Connect with us

Pemerintahan

Pemkot Malang Anggarkan Rp 125 Miliar Pembangunan MCC

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Pemerintah Kota Malang menganggarkan Rp 125 miliar untuk membangun Malang Creative Center (MCC). Anggaran tersebut dimasukkan dalam APBD Tahun 2020. Rencana ini sempat mendapatkan penolakan dari DPRD Kota Malang.

Menurut Wali Kota Malang Sutiaji, pembangunan MCC untuk menjawab tantangan industri 4.0, dengan menyiapkan wadah khusus untuk mendukung industri kreatif di Kota Malang.

“Ada desakan juga dari komunitas, serta mendukung infrastruktur industri kreatif di Kota Malang. Makanya, kami bangun MCC itu,” tegas Sutiaji saat ditemui di Balai Kota Malang, Senin (4/11/2019).

Ia tidak menjelaskan secara rinci soal kebutuhan anggaran yang dinilai terlalu besar oleh DPRD Kota Malang, yakni Rp 125 miliar untuk mewujudkan MCC. “Iya ya segitu. Masuk APBD tahun 2020,” kata Sutiaji.

Kemudian, dia menjelaskan, bahwa angka pengangguran di Kota Malang tertinggi se-Jawa Timur. Sementara, ekonomi mikro membutuhkan pendampingan.

“Dan sarana apa, digitalisasi, ekonomi mikro harus ada pendampingan. Karena ekonomi mikro butuh pendampingan,” lanjutnya.

Sutiaji juga menyebut, bahwa MCC akan menggunakan lahan eks kantor PDAM yang berada di Jalan Ahmad Yani, Kota Malang. “Nanti pakai eks PDAM,” sebutnya.

Soal penolakan dewan rencana pembangunan MCC, karena nilai anggaran besar?.

Sutiaji membeberkan, jika rencana pembangunan MCC telah masuk dalam Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020. Disana, DPRD tidak memberikan catatan terkait rencana tersebut.

“Kan sudah masuk KUA-PPS, dan tidak ada catatan disana. Kalau bicara mengapa ini prioritas, karena menjawab kebutuhan komunitas. Jembatan Kedungkandang juga dianggarkan tahun 2020, pasar Blimbing dan Gadang, juga bisa di rencanakan di tahun 2021,” tandasnya.

Sutiaji membantah, jika pembahasan MCC deadlock ketika dilempar tim anggaran Pemkot Malang ke Badan Anggaran DPRD Kota Malang. “Tidak betul itu, sudah disetujui,” pungkasnya.

Hari ini, DPRD Kota Malang menggelar rapat paripurna dengan agenda keputusan Peraturan Daerah untuk pengesahan APBD tahun anggaran 2020.

Terkait hal ini sebelumnya, terjadi tarik ulur ketika pembahasan MCC. Wakil rakyat ingin Pemkot Malang mengalihkan kebutuhan anggaran MCC senilai Rp 125 miliar, untuk program priorotas lainnya. (rjs/fir)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Dinsos-P3AP2KB Distribusikan BLT untuk 928 KPM di Kecamatan Kedungkandang

Diterbitkan

||

Oleh

Dinsos-P3AP2KB Distribusikan BLT untuk 928 KPM di Kecamatan Kedungkandang

 

KABARMALANG.COM – Dinsos-P3AP2KB Kota Malang mendistribusikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk 928 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kecamatan Kedungkandang pada Kamis (24/09/2020) kemarin.

Menurut Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Penni Indriani mengatakan bahwa kemarin itu khusus pendistribusian BLT di Kecamatan Kedungkandang, untuk 928 KPM.

Pendistribusian tersebut diilaksanakan di Kantor Dinsos-P3AP2KB dan Bank Jatim Jalan Jaksa Agung Suprapto.

“Sebenarnya yang terhimpun ada 6000 lebih KPM. Akan tetapi kemampuan Dinsos-P3AP2KB Kota Malang hanya mencukupi untuk 5000 KPM,” ujarnya.

Bantuan kali ini adalah Bantuan Langsung Tunai (BLT). Penerima bantuan mendapat uang tunai sebesar 900 ribu, total dari tiga bulan.

“Mestinya sejak bulan Juli dan Agustus, karena prosesnya lama sehingga baru terdistribusikan di bulan September,” lanjutnya.

Rincian dari total 5000 KPM adalah Kecamatan Blimbing sebanyak 949, Kecamatan Kedungkandang sebanyak 928, Kecamatan Klojen sejumlah 1065, dan Kecamatan Lowokwaru ada 633, dan Kecamatan Sukun sebanyak 1425.

