Connect with us

Pemerintahan

Kota Malang Siapkan Kamera E-Tilang Di 13 Titik Ramai Lalu Lintas

Diterbitkan

,

Kota Malang Siapkan Kamera E-Tilang Di 13 Titik Ramai Lalu Lintas
Kawasan pertigaan Jembatan Soekarnon Hatta yang akan dipasang kamera ETLE untuk penerapan E-Tilang (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Polresta Malang Kota bersama Dishub terus siapkan penerapan E-Tilang. Kasatlantas Polresta Malang Kota, Kompol Ramadhan Nasution membenarkan.

Polresta bersama Pemkot Malang mengawal pengadaan kamera tilang. Hasil dari pengadaan, akan terpilih vendor penyedia kamera.

“Terakhir, sudah ada beberapa vendor ETLE terpilih. Mereka akan menyampaikan spesifikasi kamera yang mereka miliki,” ujar Ramadhan kepada wartawan di Mapolresta Malang Kota, Jumat, (12/3).

Rama, sapaanya, Kota Malang bakal menambah 9 titik kamera. Mulanya hanya ada 4 titik, menjadi 13 titik.

“Jadi kurang lebih nanti ada 13 titik. Dengan kurang lebih ada 20 ETLE. Insyaallah kameranya sudah terpasang bulan Juni,” jelasnya.

Ditempat pertama, ada kamera di simpang 3 PDAM. Kemudian, simpang 3 Borobudur, simpang 3 Ciliwung. Selanjutnya simpang 3 savana, dan simpang 4 kaliurang.

Kabar Lainnya : Satlantas Makota Antisipasi Booming Vacation.

“Lalu simpang 3 trio 2 dan simpang 3 jembatan UB. Setelah itu Taman Krida Budaya, simpang 3 Dinoyo. Simpang Sulfat dan Rampal. Terakhir Klenteng dan simpang 4 Gadang,” ringkasnya.

Pemkot akan memasang 24 ETLE di 13 titik ini. Kota Malang juga masih siapkan anggaran dan lainnya.

“Namun masih tarik ulur. Mungkin dari pelaksana pemerintahan. Karena terkait persiapan dana,” terangnya.

Pemkot dan Polresta memang ingin menambah titik pemasangan ETLE. Karena ada anggapan empat titik kurang memadai.

“Dan lagi Wali Kota juga menginginkan. Karena Malang Kota memaksimalkan dananya ke ETLE ini. Pemkot meminta pemasangan lebih dari 10 titik,” tambahnya.

Polresta memilih 13 titik tersebut karena jalur tersebut KTL. Banyak kendaraan melintasi kawasan-kawasan itu setiap hari.

“Tentunya agar masyarakat di KTL ini lebih tertib. Karena dengan ETLE, denda tilangnya maksimal, jadi lebih berat,” jelasnya.

“Sebetulnya dengan ETLE, pelanggar harus membayar dulu denda maksimal. Walaupun nanti ada pengembalian dana setelah ketok palu pengadilan,” tutupnya.(fat/yds)

Terpopuler

// width=
Marketing Kabarmalang.Com
Aktifkan Notifikasi OK Tidak Terimakasih