Connect with us

Hukrim

Polisi Palsu Peras Warga Poncokusumo Rp 1 Juta Lewat Facebook

Diterbitkan

,

Polisi Palsu Peras Warga Poncokusumo Rp 1 Juta Lewat Facebook
Safi'i Umam (24) warga Desa Poncokusumo, Kecamatan Poncokusumo pelaku pemerasan atas nama polisi. (Foto: Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Polisi palsu beraksi di kawasan Poncokusumo. Sembari mengaku anggota polsek, pelaku menipu dan memeras warga.

Polisi palsu itu bernama Safi’i Umam, 24. Dia warga Desa Poncokusumo, Kecamatan Poncokusumo.

Pelaku memakai Facebook bernama Wiyogo untuk menyamar sebagai polisi. Dia juga mengaku sebagai anggota Polsek Poncokusumo.

Polisi palsu ini mengaku beridentitas Bripka Jurna Afrianto. Kemudian, dia mengirim DM kepada korban Muhammad Koifin Hamzah.

Dia mengatakan bahwa korban masuk dalam daftar pelaku narkoba. Peristiwa ini terjadi Rabu (3/2) sekitar pukul 13.00 WIB.

“Kalau ingin selamat, korban harus membayar uang Rp 1 juta,” terang Kapolsek Poncokusumo, AKP Moh Lutfi, menirukan ancaman pelaku kepada korban.

Baca Juga : Ngaku Intelkam Polda, Dua Polisi Gadungan Dibekuk.

Menurutnya, uang itu menjadi penghapus nama korban. Sehingga, korban tidak muncul dalam buku besar pelaku narkoba.

Polisi palsu ini juga mengancam korban. Ada konsekuensi andai korban tak memenuhi pemerasan pelaku.

Korban akan menghabiskan dana lebih besar untuk menghapus namanya.

“Karena takut, kemudian korban memastikan ke Polsek Poncokusumo. Petugas pun menjelaskan bahwa korban kena tipu. Kemudian korban membuat laporan,” kata Moh Lutfi.

Polisi sungguhan dan korban pun akhirnya bekerjasama. Sebuah skenario terlaksana untuk memancing pelaku.

“Kami pancing ketemuan untuk menyerahkan uang. Kemudian pelaku muncul. Waktu akan menyerahkan uang, Polsek Poncokusumo bertindak,” tutur Moh Lutfi.

Saat ini, polisi palsu itu masuk kantor polisi sungguhan. Tetapi, bedanya dia sekarang menjadi tersangka.

Dia masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Karena, Lutfi ingin mengetahui apakah ada korban lain.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan 1 unit handphone. Dalam handphone itu, masih ada riwayat chatting.

Barang bukti uang dan handphone yang digunakan untuk memeras korban lewat Facebook.

Di dalamnya, ada beberapa korban yang mendapat pesan sama.

Pelaku terkena pasal 45 A Ayat 1 UU No.19 Tahun 2016. Tentang Perubahan atas UU No.11 Tahun 2008. Tentang Informasi dan Transaksi elektronik.

“Atau Pasal 368 Jo Pasal 53 dan atau Pasal 379 a KUHP, dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara,” pungkas Lutfi.(im/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Curi Mobil Kakak Kandung, Pria Di Malang Ini Sakit Hati Tidak Diutangi

Diterbitkan

,

Curi Mobil Kakak Kandung, Pria Di Malang Ini Sakit Hati Tidak Diutangi
Wakasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Hendro Triwahyono saat merilis kasus pencurian mobil (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM –  Seorang pria bernama Amir, 51, asal Denpasar nekat curi mobil milik kakak kandung sendiri di Kota Malang. Lantaran, dia sakit hati tak mendapat bantuan utang dari kakaknya.

Amir juga menggondol uang tunai Rp 2 juta dan lima buah handphone. Dia mengambil itu di rumah milik kakaknya berinisial IRS. Yakni di Jalan IR. H Juanda Kelurahan Jodipan Kota Malang.

Kabar Lainnya : Sakit Hati, Pelaku Habisi Nyawa Temannya Pakai Palu.

Wakasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Hendro Triwahyono menceritakan kronologi kasus pencurian tersebut.

“Awalnya pada hari Sabtu (24/4) pelaku menginap di rumah kakak kandungnya tersebut. Beberapa hari kemudian pelaku meminta bantuan kepada kakak kandungnya tersebut,” ujar Hendro di Mapolresta Malang Kota, Selasa (11/5).

