmad Basarah menyampaikan kepada saya bahwa beliau ingin sekali hadir di sini bersama kita semua,” ujar Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika, mewakili menyerahkan bantuan tersebut, Selasa (19/05/2020).

Namun akibat kebijakan PSBB, lanjut I Made Riandiana Kartika, beliau tak bisa hadir di sini. Reses kali ini memang berbeda dengan kegiatan reses sebelum ini. Beliau hanya berkirim salam dan doa semoga kondisi Malang Raya kembali normal, wabah Covid-19 segera berlalu.

Sebagai orang yang dipercaya menyerahkan amanat Ahmad Basarah, I Made Riandiana Kartika yang juga menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Malang mendatangi RSUB dan RSUMM bersama rombongan.

Saat menyerahkan bantuan 500 APD kepada RSUB Malang yang diterima langsung oleh Kepala Rumah Sakit RSUB Malang Dr. dr. Sri Andarini, I Made Riandiana Kartika mengungkapkan bahwa bantuan dari Dr. Ahmad Basarah itu sifatnya menyalurkan bantuan dari Kemendikbud dalam kapasitas Ahmad Basarah sebagai anggota Komisi X DPR RI.

”Ini adalah wujud nyata dari gotong royong kemanusiaan sekaligus tanggung jawab konstitusional Pak Ahmad Basarah di daerah pemilihan Malang Raya. Semoga bantuan ini bermanfaat, wabah Covid-19 segera hilang dari Kota Malang bahkan dari bumi Indonesia,” kata Ketua DPRD Kota Malang itu.

Made sapaan akrabnya, juga menyampaikan bahwa bantuan berupa 1000 APD untuk tenaga medis di Malang merupakan ikhtiar kuat Ahmad Basarah sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Dalam kondisi darurat kesehatan seperti inilah, kata Basarah seperti dikutip I Made Rian, kepedulian terhadap sesama dan gotong royong kemanusiaan sangat penting dilakukan.

“Beliau, Pak Ahmad Basarah, mengatakan via telepon kepada saya bahwa meski beliau berada di Jakarta, namun hati dan pikirannya tetap berada di Malang,” kata Made.

Di lokasi yang sama, Kepala Rumah Sakit RSUB Dr. dr. Sri Andarini sangat mengapresiasi bantuan APD dari salah satu ketua DPP PDI Perjuangan tersebut. Bantuan APD itu disebut Sri Andarini sebagai bantuan yang ditunggu-tunggu karena saat ini Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RSUB) telah ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan sebagai tempat melakukan tes Covid-19 di wilayah Malang.

“Kami ucapkan terima kasih. Pemberian APD ini bukan hanya tepat sasaran, tapi juga tepat waktu. Kami memang melayani warga Malang, tapi ada juga warga Pasuruan yang berobat ke rumah sakit ini,” kata Sri Andarini.

Ucapan terima kasih juga disampaikan oleh Direktur/Kepala Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang, Prof. Dr. dr. Djoni Djunaedi, Sp.PD-KPTI, atas bantuan APD yang diberikan Ahmad Basarah untuk rumah sakit yang dipimpinnya.

“Kami ucapkan ribuan terima kasih. Peralatan seperti inilah yang sangat kami butuhkan. Rumah sakit kami selama ini menjadi rumah sakit rujukan Covid-19. Saya yakin bantuan ini akan meringankan beban kami dalam rangka berjuang menghadapi Covid-19,” kata Prof. Dr. dr. Djoni Djunaedi, Sp. PD-KPTI saat menerima bantuan dari Ahmad Basarah itu.

Sebelum menyerahkan bantuan 1000 APD ini, Ahmad Basarah juga memberikan bantuan rutin berupa kebutuhan bahan pokok kepada warga Malang Raya yang terdampak Covid-19. Senin (18/05/2020), ia menyerahkan 2000 paket sembako kepada kelompok terdampak Covid-19.

Sebelumnya pada April 2020, Basarah juga memberikan bantuan berupa 1.000 paket sembako dan 500 kilogram beras yang disalurkan kepada organisasi nirlaba “Malang Bersatu Lawan Corona” (MBCL) untuk warga terdampak Covid-19 di kota apel itu.

Edukasi

Reni Nur Farida, Guru Inspiratif Aisyiyah Malang

Diterbitkan

||

Reni Nur Farida, Kepala SD Aisyiyah Kota Malang (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Film Laskar Pelangi identik dengan kisah SD Muhammadiyah Gantong, Belitong. SD ini nyaris ditutup karena hanya memiliki sembilan siswa.

Namun sekolah tersebut tetap beroperasi setelah kedatangan Harun. Karena jumlah siswa genap menjadi sepuluh.

Para penonton pun akrab dengan kisah Bu Muslimah. Dia guru yang gigih dan inspiratif mengayomi anak didiknya.

Inspirasi seperti ini, tak jauh-jauh dari Malang. Adalah SD Aisyiyah Kota Malang yang memiliki sosok ‘Bu Muslimah’.

Nama guru tersebut Reni Nur Farida. Saat ini, Reni adalah Kepala SD Aisyiyah Malang.

