Connect with us

Hukrim

Remaja SMA Jadi Germo, Jual Teman Sebaya Rp 700 Ribu

Diterbitkan

,

Remaja SMA Jadi Germo, Jual Teman Sebaya Rp 700 Ribu
Pelaku perdagangan anak saat dirilis oleh Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar, Kamis (4/2).(Foto : Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Remaja ini sudah jadi germo walau masih SMA. Akibatnya, inisial RPR, 16, harus berurusan dengan polisi.

Remaja SMA yang jadi germo itu warga Sukun Kota Malang. Dia sudah menjual teman perempuan sebayanya kepada hidung belang.

Sampai saat ini, dia sudah menjual dua temannya. Satu di antaranya adalah AEA, 15.

Sama seperti RPR, AEA masih pelajar. Dia juga bersekolah di kawasan Sukun, Kota Malang.

Ide untuk menjadi germo itu tercetus dari candaan. Dia acapkali guyon membikin bisnis esek-esek bersama teman-temannya.

Dari guyonan, RPR menangkap peluang bisnis haram. Sehingga, RPR pun jadi remaja SMA sekaligus germo.

“Pikiran ini muncul saat pelaku bercanda di tongkrongan, ” terang Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar saat konferensi pers di Mapolres Malang, Kamis (04/02).

Akhirnya dia menawarkan ide itu dengan seorang teman cewek. Tetapi, target pertamanya tersebut menolak.

Namun, RPR tidak berhenti. Dia terus gigih mencari korban-korban lainnya.

“Target pertamanya tidak mau. Kemudian, dia berkenalan cewek yang lainnya. Yakni AEA yang mau (jual diri),” terang Hendri.

Cara remaja SMA jadi germo ini cukup rapi. Dia menyiapkan akomodasi hotel lengkap dengan cewek di dalamnya.

Setelah itu, dia menawarkan ‘paket’ ini kepada calon pelanggannya. RPR mengaku belajar hal tersebut dari media sosial.

“Usai mendapat korban, pelaku kemudian menawarkan jasanya di Facebook. Dia memakai nama ‘Info Cewek Kota Malang’,” beber Hendri.

Remaja SMA yang jadi germo ini juga punya banderol. Dia menghargai teman sebayanya Rp 700 ribu. Sementara, RPR mengambil untung Rp 300 ribu.

“Misal, ada orang yang posting di grup tersebut. Pelaku ikut komen menawarkan teman ceweknya. Dari setiap transaksi, pelaku mendapat untung. Yakni sekitar Rp 300 ribu per cewek,” jelasnya.

Baca Juga : Tiga Kali Cabuli Anak Teman, Seorang Pria Diamankan Polisi.

Ulah pelaku tersebut akhirnya terungkap. Jajaran Polres Malang mengendusnya pada 28 Januari 2021 lalu.

Dia tertangkap saat tengah bertransaksi dengan pria hidung belang. Yakni di penginapan Bounty Kepanjen.

“Pelaku sedang mengantarkan cewek. Ini untuk bertemu dengan pemakainya,” ucapnya.

Pelaku sendiri diancam dengan pasal berlapis. Yakni Pasal 83 juncto Pasal 76F UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Ancaman hukuman 3 sampai 15 tahun penjara. Sementara, denda paling banyak Rp 5 miliar.

Polres Malang saat menginterogasi remaja yang menjual cewek teman sebayanya.

Kemudian Pasal 88 juncto Pasal 76I UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Ancaman hukuman 10 sampai 15 tahun penjara. Sedangkan, denda maksimal Rp 200 juta.

“Kita juga perkuat dengan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang perdagangan orang. Tidak boleh ada upaya eksploitasi kepada orang untuk mencari keuntungan sendiri,” tambahnya.

Ancaman hukumannya 3  sampai 15 tahun penjara. Dengan denda Rp 120 juta sampai Rp 600 juta.(im/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Curi Mobil Kakak Kandung, Pria Di Malang Ini Sakit Hati Tidak Diutangi

Diterbitkan

,

Curi Mobil Kakak Kandung, Pria Di Malang Ini Sakit Hati Tidak Diutangi
Wakasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Hendro Triwahyono saat merilis kasus pencurian mobil (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM –  Seorang pria bernama Amir, 51, asal Denpasar nekat curi mobil milik kakak kandung sendiri di Kota Malang. Lantaran, dia sakit hati tak mendapat bantuan utang dari kakaknya.

Amir juga menggondol uang tunai Rp 2 juta dan lima buah handphone. Dia mengambil itu di rumah milik kakaknya berinisial IRS. Yakni di Jalan IR. H Juanda Kelurahan Jodipan Kota Malang.