Kabar Lainnya : Bejat…jat, Bapak Tega Cabuli Anak Kandungnya.

“Pelaku meminta pinjaman uang kepada korban sejumlah Rp 1 juta untuk keluarganya yang berada di Bali,” sambungnya.

Akan tetapi kakak kandungnya mengatakan tidak mempunyai uang sejumlah tersebut. Sehingga membuat pelaku marah dan dendam.

“Kemudian aksi terjadi pada hari Minggu (9/5) sekitar pukul 05.00 WIB. Ketika semua orang di dalam kakaknya sedang tertidur, pelaku lalu mengambil beberapa barang berharga milik korban,” tambahnya.

Yakni berupa 5 handphone , uang tunai sejumlah Rp 2 Juta. Dia juga curi mobil sang kakak kandung, dan membawa kabur 1 unit Toyota Avanza.

Barang bukti mobil curian. (Foto : Fathi)

Kemudian pada malam harinya, korban melapor kepada Resmob Polresta Malang Kota sekitar pukul 20.00 WIB. Karena telah terjadi kasus pencurian dalam keluarga.

“Selanjutnya polisi langsung melakukan penyelidikan dan mendapat informasi bahwa pelaku berada di Penginapan Arjuno Kota Batu,” ucapnya.

Kabar Lainnya : Bejat ! Dua Bapak Setubuhi Anak Kandung.

Sehingga pada hari Senin (10/5) sekitar pukul 08.00 WIB polisi langsung melakukan penangkapan. Lalu anggota Resmob membawa pelaku ke Polresta Malang Kota untuk proses lebih lanjut.

Akibat perbuatannya tersebut, pelaku melanggar Pasal 362 Sub 367 KUHP tentang pencurian biasa sub pencurian dalam keluarga.

Kabar Lainnya : Laporan Perkosaan Palsu Mahasiswi Brawijaya Karena Sakit Hati.

Pelaku terancam hukuman maksimal 5 tahun penjara.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Perawat Yang Terbakar Hidup-hidup Harus Operasi Plastik, Ini Kabarnya

Diterbitkan

,

Perawat Yang Terbakar Hidup-hidup Harus Operasi Plastik, Ini Kabarnya
RS Hasta Husada Kabupaten Malang, tempat korban perawat dibakar hidup-hidup menjalani perawatan. (Foto : Rjs)

 

KABARMALANG.COM – Kondisi Eva Sofiana Wijayanti, 33, perawat asal Kalipare Malang yang terbakar hidup-hidup, semakin membaik. Dia tidak lagi berada di IGD RS Hasta Husada.

Edi Wahyudi Humas RS Hasta Husada membenarkan. “Sudah mulai membaik. Sudah pindah di ruang rawat inap Garuda. Tidak ada gejala yang berlebih. Kondisi korban membaik berangsur pulih,” ujar Edi, Kamis (6/5).

Meski demikian, kasus perawat yang terbakar hidup-hidup ini menjadi atensi Hasta Husada. Sehingga, RS tersebut menurunkan dua dokter spesialis.

Perawat Kena Siram BBM Di Malang, Wajah Dan Tubuhnya Luka Bakar

Korban Eva yang mengalami luka bakar di wajah dan tangannya. (Foto : Istimewa)

“Korban masih perawatan intensif di RS kami. Dokter yang menangani adalah spesialis anestesi dan bedah plastik,” ujarnya.

Dua dokter spesialis tersebut harus turun tangan karena lokasi luka bakar korban. Yakni luka wajah dan tangan serta sebagian tubuh korban.

“Luka bakarnya 32 persen. Dalam kategori juga tidak terlalu parah, masih bisa pengondisian dengan baik,” jelasnya.

Menurut Edi, Hasta Husada akan mengawasi perawatan korban dalam waktu kurang lebih dua pekan. Setelah kondisi Eva membaik, RS memungkinkan korban rawat jalan.

Dari situ, dokter juga akan menentukan jadwal dan bedah operasi plastik. Edi menegaskan, kondisi korban masih bisa terselamatkan.

“Untuk bisa pulih sangat memungkinkan. Yakni dengan metode bedah plastik dan perawatan lainnya,” ringkasnya.

Kabar Lainnya : Perawat Korban Pembakaran Di Kalipare Jadi Saksi Kunci Ungkap Pelaku.

