Connect with us

Pemerintahan

Satu Tahun Perumda Tugu Tirta Raih Tiga Penghargaan

Diterbitkan

,

Dirut Perumda Tugu Tirta, M Nor Muhlas saat menerima penghargaan dari Perpamsi Jatim. (Foto : Humas PDAM Kota Malang)
Dirut Perumda Tugu Tirta, M Nor Muhlas saat menerima penghargaan dari Perpamsi Jatim. (Foto : Humas PDAM Kota Malang)

KABARMALANG.COM – Kepemimpinan M Nor Muhlas sebagai Direktur Utama Perumda Tugu Tirta kembali menorehkan prestasi gemilang.

Dua penghargaan terbaru berhasil diraih yakni sebagai PDAM terbaik dan PDAM tersehat. Ini merupakan penghargaan ketiga bagi Perumda Tugu Tirta sepanjang 2019-2020.

Dua penghargaan sebagai PDAM terbaik dan PDAM tersehat diterima langsung Direktur Utama Perumda Tugu Tirta, M Nor Muhlas dari Ketua Persatuan Perusahaan Air Minum Indonesia (Perpamsi) Jawa Timur, Syamsul Hadi saat lokakarya di Hotel Singgasana, Kota Surabaya, pada 23-24 Oktober 2020.

Direktur Utama Perumda Tugu Tirta, M Nor Muhlas berharap, penghargaan yang diraih semakin dapat meningkatkan kinerja Perumda Tugu Tirta kedepan.

“Dengan adanya penghargaan ini, diharapkan bisa memaksimalkan kinerja kita. Karena kinerja baik menentukan pencapaian tujuan organisasi secara berkesinambungan. Untuk itu, perlu diupayakan untuk meningkatkan kinerja karyawan,” ujar M Nor Muhlas.

Kiprah M Nor Muhlas dalam membawa kemajuan di Perumda Tugu Tirta memang patut dipuji. Selama karirnya, sederet prestasi telah dicatat.

Hal itu tak lain, karena banyak pembaharuan demi meningkatkan kinerja Perumda Tugu Tirta selama menjabat sebagai Direktur Utama.

Dan terus berinovasi mengikuti kebutuhan pelayanan terhadap pelanggan.

Kepala Bagian Humas Perumda Tugu Tirta, Agustyah Isnaini mengungkapkan, dua penghargaan sebagai PDAM terbaik dan PDAM tersehat yang diraih merupakan hasil penilaian dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Dua penghargaan ini murni diberikan oleh BPKP, tanpa adanya kepanitiaan atas kinerja Perumda Tugu Tirta. Penghargaan diterima langsung oleh Pak Dirut (M Nor Muhlas) sebagai PDAM terbaik dan PDAM tersehat, saat menghadiri lokakarya Perpamsi Jawa Timur 23 sampai 24 Oktober 2020 lalu,” ungkap Agustyah kepada Kabarmalang.com, Sabtu (6/11/2020).

Agustyah menambahkan, BPKP sebagai lembaga pengawasan, rutin melakukan pemeriksaan khususnya menyangkut manajemen keuangan di Perumda Tugu Tirta dalam setiap tahunnya.

Berdasarkan hasil pengawasan atas kinerja Perumda Tugu Tirta itulah kemudian penilaian diberikan oleh BPKP.

“Jadi setiap tahun, Perumda Tugu Tirta dikunjungi oleh BPKP. Selain pengawasan juga melakukan penilaian atas kinerja Perumda Tugu Tirta, baik dari segi keuangan dan lainnya,” ungkapnya.

Dirut Perumda Tugu Tirta, M Nor Muhlas (paling kanan) saat menerima penghargaan dari Perpamsi

Dirut Perumda Tugu Tirta, M Nor Muhlas (paling kanan) saat menerima penghargaan dari Perpamsi Jawa Timur (Foto : Bagian Humas Perumda Tugu Tirta)

Prestasi gemilang ini, menambah daftar penghargaan yang telah dicapai oleh Perumda Tugu Tirta, yang dulu bernama PDAM Kota Malang.

Karena pada Juli 2020, Perumda Tugu Tirta juga berhasil menyabet dua penghargaan dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Malang.