Kabar Lainnya : Sakit Hati, Pelaku Habisi Nyawa Temannya Pakai Palu.

Wakasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Hendro Triwahyono menceritakan kronologi kasus pencurian tersebut.

“Awalnya pada hari Sabtu (24/4) pelaku menginap di rumah kakak kandungnya tersebut. Beberapa hari kemudian pelaku meminta bantuan kepada kakak kandungnya tersebut,” ujar Hendro di Mapolresta Malang Kota, Selasa (11/5).

Kabar Lainnya : Bejat…jat, Bapak Tega Cabuli Anak Kandungnya.

“Pelaku meminta pinjaman uang kepada korban sejumlah Rp 1 juta untuk keluarganya yang berada di Bali,” sambungnya.

Akan tetapi kakak kandungnya mengatakan tidak mempunyai uang sejumlah tersebut. Sehingga membuat pelaku marah dan dendam.

“Kemudian aksi terjadi pada hari Minggu (9/5) sekitar pukul 05.00 WIB. Ketika semua orang di dalam kakaknya sedang tertidur, pelaku lalu mengambil beberapa barang berharga milik korban,” tambahnya.

Yakni berupa 5 handphone , uang tunai sejumlah Rp 2 Juta. Dia juga curi mobil sang kakak kandung, dan membawa kabur 1 unit Toyota Avanza.

Barang bukti mobil curian. (Foto : Fathi)

Kemudian pada malam harinya, korban melapor kepada Resmob Polresta Malang Kota sekitar pukul 20.00 WIB. Karena telah terjadi kasus pencurian dalam keluarga.

“Selanjutnya polisi langsung melakukan penyelidikan dan mendapat informasi bahwa pelaku berada di Penginapan Arjuno Kota Batu,” ucapnya.

Kabar Lainnya : Bejat ! Dua Bapak Setubuhi Anak Kandung.

Sehingga pada hari Senin (10/5) sekitar pukul 08.00 WIB polisi langsung melakukan penangkapan. Lalu anggota Resmob membawa pelaku ke Polresta Malang Kota untuk proses lebih lanjut.

Akibat perbuatannya tersebut, pelaku melanggar Pasal 362 Sub 367 KUHP tentang pencurian biasa sub pencurian dalam keluarga.

Kabar Lainnya : Laporan Perkosaan Palsu Mahasiswi Brawijaya Karena Sakit Hati.

Pelaku terancam hukuman maksimal 5 tahun penjara.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Perawat Yang Terbakar Hidup-hidup Harus Operasi Plastik, Ini Kabarnya

Diterbitkan

,

Perawat Yang Terbakar Hidup-hidup Harus Operasi Plastik, Ini Kabarnya
RS Hasta Husada Kabupaten Malang, tempat korban perawat dibakar hidup-hidup menjalani perawatan. (Foto : Rjs)

 

KABARMALANG.COM – Kondisi Eva Sofiana Wijayanti, 33, perawat asal Kalipare Malang yang terbakar hidup-hidup, semakin membaik. Dia tidak lagi berada di IGD RS Hasta Husada.

Edi Wahyudi Humas RS Hasta Husada membenarkan. “Sudah mulai membaik. Sudah pindah di ruang rawat inap Garuda. Tidak ada gejala yang berlebih. Kondisi korban membaik berangsur pulih,” ujar Edi, Kamis (6/5).

Meski demikian, kasus perawat yang terbakar hidup-hidup ini menjadi atensi Hasta Husada. Sehingga, RS tersebut menurunkan dua dokter spesialis.

Perawat Kena Siram BBM Di Malang, Wajah Dan Tubuhnya Luka Bakar

Korban Eva yang mengalami luka bakar di wajah dan tangannya. (Foto : Istimewa)

“Korban masih perawatan intensif di RS kami. Dokter yang menangani adalah spesialis anestesi dan bedah plastik,” ujarnya.

Dua dokter spesialis tersebut harus turun tangan karena lokasi luka bakar korban. Yakni luka wajah dan tangan serta sebagian tubuh korban.

“Luka bakarnya 32 persen. Dalam kategori juga tidak terlalu parah, masih bisa pengondisian dengan baik,” jelasnya.

Menurut Edi, Hasta Husada akan mengawasi perawatan korban dalam waktu kurang lebih dua pekan. Setelah kondisi Eva membaik, RS memungkinkan korban rawat jalan.

Dari situ, dokter juga akan menentukan jadwal dan bedah operasi plastik. Edi menegaskan, kondisi korban masih bisa terselamatkan.