Sementara itu, Polres Malang masih terus mendalami penyelidikan kasus perawat yang terbakar hidup-hidup ini. Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengamini.

“Anggota masih berada di lapangan sampai saat ini untuk mendalami motif dan penyebab. Karena korban tiba-tiba saja disiram bensin sampai terbakar,” ungkap Hendri terpisah.

Dia meyakini akan ada perkembangan dalam satu dua hari ke depan. Karena, kondisi korban kian stabil.

Sehingga, polisi bisa menggali keterangan dari korban. “Kondisi korban semakin membaik. Semoga kami bisa segera sinkronkan keterangan korban dengan hasil penyelidikan,” tambah Hendri.

Sampai saat ini, polisi masih mendapatkan sejumlah petunjuk dari hasil olah TKP. Misalnya kendaraan serta ciri-ciri fisik pelaku.

“Walau membaik dan sudah sadar, korban masih trauma. Sehingga penyidik kami cukup sulit mengambil keterangan dari korban,” jelasnya.

Polisi sudah berkoordinasi dengan keluarga korban. Supaya, famili Eva yang melakukan pendekatan untuk mengungkap fakta-fakta baru penyelidikan.

Hendri sendiri enggan berspekulasi soal motif pelaku. Apakah itu motif dendam, asmara, ekonomi atau lainnya.

“Masih sangat mentah, kami tidak mau menduga-duga dulu. Setelah ada keterangan korban, baru kami bisa buat kesimpulan,” akhirnya.(rjs/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Perawat Korban Pembakaran Di Kalipare Jadi Saksi Kunci Ungkap Pelaku

Diterbitkan

,

Perawat Korban Pembakaran Di Kalipare Jadi Saksi Kunci Ungkap Pelaku
Penyidik Satreskrim Polres Malang saat olah TKP kejadian perawat dibakar hidup-hidup di Kalipare. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Eva Sofiana Wijayanti, 33, perawat klinik Bunga Husada Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, yang jadi korban pembakaran, adalah kunci pengungkapan kasus.

Polres Malang pun menetapkan Eva sebagai saksi mahkota untuk mengungkap siapa pelaku pembakaran. Karena kuat dugaan korban mengetahui identitasnya.

“Korban adalah saksi kunci, tetapi kondisinya tidak memungkinkan untuk memberi keterangan. Karena korban masih di ruang ICU,” kata Kapolres Malang AKBP Hendri Umar melalui Kasatreskrim Polres Malang AKP Donny Kristian Baralangi, Rabu (5/5).

Kabar Lainnya : Perawat Kena Siram BBM Di Malang, Wajah Dan Tubuhnya Luka Bakar.

Menurut Donny, korban baru menjalani operasi karena luka bakar tersebut. Paska operasi, korban harus menjalani perawatan di ruang ICU.

Sehingga korban sebagai saksi mahkota, masih terlarang berinteraksi dengan orang lain. Hanya dokter ataupun perawat yang bisa berinteraksi dengannya.

“Karena berada di ruang ICU, kami belum bisa minta keterangan korban. Semoga korban cepat pulih,” bebernya.

Kabar Lainnya : Pembakar Perawat Kalipare Seorang Pria, Ini Kronologinya.

Donny membenarkan, bahwa penanganan kasus telah masuk penyelidikan Satreskrim Polres Malang. Sebelum ini, Polsek Kalipare yang kali pertama menangani kasus tersebut.

Selama proses penyelidikan, lanjut Donny, polisi sudah meminta keterangan beberapa orang. Jumlahnya ada empat saksi.

“Empat saksi, sudah kami mintai keterangan, mereka anak pemilik klinik, rekan korban, tetangga dan suami korban. Tentunya akan ada saksi lain yang kami minta keterangan,” ucap Donny.

Kabar Lainnya : Cerita Saksi Pembakaran Perawat, Ini Video Testimoninya.

Seperti berita Kabarmalang.com sebelum ini, seorang perawat menjadi korban pembakaran hidup-hidup. Seorang pria misterius menyiramkan BBM ke wajah dan tubuh korban.

Kemudian, pelaku itu menyulutkan korek kepada korban. Alhasil, korban terbakar hidup-hidup.

Eva mengalami sejumlah luka di sekujur wajah, kepala dan tubuhnya. Sampai berita ini terbit, Eva masih menjalani perawatan intensif IGD Hasta Husada.(rjs/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com