Untuk penilaian kinerja pelayanan pengaduan melalui aplikasi pengaduan SAMBAT SMS, SAMBAT WEB, dan aplikasi pengaduan Lapor atas kinerja pelayanan perangkat daerah di lingkungan Pemkot Malang periode Januari sampai dengan Juni 2020.

Hingga akhirnya dalam penilaian itu, Perumda Tugu Tirta menyandang dua penghargaan sekaligus.

Pertama untuk kategori respon tercepat pengaduan lapor dan respon tercepat aplikasi SAMBAT Web dan kategori respon tercepat aplikasi pengaduan Lapor.

Perumda Tugu Tirta memang telah mempunyai sistem aplikasi yang sudah terintegrasi dengan beberapa aplikasi-aplikasi pengaduan milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun Pemerintah Kota Malang.

Beberapa kanal dimiliki sebagai sarana pengaduan masyarakat Kota Malang. Diantaranya melalui kanal resmi yang dimiliki Perumda Tugu Tirta, baik website maupun media sosial.

Seperti Instagram, Twitter, Facebook, website, call center dan layanan pengaduan secara offline pada loket pelayanan di kantor pusat PDAM Kota Malang Jalan Terusan Danau Sentani, Kelurahan Sawojajar, Kota Malang maupun di loket pelayanan PDAM Kota Malang Jalan WR. Supratman, Kota Malang.

Semua pelayanan yang masuk melalui kanal resmi langsung direspon menganut Standar Operasional Prosedur (SOP), yang sudah ditentukan Aplikasi Work Order.

Di dalamnya terdapat standar pengerjaan atau tindak lanjut pengaduan yaitu selama dua hari terhitung dari tanggal laporan diterima.

Sehingga pekerjaan pengaduan harus sudah diselesaikan, apabila melebihi dua hari. Maka akan menjadi produk tidak sesuai dan akan berpengaruh pada insentive petugas PDAM Kota Malang.

Menurut Agustyah, selama era kepemimpinan Diretur Utama M Nor Muhlas sudah tiga penghargaan berhasil diraih oleh Perumda Tugu Tirta dulunya bernama PDAM Kota Malang.

“Tiga penghargaan berhasil diraih selama kepemimpinan Pak Dirut M Nor Mohlas dalam kurun waktu 2019-2020, setelah banyak pembaharuan untuk peningkatan kinerja pegawai. Pada 2019 meraih penghargaan AIKID 2019 Road to Smart City,” tutur Agustyah.

Agustyah membeberkan, Anugerah Inovasi dan Kreatifitas Informasi Digital (AIKID) diadakan sebagai salah satu bentuk monitoring, evaluasi, dan meningkatkan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan unit kerja di lingkungan Pemerintah Kota Malang.

Seiring langkah Pemerintah Kota Malang untuk berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam memberikan pelayanan publik di era industri 4.0.

Malam penganugerahan AIKID digelar pada Oktober 2019, yang merupakan keempat kalinya oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang.

“PDAM Kota Malang berhasil menjadi juara I dalam kategori Media Sosial terbaik OPD Sekretariat dan BUMD, Juara III Kategori Website Terbaik OPD Sekretariat dan BUMD dan Website Favorit Sekretariat & BUMD,” bebernya. (rjs/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Wasto, Sekda Pemkot Malang Pensiun, ‘Sasaji’ Tak Akan Terdengar Lagi

Diterbitkan

,

Wasto, Sekda Pemkot Malang Pensiun, 'Sasaji' Tak Akan Terdengar Lagi
Sekda Kota Malang, Wasto (Foto: istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Pekikan ‘Salam Satu Jiwa’ ala Wasto tak akan terdengar lagi. Karena Sekda Kota Malang itu pensiun. Dia purna tugas pada hari ini, 28 Februari 2021.

Wasto memang terkenal enerjik saat memimpin rapat. Dia pun tak pernah luput memekikkan Salam Satu Jiwa.

Kini, pekikan salam khas itu bakal absen dari Pemkot. Tetapi, dia tidak menyesal. Dia sudah berupaya mengabdi sebaik mungkin untuk Kota Malang.