“Hari ini khusus pendistribusian di Kecamatan Kedungkandang, sebanyak 928 KPM. Dilaksanakan di Kantor Dinsos-P3AP2KB dan Bank Jatim Jalan Jaksa Agung Suprapto. Beberapa hari ke depan akan berlanjut ke kecamatan lainnya,” pungkasnya.

Sementara itu menurut salah satu penerima BLT dari Mergosono mengatakan bahwa proses menerima BLT berjalan lancar dan gampang. Ia tampak senang.

“Alhamdulillah bisa menutupi kekurangan, dan tambah-tambah belanja,” ucap Sholeh kepada Kabarmalang.com, Kamis (24/09/2020).

Pria yang berprofesi sebagai loper koran itu berharap supaya pemerintah lebih merata dalam memberi bantuan.

“Bisa merata ke seluruh masyarakat, biar semua bisa merasakan. Bagi saya bantuan 900 ribu itu sudah cukup,” lanjut Sholeh. (fat/fir)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Testimoni Beberapa Warga Penerima BLT Dinsos-P3AP2KB Kota Malang

Diterbitkan

||

Oleh

Suasana antrian BLT di Kantor Dinsos-P3AP2KB Kota Malang

 

KABARMALANG.COM – Penni Indriani, Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, mengatakan bahwa hari ini khusus pendistribusian BLT di Kecamatan Kedungkandang, untuk 928 KPM. Dilaksanakan di Kantor Dinsos-P3AP2KB dan Bank Jatim Jalan Jaksa Agung Suprapto.

Untuk penyaluran BLT di Kantor Dinsos-P3AP2KB, tercatat kurang lebih ada 650 KPM yang menerima. Berikut ini ada kesan dan pesan dari beberapa penerima BLT.

Adalah Sholeh, salah satu penerima BLT dari kampung Mergosono, mengatakan bahwa proses ia menerima BLT berjalan lancar dan gampang. Ia tampak senang.

“Alhamdulillah bisa menutupi kekurangan, dan tambah-tambah belanja,” ucap Sholeh kepada Kabarmalang.com, Kamis (24/09/2020).

Pria yang beprofesi sebagai loper koran itu berharap supaya pemerintah lebih merata dalam memberi bantuan

“Bisa merata ke seluruh masyarakat, biar semua bisa merasakan. Bagi saya bantuan 900 ribu itu sudah cukup,” lanjut Sholeh

Begitu juga dengan Muhammad Syafii, warga Kelurahan Kedungkandang, juga menganggap proses pemberian BLT berjalan lancar.

“Alhamdulillah prosesnya gampang. Saya sebelumnya dapat info dari kelurahan melalui RT. Saya senang sekali, rencananya untuk kebutuhan di rumah,” kata Syafii

Setali tiga uang juga dirasakan oleh Ponimah, seorang pedagang sayur asal Lesanpuro. Ia merasa senang dengan BLT ini.

“Perasaannya senang, bisa untuk kebutuhan sehari-hari dan buat modal jualan sayur. Apalagi ekonomi sedang sepi, ini bisa buat usaha,” terang Ponimah. (fat/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Salurkan BLT untuk 5000 KPM

Diterbitkan

||

Oleh

Penni Indriani Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang

 

KABARMALANG.COM – Setelah pada bulan Juli dan Agustus, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang mengadakan program pendistribusian bantuan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Program bantuan tersebut dilanjutkan lagi di bulan September ini, karena masih ada KPM yang belum menerima bantuan.

“Sebenarnya yang terhimpun ada 6000 lebih KPM. Akan tetapi kemampuan Dinsos-P3AP2KB hanya mencukupi untuk 5000 KPM,” ujar Penni Indriani Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Kamis (24/09/2020) kepada Kabarmalang.com.

Bantuan kali ini adalah Bantuan Langsung Tunai (BLT). Penerima bantuan mendapat uang tunai sebesar 900 ribu, total dari tiga bulan.

“Mestinya sejak bulan Juli dan Agustus, karena prosesnya lama sehingga baru terdistribusikan di bulan September,” lanjutnya.

Rincian dari total 5000 KPM adalah Kecamatan Blimbing sebanyak 949, Kecamatan Kedungkandang sebanyak 928, Kecamatan Klojen sejumlah 1065, dan Kecamatan Lowokwaru ada 633, dan Kecamatan Sukun sebanyak 1425.

“Hari ini khusus pendistribusian di Kecamatan Kedungkandang, sebanyak 928 KPM. Dilaksanakan di Kantor Dinsos-P3AP2KB dan Bank Jatim Jalan Jaksa Agung Suprapto. Beberapa hari ke depan akan berlanjut ke kecamatan lainnya,” ungkapnya. (fat/fir)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com