“Untuk bisa pulih sangat memungkinkan. Yakni dengan metode bedah plastik dan perawatan lainnya,” ringkasnya.

Kabar Lainnya : Perawat Korban Pembakaran Di Kalipare Jadi Saksi Kunci Ungkap Pelaku.

Sementara itu, Polres Malang masih terus mendalami penyelidikan kasus perawat yang terbakar hidup-hidup ini. Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengamini.

“Anggota masih berada di lapangan sampai saat ini untuk mendalami motif dan penyebab. Karena korban tiba-tiba saja disiram bensin sampai terbakar,” ungkap Hendri terpisah.

Dia meyakini akan ada perkembangan dalam satu dua hari ke depan. Karena, kondisi korban kian stabil.

Sehingga, polisi bisa menggali keterangan dari korban. “Kondisi korban semakin membaik. Semoga kami bisa segera sinkronkan keterangan korban dengan hasil penyelidikan,” tambah Hendri.

Sampai saat ini, polisi masih mendapatkan sejumlah petunjuk dari hasil olah TKP. Misalnya kendaraan serta ciri-ciri fisik pelaku.

“Walau membaik dan sudah sadar, korban masih trauma. Sehingga penyidik kami cukup sulit mengambil keterangan dari korban,” jelasnya.

Polisi sudah berkoordinasi dengan keluarga korban. Supaya, famili Eva yang melakukan pendekatan untuk mengungkap fakta-fakta baru penyelidikan.

Hendri sendiri enggan berspekulasi soal motif pelaku. Apakah itu motif dendam, asmara, ekonomi atau lainnya.

“Masih sangat mentah, kami tidak mau menduga-duga dulu. Setelah ada keterangan korban, baru kami bisa buat kesimpulan,” akhirnya.(rjs/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Perawat Korban Pembakaran Di Kalipare Jadi Saksi Kunci Ungkap Pelaku

Diterbitkan

,

Perawat Korban Pembakaran Di Kalipare Jadi Saksi Kunci Ungkap Pelaku
Penyidik Satreskrim Polres Malang saat olah TKP kejadian perawat dibakar hidup-hidup di Kalipare. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Eva Sofiana Wijayanti, 33, perawat klinik Bunga Husada Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, yang jadi korban pembakaran, adalah kunci pengungkapan kasus.

Polres Malang pun menetapkan Eva sebagai saksi mahkota untuk mengungkap siapa pelaku pembakaran. Karena kuat dugaan korban mengetahui identitasnya.

“Korban adalah saksi kunci, tetapi kondisinya tidak memungkinkan untuk memberi keterangan. Karena korban masih di ruang ICU,” kata Kapolres Malang AKBP Hendri Umar melalui Kasatreskrim Polres Malang AKP Donny Kristian Baralangi, Rabu (5/5).

Kabar Lainnya : Perawat Kena Siram BBM Di Malang, Wajah Dan Tubuhnya Luka Bakar.

Menurut Donny, korban baru menjalani operasi karena luka bakar tersebut. Paska operasi, korban harus menjalani perawatan di ruang ICU.

Sehingga korban sebagai saksi mahkota, masih terlarang berinteraksi dengan orang lain. Hanya dokter ataupun perawat yang bisa berinteraksi dengannya.

“Karena berada di ruang ICU, kami belum bisa minta keterangan korban. Semoga korban cepat pulih,” bebernya.

Kabar Lainnya : Pembakar Perawat Kalipare Seorang Pria, Ini Kronologinya.

Donny membenarkan, bahwa penanganan kasus telah masuk penyelidikan Satreskrim Polres Malang. Sebelum ini, Polsek Kalipare yang kali pertama menangani kasus tersebut.

Selama proses penyelidikan, lanjut Donny, polisi sudah meminta keterangan beberapa orang. Jumlahnya ada empat saksi.

“Empat saksi, sudah kami mintai keterangan, mereka anak pemilik klinik, rekan korban, tetangga dan suami korban. Tentunya akan ada saksi lain yang kami minta keterangan,” ucap Donny.

Kabar Lainnya : Cerita Saksi Pembakaran Perawat, Ini Video Testimoninya.

Seperti berita Kabarmalang.com sebelum ini, seorang perawat menjadi korban pembakaran hidup-hidup. Seorang pria misterius menyiramkan BBM ke wajah dan tubuh korban.

Kemudian, pelaku itu menyulutkan korek kepada korban. Alhasil, korban terbakar hidup-hidup.

Eva mengalami sejumlah luka di sekujur wajah, kepala dan tubuhnya. Sampai berita ini terbit, Eva masih menjalani perawatan intensif IGD Hasta Husada.(rjs/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com