Wasto pun menceritakan sepak terjangnya di Pemkot Malang. Dia berkarir selama 41 tahun mulai pada tahun 1980.

Sejak awal merintis karier, dia telah berproses sebagai birokrat. Dia juga menorehkan sejumlah pencapaian untuk kemajuan Kota Malang.

“Saya masuk di Pemkot Malang 20 Desember 1980. Sukuan juga tidak ada bayaran,” ujar Wasto kepada wartawan, Minggu (28/2).

Kemudian dia pengangkatan tanggal 1 Maret 1983. Ijazahnya SLTA SMEA. Dia berangkat dari golongan 2 A ke 2 B.

“Dua tahun saya dapat jabatan eselon 5A. Pangkatnya 3B” tambahnya.

Saat berpangkat 3B, Wasto mendapat jabatan kepala seksi. Kepala seksi saat itu sama dengan kabid a1.

“Saya mulai dari kantor urusan perumahan (Dulu Dinas Perumahan),” imbuhnya.

Selanjutnya, tahun 1998 Wasto pindah. Dia menjadi kasi ketenagaan SDM dan Guru SD.

Kemudian 2002 Wasto pindah ke Dinas Pendapatan Daerah. Dia pindah lagi ke Kasubag peraturan perundang-undangan. Eselonnya saat itu 4A

Setelah itu, Wasto menjadi Kabag Hukum Oktober 2004. Dia menjadi Kabag Hukum selama 2 tahun.

Sejak Agustus 2009, Wasto bergeser ke DKP Kota Malang. Karirnya juga cukup panjang di sini. Yakni sampai awal 2015.

“Saat di DKP ini saya benar-benar menjiwai. Karena menyangkut risiko. Utamanya terkait sampah dan penghijauan. Dalam dua hal itu saya sangat konsen. Supaya, ada perubahan di Kota Malang,” bebernya.

Kabar Lainnya : Inilah Kriteria Pengganti Sekda Kota Malang Versi Sutiaji.

Dia bersyukur karena DKP sukses. Pemerintah pusat akhirnya mendistribusikan bantuan. Nilainya Rp 250 miliar untuk Tempat Pembuangan Akhir.

“Bantuan ini bukan bantuan berupa uang. Tetapi bantuan progam. Seluruhnya itu pusat menyerahkan, baru kami kelola,” ungkap Sekda.

Menurut Wasto, tugas dan kebijakan DKP baik. Tetapi, tanpa pelibatan masyarakat tentu akan berat.

“Oleh karena itu saya bentuk organisasi lingkungan. Yang saya berharap menjadi sebuah mitra DKP. Sehingga membentuk kader lingkungan,” tuturnya.

Dari situ Wasto menggerakkan kader lingkungan. Dengan tujuan mendirikan Koperasi Bank Sampah.

Sehingga, mengedukasi masyarakat soal sampah. Karena, sampah terkonversi menjadi tabungan dunia.

Moncer di DKP, perjalanan Wasto berlanjut di BAPPEDA. Di tempat yang baru tersebut, dia tetap berprestasi.

“Bersama teman-teman Bappeda saya mengadakan lomba kampung tematik. Kemudian lomba rancang Malang. Kami libatkan mahasiswa perguruan tinggi mendampingi RW lomba,” ungkapnya.

“RW yang berinisiasi, harus tahu visinya. Baru perguruan tinggi melakukan visualisasi. Yang mendahului UMM itu kampung tematik warna-warni,” lanjutnya.

Meski sudah pensiun, Wasto tetap siap menjalin silaturahmi. Dia juga tetap akan dekat dengan awak media Kota Malang.

Sekda Kota Malang (batik biru) bersama wartawan di Pemkot Malang. (Foto : Istimewa)

“Pertemanan, persahabatan, tidak ada pensiunnya. Yang boleh pensiun itu kan status ASN-nya. Saya kira itu yang saya sampaikan,” tutupnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Ribuan Pedagang Pasar Kota Malang Akan Suntik Vaksin Tahap 2

Diterbitkan

,

Ribuan Pedagang Pasar Kota Malang Akan Suntik Vaksin Tahap 2
Kegiatan jual beli di Pasar Bunulrejo Kota Malang (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Ribuan pedagang pasar Kota Malang menjadi prioritas vaksinasi. Mereka termasuk dalam kelompok pelayan publik. Sehingga, harus ikut vaksinasi tahap 2.

