Connect with us

Serba Serbi

Dikabarkan Malang Selatan Berpotensi Tsunami, BPBD: Itu hanya potensi dan bukan prediksi

Diterbitkan

||

Ilustrasi alat pendeteksi gempa dan tsunami (Foto: Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Meski kabar terkait potensi besar adanya tsunami di Selatan Jawa ramai diberbincangkan, tampaknya tak membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang panik.

Pasalnya mereka percaya masyarakat pesisir Malang​ Selatan​ telah berpengalaman menghadapi peristiwa alam, termasuk gempa bumi maupun tsunami.

Rasa optimis tersebut didasarkan pada peristiwa tsunami yang pernah menerjang Pantai Tamban, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, tahun 1994 silam.

“Karena​ tahun 1994 mereka sudah mengalami sendiri di (Pantai) Tamban itu (tsunami). Jadi saya kira naluri alamiah masyarakat pesisir Malang Selatan dalam mengidentifikasi gejala alam cukup mumpuni,” terang Kepala​ Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Bambang Istiawan ketika dikonfirmasi​.

Namun, meski pihaknya yakin dengan naluri masyarakat, Bambang mengaku akan tetap intens melakukan sosialisasi mitigasi bencana kepada masyarakat.

“Sebab terkait mitigasi, masyarakat memang butuh waktu yang lama jadi tidak serta merta langsung bisa,” ucap Bambang.

Supaya edukasi mitigasi bencana tersebar secara masif, BPBD Kabupaten Malang telah membentuk​ Kampung Sigap Bencana (KSB) dan Desa Tangguh Bencana (Destana)​ di pesisir Malang Selatan.

“Rinciannya, Desa Tangguh Bencana ada 9. Lalu,​ Kampung Sigap Bencana kita ada 1 yang dibentuk oleh Dinas Sosial di Bantur,” jelas Bambang.

Lebih lanjut, Bambang meminta​ masyarakat tidak panik ketika menanggapi kabar gempa dan tsunami di Selatan Jawa. Menurut Bambang, kabar tersebut masih sebatas potensi, bukan prediksi.

“Itu hanya potensi dan bukan prediksi,” beber Bambang.

Bambang menyatakan, potensi bencana alam bukan melulu soal gempa dan tsunami.​

“Kita berada di gunung juga ada potensi gunung meletus. Tapi kalau prediksi tentang kapan terjadinya kita kan belum tahu?” simpulnya. (haq/fir)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Gelar Workshop, Kenalkan Topeng Pada Siswa SD

Diterbitkan

||

Suasana pembuatan topeng oleh anak-anak di Kampung Topeng. (Foto : Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Kampung Topeng di Tlogowaru, Kota Malang, menggelar workshop pembuatan topeng Malang. Pesertanya adalah anak-anak. Harapannya, ada regenerasi pengrajin topeng.

Belasan anak-anak sekolah dasar nampak serius mengikuti cara pembuatan topeng yang diajarkan oleh Wahyu Saputro, 18, salah satu warga tinggal di Kampung Topeng.

Workshop pembuatan topeng digelar bersamaan dengan Festival Kamulyan Kampung 1000 Topeng, Sabtu (24/10).

“Saya mengajari anak-anak SD, biar supaya kebudayaan topeng khas Malang ini tetap ada. Kalau bisa generasi penerus pengrajin topeng juga akan berlanjut,” tutur Wahyu saat ditemui Kabarmalang.com di Kampung Topeng, Sabtu siang.

Menurut Wahyu, ada 15 pengrajin topeng menetap di Kampung Topeng, dimana mayoritas sudah berusia lanjut. Sehingga Wahyu adalah pengrajin termuda.

Untuk kemahiran membuat topeng dimiliki Wahyu dari pelatihan yang diberikan oleh Dinas Sosial Kota Malang tahun 2015 silam. Ketika itu, Wahyu masih tinggal di wilayah Sukun, Kota Malang.

