Pemerintahan
Targetkan Predikat Utama, Dinsos Kota Malang Kebut Pengisian Indikator Kota Layak Anak 2026 Melalui Sinergi Lintas Sektor

KABARMALANG.COM – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang tengah mengebut proses pengisian instrumen dan evaluasi mandiri indikator penilaian Kota Layak Anak (KLA) tahun 2026 guna membidik target predikat tertinggi, yakni KLA Kategori Utama.
Langkah taktis pengumpulan data yang kini progresnya telah menyentuh angka 90 persen tersebut sengaja diakselerasi oleh tim Dinsos Kota Malang sepanjang bulan Mei 2026 ini melalui koordinasi intensif bersama seluruh perangkat daerah, pilar sosial, dan pemangku kepentingan (stakeholder) terkait.
Strategi jemput bola dan tertib administrasi ini diterapkan menyusul adanya pengetatan kebijakan baru dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) RI yang menambah jumlah klaster indikator prasyarat.
Sehingga seluruh program kerja ramah anak lintas dinas yang selama ini belum teregister dapat terdokumentasi secara valid demi mencegah turunnya peringkat dari predikat Nindya yang diraih pada tahun sebelumnya.
Strategi Dinsos Kota Malang dan Tantangan Penilaian KLA 2026
​Proses evaluasi KLA tahun ini memiliki instrumen penilaian yang jauh lebih kompleks dan ketat dibandingkan periode sebelumnya. Berikut poin-poin krusial yang tengah dihadapi di lapangan:
​Penyisiran Data Terintegrasi: Banyak perangkat daerah di lingkungan Pemkot Malang yang sejatinya memiliki program berbasis hak anak, namun belum tercatat (unregistered) secara administratif dalam sistem KLA.
​Kebijakan Degradasi Nilai: Berdasarkan regulasi terbaru KemenPPPA RI, daerah yang telah menyandang predikat Nindya bisa mengalami penurunan peringkat jika pengisian dokumen bukti tidak memenuhi ambang batas kriteria indikator yang lebih banyak tahun ini.
​Mobilisasi Stakeholder: Pengisian instrumen tidak lagi bertumpu pada satu dinas, melainkan wajib melibatkan seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) hingga pilar sosial kemasyarakatan terbawah untuk memperkuat evaluasi 5 klaster hak anak.
Mengenal Tingkatan Penghargaan Kota Layak Anak (KLA) di Indonesia
Peringkat / Predikat KLA | Status Capaian Kota Malang | Target Capaian Tahun 2026 | Catatan Evaluasi Teknis |
|---|---|---|---|
KLA UTAMA | Belum Tercapai | Target Utama (Puncak) | Membutuhkan akurasi data 90-100% pada pemenuhan seluruh klaster hak anak secara komprehensif. |
KLA NINDYA | Capaian Tahun Lalu | Target Minimal (Bertahan) | Harus dipertahankan secara ketat agar tidak turun peringkat akibat adanya indikator baru yang lebih banyak. |
KLA MADYA | Sudah Terlewati | – | Tingkatan menengah dalam pemenuhan infrastruktur dan regulasi perlindungan anak daerah. |
KLA PRATAMA | Sudah Terlewati | – | Kategori dasar untuk pemulaan komitmen kepala daerah terhadap pemenuhan hak anak. |
Kutipan Otoritas Pemkot: “Di Dinsos-P3AP2KB kami menghimpun dan memeriksa data-data yang masih kurang memadai. Kebijakan yang baru ini cukup ketat, predikat Nindya bisa turun jika penilaiannya tidak memenuhi syarat.”
“Makanya target kami paling tidak bisa naik ke Utama, atau minimal mempertahankan Nindya,” tegas Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito Widoyoko. (adv)
Serba Serbi4 minggu yang laluSosialisasi Olahan Daun Kelor KKN MAs Kelompok 109 Dorong Gizi dan Ekonomi di Desa Tumpang
Serba Serbi4 minggu yang laluInformasi Cuaca Jawa Timur Hari Ini Rabu 12 Agustus 2026 Cerah Berawan Tanpa Potensi Hujan
Serba Serbi4 minggu yang laluLaman dtsen-form.bps.go.id Menjadi Portal Resmi Pengecekan Desil Kesejahteraan BPS
Serba Serbi4 minggu yang laluCara Cek Desil Kesejahteraan Anda Secara Online Melalui Situs Resmi Kemensos
Hukrim4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Kromengan Malang Pengemudi Pikap Jadi Tersangka Diduga Alami Microsleep
Pemerintahan4 minggu yang laluPeringatan Hari Veteran Nasional LVRI Kota Malang Gelar Ziarah dan Tabur Bunga di TMP Suropati
Pemerintahan4 minggu yang laluPendaftaran Portal Perlindungan Sosial Perlinsos Digital Kota Malang Diperkuat Lewat Kolaborasi Lintas Sektor
Serba Serbi4 minggu yang laluHarga Emas Batangan Antam Hari Ini 14 Agustus 2026 Turun Ke Posisi Rp2.664.000 Per Gram



































