Connect with us

Serba Serbi

Rahasia di Balik Kebiasaan Rasulullah SAW Mengonsumsi Kurma dalam Jumlah Ganjil

Diterbitkan

,

IMG 20250306 144608
Rasulullah SAW pun menganjurkan umatnya untuk berbuka dengan kurma, bahkan dalam jumlah ganjil (istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Kurma menjadi salah satu buah yang identik dengan bulan Ramadan.

Rasulullah SAW pun menganjurkan umatnya untuk berbuka dengan kurma, bahkan dalam jumlah ganjil.

Apa alasan di balik kebiasaan ini?

Sunnah Rasulullah SAW dalam Mengonsumsi Kurma, beliau memiliki kebiasaan mengonsumsi kurma saat sahur dan berbuka puasa.

Dalam sebuah hadits, beliau bersabda:

“Jika salah satu di antara kalian ingin berbuka puasa, maka berbukalah dengan kurma.

Jika tidak ada, maka cukup dengan air, karena air itu bersih dan mensucikan.” (HR Imam Lima, di nilai shahih oleh Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Al Hakim)

Selain itu, Rasulullah SAW juga lebih memilih makan kurma dalam jumlah ganjil, seperti 1, 3, 5, 7, atau 9 butir.

Berikut beberapa alasan di balik kebiasaan ini:

1. Angka Ganjil yang di sukai Rasulullah SAW
Dalam buku Adab Sunnah karya Dr. KH. Rachmat Morado Sugiarto, di jelaskan bahwa Rasulullah SAW menyukai bilangan ganjil.

Hal ini terlihat dalam berbagai aspek kehidupan beliau, termasuk saat berbuka puasa, sahur, dan sebelum melaksanakan salat Idul Fitri.

Dalam hadits yang di riwayatkan oleh Anas bin Malik di sebutkan:

“Pada hari raya, Rasulullah SAW tidak berangkat untuk melaksanakan salat hingga beliau makan beberapa butir kurma.

Anas berkata: ‘Beliau makan beberapa kurma dengan bilangan ganjil’.” (Shahih Al-Bukhari, 2/17 hadits 953)

2. Menangkal Racun dan Sihir

Mengutip buku 24 Jam Belajar Sunnah Nabi oleh Romy Hernadi, makan kurma dalam jumlah ganjil di percaya memiliki manfaat kesehatan dan perlindungan dari bahaya racun serta sihir.

Dalam hadits yang di riwayatkan oleh Sa’ad bin Abi Waqqash, Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa mengonsumsi tujuh butir kurma Ajwa pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun maupun sihir.” (HR Al-Bukhari)

Selain itu, Rasulullah SAW juga pernah bersabda:

“Kurma Ajwa berasal dari Surga dan merupakan obat dari racun.” (HR Ibnu Majah dan At-Tirmidzi)

Keutamaan Sahur dan Berbuka dengan Kurma

Mengutip buku 80 Hadits Pilihan Beserta Biografi Perawi dan Faedah Ilmiah oleh Dr. Muhammad Murtaza bin Aish, di sebutkan.

Bahwa kurma adalah makanan yang di sunnahkan saat sahur.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:

“Sebaik-baik sahurnya seorang mukmin adalah kurma kering.” (HR Abu Dawud)

Beberapa hikmah dari sunnah ini antara lain:

– Kurma adalah makanan yang di berkahi, dan mengonsumsinya saat sahur memberikan keberkahan tambahan.

– Sahur dengan kurma dapat membantu tubuh mendapatkan energi untuk menjalani puasa.

– Jika tidak ada makanan lain, sahur dengan air atau kurma sudah cukup untuk mendapatkan keberkahan.

Begitu juga saat berbuka puasa, Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila salah seorang di antara kalian berbuka, maka berbukalah dengan kurma.

“Sebab kurma itu mendatangkan berkah. Namun apabila tidak ada, berbukalah dengan air karena air itu bersih.” (HR Abu Dawud)

Keistimewaan Kurma dalam Al-Qur’an
Dalam Al-Qur’an, kurma di sebutkan sebagai buah yang istimewa.

Dalam Surat Maryam ayat 25, Allah SWT berfirman:

“Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.”

Selain itu, dalam Surat Asy-Syu’ara ayat 148 di sebutkan:

“Dan tanam-tanaman serta pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut.”

Kebiasaan Rasulullah SAW mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil bukan sekadar tradisi.

Melainkan memiliki hikmah besar, baik dari segi sunnah, kesehatan, maupun spiritual.

Dengan mengikuti kebiasaan ini, umat Islam dapat meraih berkah dan manfaat yang telah di ajarkan oleh Rasulullah SAW.

Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan tentang keutamaan kurma dalam Islam. (kis/fir)

 

Advertisement

Terpopuler