Connect with us

Pemerintahan

Dinsos Kota Malang Sebut Ada 3 Faktor Maraknya Anjal, Gelandangan dan Pengemis

Diterbitkan

,

IMG 20210523 190428
Satpol PP Kota Malang bersama Dinsos Kota Malang saat merazia anjal gepeng di Kota Malang (istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Anak jalanan (anjal), Gelandangan dan Pengemis (Gepeng) tampaknya masih marak berkeliaran di sudut-sudut Kota Malang.

Satpol PP pun harus turun tangan untuk merazia para anjal dan gepeng, yang selanjutnya tugas Dinsos-P3AP2KB Kota Malang untuk asesmen dan pembinaan.

Kepala Bidang Rehabilitasi Perlindungan Jaminan Sosial (Replinjamsos) Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Titik Kristiani mengamini.

Titik, sapaan akrabnya, menyebutkan setidaknya ada tiga faktor yang menjadi penyebab maraknya para anjal dan gepeng.

Untuk faktor yang pertama adalah karena faktor lingkungan dan masyarakat yang salah pergaulan.

“Yang saya maksud pengaruh lingkungan itu tadi, mungkin dia salah pergaulan. Dia berteman akrab dengan orang-orang yang begitu, sehingga ia tertarik untuk mengikuti,” ujar Titik kepada wartawan, Minggu (23/5).

Selanjutnya faktor yang kedua karena persoalan ekonomi. Misalnya mereka berasal dari keluarga yang tidak mampu, sehingga harus mencari penghasilan tambahan.

“Wong anak-anak, dia kan belum punya keterampilan. Ya yang paling mudah ya itu, ikut ngamen lah di jalan, atau berjualan apa adanya,” terangnya.

“Yang penting dia mendapatkan tambahan uang saku. Contohnya seperti sekarang banyak yang berjualan bakpau itu,” sambungnya.

Lalu faktor terakhir adalah karena memang anjal dan gepeng tersebut berasal dari keluarga gelandangan dan pengemis, sehingga mindsetnya pun terpengaruh.

“Memang dari keluarga yang seperti itu. Jadi memang mbahnya, bapaknya, ibunya itu ya memang pengemis,” tuturnya.

“Jadi anak-anaknya ya memang ikut di jalan. Sehingga anak itu air cucuran atap, jatuhnya ke pelimbahan juga,” akhirnya. (fat/fir)

Iklan

Terpopuler