Awal sekolah berdiri, Reni adalah guru kelas satu-satunya. Dia seperti Bu Muslimah Laskar Pelangi.

“Saat itu kami hanya berempat. Saya sebagai guru kelas. Ada kepala sekolah, guru olahraga dan tata usaha. Siswanya hanya enam,” ujar Reni kepada Kabarmalang.com, di SD Aisyiyah Malang, Rabu (25/11) kemarin.

SD Aisyiyah Malang didirikan 2004. Pendirinya adalah Organisasi Aisyiyah Kota Malang. Salah satu pendirinya adalah Masruhatin Abdullah.

Saat menjadi guru kelas, Reni merangkap mata pelajaran. Dia mengajar agama, IPA, IPS, Matematika dan PKN. Meskipun, dia adalah sarjana S1 pendidikan agama Islam.

Reni menceritakan suka dukanya di awal pendirian sekolah. Muridnya hanya enam.

Jumlah ini bertambah di tahun kedua. Sekolah itu kedatangan siswa dari Aceh.

Yakni anak-anak korban konflik Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Jumlahnya tiga puluh anak.

“Mereka dirumahkan di Panti Asuhan Aisiyah Malang,” terang Reni.

Para siswa dari Aceh sedikit berbeda dengan anak lain. Mereka kesulitan beradaptasi. Sehingga, menyulitkan proses belajar mengajar.

“Walaupun begitu, masih normal. Ya mungkin namanya juga anak kecil kan. Kami tetap sabar dan gigih mendidik siswa-siswa kami,” jelasnya.

Reni mengungkapkan, mendidik anak korban konflik adalah misi dakwahnya. Dia pun mengemban amanat pemberdayaan umat.

“Kami biasakan siswa berjamaah salat dhuha. Meskipun sunnah dan tidak harus berjamaah, kami ajarkan berjamaah. Ada satu anak mengimami,” ujar Reni.

Reni menuturkan hal tersebut adalah pendidikan moral dan akhlak. Ketika menjadi imam, mereka akan muncul rasa mawas diri.

Reni menasehati dan memperhatikan para siswanya. Menurutnya, tugas guru saat itu tak hanya mengajar.

Guru juga menjadi psikolog. Karena, mereka adalah anak-anak korban konflik bersenjata.

Sekolah ini berupaya mengayomi para anak didiknya. Para guru menempatkan diri sebagai orang tua bagi mereka.

 

Guru Adalah Panggilan Hidup Reni

Reni juga mengisahkan perjuangan awalnya untuk pendidikan. Bersama pengurus Aisyiyah, mereka berkeliling mencari dana operasional sekolah.

“Waktu itu kami berkeliling mencari donasi. Kami datang ke pengurus-pengurus Aisyiyah dan Muhammadiyah,” terangnya.

Setelah 16 tahun, SD Aisyiyah Malang tetap eksis. Reni mengaku bersyukur.

Karena, misi pendidik yang diembannya diridhoi Allah. Sehingga, SD-nya tetap eksis sampai sekarang.

SD Aisyiyah Kota Malang

Reni sendiri menjadi guru setelah diajak Masruhatin Abdullah, pendiri sekolah. Reni menemukan panggilan hidupnya sebagai pendidik.

Dalam momen hari guru nasional, Reni bertekad meneruskan pengabdiannya.

“Ini sekaligus menjalankan misi dakwah dan pengabdian kepada umat. Sejak kecil hingga kuliah, saya selalu di amal usaha Muhammadiyah,” jelasnya.

Hingga kini, SD Aisyiyah Malang berusia 16 tahun. Siswanya juga semakin banyak. Sepuluhan angkatan sudah diluluskan.

Sekarang, SD Aisyiyah Malang bisa lebih tematik. Karena, tenaga guru semakin bertambah. Tanfidz tematik adalah program andalannya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

Lulusan FT Unitri Miliki SKT Kementerian PUPR

Diterbitkan

||

Bimtek SKT dari Kementerian PUPR untuk mahasiswa FT Unitri (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Sebanyak 83 lulusan Fakultas Teknik Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang boleh berbangga. Mereka tak hanya lulus dengan gelar sarjana.

Namun juga memperoleh sertifikat tambahan, yakni sertifikat ketrampilan kerja dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Tepatnya, dari Dirjen Bina Konstruksi Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya. Sertifikat di dapatkan dari program khusus.

Yakni, Bimtek Tenaga Terampil Bidang Jasa Konstruksi 2020, yang dihelat mulai 25-27 November 2020.

Kaprodi Teknik Sipil Unitri, Handika Setya Wijaya, SPd MT mengapresiasi prestasi yang telah diraih alumnus Teknik Sipil angkatan 2017 itu.

Dia mengatakan, ada beberapa sub bidang dalam bimbingan teknis yang diberikan kepada mahasiswa.

Meliputi, kepala pengawas pekerjaan jalan jembatan diikuti oleh 10 mahasiswa, dan pelaksana bangunan gedung, pekerjaan gedung untuk 19 mahasiswa.