Kabar Lainnya : 10 Proyek Prioritas Dilanjut 2021.

Plt Kadiskopindag, Wahyu Setianto membenarkan. Vaksinasi tahap 2 akan menyasar 8 ribuan pedagang pasar Kota Malang.

“Kami sudah sosialisasikan pentingnya vaksinasi untuk para pedagang. Mereka tiap hari berinteraksi dengan orang-orang yang rawan covid-19,” ujar Wahyu kepada wartawan, Minggu (28/2).

Wahyu merinci, 8 ribuan pedagang berasal dari 26 pasar. Pasar Besar saja jumlah pedagangnya 3 ribuan. Kemudian Pasar Blimbing 1900-an.

Jadwal dan tempat pelaksanaan vaksinasi pedagang masih pembahasan. Diskopindag masih belum mendapatkan informasi pasti.

“Insyallah jadwalnya dalam waktu dekat. Kami masih menunggu kabar dari Dinkes Kota Malang,” tutur Wahyu.

“Lokasinya mungkin dari Dinkes langsung ke pasar-pasar. Karena kalau pedagang harus ke puskesmas, nanti berkerumun,” lanjutnya.

Terpisah, Plt Kadinkes Kota Malang, Sri Winarni mengamini. Lokasi dan waktu vaksinasi bagi pedagang masih pembahasan.

“Nanti ada informasi jadwal dan tempat vaksinnya. Kita sampaikan ke media,” terang Winarni.

Kabar Lainnya : Dorong Pemkot Batu, DPRD Tak Ingin Jabatan Plt Terus Menjamur.

Winarni pun menanggapi usulan dari Plt Diskopindag. Terkait vaksinasi pedagang agar langsung di tiap pasar.

“Saran kita perhatikan, dan akan kita tindak lanjuti. Saat jadwal sudah ada, akan kita laksanakan,” tutupnya.

Hingga 27 Februari 2021, 6.873 pelayan publik sudah vaksinasi. Progresnya sudah 33,36 persen.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Satgas Covid-19 Kabupaten Malang Bubarkan Kerumunan Di Kafe Dau

Diterbitkan

,

Satgas Covid-19 Kabupaten Malang Bubarkan Kerumunan Di Kafe Dau
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat membubarkan kerumunan pengunjung yang melanggar PPKM mikro di Dau. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Satgas Covid-19 Kabupaten Malang kembali melakukan operasi yustisi. Kali ini, sasarannya adalah kafe-kafe di Dau.

Sabtu (27/2) malam, satgas membubarkan kerumunan pengunjung kafe. Tepatnya di Jalan Raya Dermo, Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau.

Kafe-kafe ini biasa menjadi tempat anak muda nongkrong. Sehingga, kawasan tersebut menjadi sasaran operasi.

Kabar Lainnya : Polisi Siap Bubarkan Kerumunan Malam Tahun Baru.

Mereka bandel karena nongkrong melebihi batas waktu. Sehingga, Satgas Covid-19 Kabupaten Malang langsung membubarkannya.

“Lumayan banyak kafe-kafe yang buka sampai malam. Setelah kita cek, 50 persen buka hingga 23.30. Masih ada juga yang melakukan aktivitas,” kata AKBP Hendri Umar, Kapolres Malang, Minggu (28/2).

Hendri menerangkan, ini peringatan terakhir bagi kafe di Mulyoagung. Jika masih membangkang, petugas akan merekomendasi pencabutan izin operasionalnya.

Kabar Lainnya : Rapid Test Kafe Preston, 3 Pengunjung Reaktif.

“Jika kafe masih melanggar, akan kami tindak lebih tegas,” terangnya.

Peringatan petugas tidak hanya berlaku bagi kafe-kafe di Mulyoagung. Tetapi, bagi tempat usaha di seluruh wilayah Kabupaten Malang. Termasuk tempat hiburan malam.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com