Pelaksana pekerjaan jalan oleh sebanyak 9 mahasiswa, pelaksana pekerjaan jembatan bagi 3 mahasiswa.

“Pengawas Bangunan Gedung sejumlah 23 mahasiswa. Dan Pengawas Lapangan Pekerjaan Jalan sejumlah 19 mahasiswa,” ucap Handika.

Sementara Wakil Dekan FT Unitri, Galih Damar Pandulu ST MT menambahkan, Bimtek telah sesuai dengan kebijakan pembinaan SDM konstruksi nasional.

Kompetensi tambahan diperlukan bagi lulusan bidang jasa konstruksi. Karena kebutuhan industri konstruksi perlu diselaraskan dengan lulusan.

“Materi kompetensi tambahan terdiri dari kompetensi umum. Misalnya, ketentuan peraturan perundang-undangan. Budaya kerja, sistem pengadaan barang dan jasa, serta kompetensi lainnya,” katanya terpisah.

Dia berharap mahasiswa peserta bimtek dan mendapatkan sertifikat bertambah ilmu pengetahuannya.

Sehingga, mereka bisa bersaing di dunia kerja skala nasional. Kerjasama dengan Kementerian PUPR diharapkan juga bisa terus terjalin.(carep-05/yds)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

Deddy Hernanto, Guru Inspiratif yang Kreatif dan Berprestasi

Diterbitkan

||

Drs. Deddy Hernanto M.Pd.I, pengajar guru kelas di MIN 2 Malang

KABARMALANG.COM – Drs. Deddy Hernanto M.Pd.I, pengajar guru kelas di MIN 2 Malang tersebut ialah guru yang kreatif dan memiliki banyak prestasi (25/11).

Ia memiliki motto yang cukup keren, sebagai seorang guru harus ada apanya, bukan apa adanya. Sebagai guru kalau bisa jangan hanya bisa mengajar saja, namun juga memiliki keterampilan.

Tak hanya itu, ia juga memiliki motto lagi, harus menjadi seorang yang kreatif, inovatif dan sensitif dalam bidang pendidikan. Ia menerapkannya dalam media pembelajaran yang ia tekuni selama 20 tahun.

“Yang kedua saya punya motto itu kreatif, inovatif, dan sensitif. Jadi artinya kreatif, inovatif sensitif artinya kita harus bisa membaca peluang-peluang dalam bidang pendidikan tentunya ya,” ucapnya.

“Terutama kalau saya itu di media pembelajaran. Nah itu saya tekuni mulai dari saya di MIN 1, sampai sekarang ya 20 tahunan lah,” sambungnya.

Deddy membuat media pembelajaran secara otodidak, hingga meraih berbagai prestasi seperti saat ini. Menurutnya, hal tersebut bisa tercapai karena memiliki motto harus berinovasi dan terus bereksperimen.

“Karya saya mulai dari yang konvensional, berbahan ramah lingkungan, sampai yang ke digital. Jadi kalau yang ramah lingkungan itu menggunakan bahan-bahan bekas seperti karton, kertas, dan sebagainya. Saya gunakan untuk misalnya membuat puzzle, membuat kartu permainan,” ujarnya.

Deddy menambahkan, untuk media pembelajaran digital berawal dari ia menyukai editing dan musik. Yaitu berupa eduklip, yang merupakan gabungan education dan klip.

Dalam video klip tersebut ia menggunakan lagu-lagu yang sudah populer. Kemudian ia cover dengan mengubah syairnya dengan materi pelajaran. Iringan musiknya pun juga ia mainkan sendiri.

“Jadi mulai dari main musik, rekaman, editing, semua saya sendiri. Jadi sampai sekarang saya tekuni, saya upload di YouTube. Sekarang sudah lumayan subscribe seribu lebih di channel Deddy Hernanto,” kata Deddy.

Sebagai guru kelas, ia senang bisa membuat banyak materi. Jika ada lomba, ia tinggal mengambil materi sesuai kategori lomba tersebut.

“Kalau saya kan guru kelas itu ya mengajar semuanya (mata pelajaran). Makanya saya bisa membuat materi banyak. Kalau dulu kan (guru) bidang studi ya. Dulu saya awalnya guru IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial). Jadi media saya dulu IPS saja, tapi kalau sekarang mulai dari matematika sampai apa itu saya buat,” terang Deddy.

“Makanya saya kalau ada lomba tinggal ngambil aja, temanya apa ya itu yang saya ambil. Kemarin lomba IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), walaupun saya bukan dari bidang IPA tetapi Saya punya materi IPA ya saya kirim,” imbuhnya.

Prestasi yang Deddy raih diantaranya juara 1 cipta lagu Kota Malang 2009, juara 1 guru prestasi Kota Malang 2017, juara 1 guru prestasi Jatim, juara 1 quiz insersi KPK, best performance expo literasi Jatim, guru inovator Kemenag Malang 2019, juara favorit video pembelajaran Jatim 2020. (alv/fir)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Disparbud Kabupaten Malang
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Perumda Tirta Kanjuruhan

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com