Para pengrajin, kata Wahyu, memproduksi hampir 70 karakter topeng. Seperti penggambaran wujud tokoh pewayangan dan makhluk hidup.

Topeng dengan beragam karakter itu, dibuat dalam bentuk gantungan kunci, hiasan dinding dan pernak-pernik yang cukup menarik.

“Untuk harga gantungan kunci dibandrol Rp 15 ribu, sementara hiasan dinding dijual sampai Rp 45 ribu,” beber Wahyu.(fat/rjs)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Kampung Topeng, Wisata Untuk Santai dan Rileks

Diterbitkan

||

Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko di spot foto Wisata Kampung Topeng. (Foto : Fathi)

KABARMALANG.COM – Destinasi Wisata Kampung Topeng saat ini tampak begitu asri. Suasana pedesaannya sangat cocok untuk santai dan rileks.

Itu diakui Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko. Sebab, Edi melihat langsung suasana di situ.

Dia melihatnya saat menghadiri Festival Kamulyan Kampung 1000 Topeng. Ini dalam rangka promosi destinasi Kampung 1000 Topeng, Sabtu (24/10).

“Warga yang hadir ke acara ini, akan bercerita. Bahwa ada satu  destinasi wisata untuk santai dan  rileks,” ungkap Edi kepada awak media.

Edi ingin wisata Kampung Topeng diramaikan lagi.

“Kita punya konsep agar kampung ini ramai. Maka dibangun sarana pra sarana. Seperti mainan dan tamannya diatur supaya indah,” lanjut Edi.

Selain itu, penghijauannya juga diatur. Event-event pun harus digalakkan. Supaya, Kampung Topeng menjadi ramai.

“Termasuk banyak kegiatan-kegiatan sosial yang dilakukan. Agar masyarakat yang datang kesini. Bisa juga untuk keperluan studi dan penelitian,” tambahnya.

Dengan fasilitas dan kegiatan, Edi mengharap Kampung Topeng maju. Dia juga ingin warga Kampung Topeng mampu memulai kehidupan yang baru.

Sebab, penghuni Kampung Topeng adalah mantan gelandangan dan anjal. Mereka sukses direhabilitasi. Dinas Sosial Kota Malang yang mengawasi pemberdayaan ini.

“Warga merasa tempat tinggal mereka telah menjadi destinasi wisata. Sehingga mereka tidak kembali ke jalan lagi,” jelas Edi.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Asyik, Jalur Malang-Sendang Biru Dibuka

Diterbitkan

||

Jalur Damri Malang-Sendang Biru dibuka. (Foto : istimewa)

KABARMALANG.COM – Jalur wisata Malang selatan semakin terbuka. Terutama, pantai Sendang Biru, Desa Tambakrejo, Sumbermanjing Wetan.

Pemkab Malang menggandeng DAMRI menyediakan bus ke sana.

Kadisparbud Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara membenarkan. Menurutnya, ada satu trayek bus DAMRI ke Sendang Biru.

Bus ini beroperasi dari terminal Arjosari Kota Malang.

“Bus DAMRI itu stand by di Arjosari. Sejak jam 07.00 sampai jam 08.00 pagi. Ke Malang lagi jam 16.00 sampai jam 17.00,” kata Made di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jumat (23/10).

Kuotanya pemberangkatannya, adalah 30 orang setiap kali pemberangkatan.

“Karena, hanya disediakan satu bus. Jadi cuma memuat 30 orang satu kali pemberangkatan,” tuturnya.

Penumpang hanya perlu merogoh kocek Rp 50 ribu.

“Biaya segitu itu sudah pulang-Pergi. Jadi pergi Rp 25 ribu. Pulangnya juga Rp 25 ribu,” tuturnya.

Masyarakat dimudahkan berlibur ke pantai selatan. Ingin ke Sendang Biru, cukup pergi ke Arjosari.

“Di sana sudah tersedia loket. Tanya sama petugas Dishub di sana. Langsung diarahkan untuk pembelian tiket,” tuturnya.

Bus DAMRI tersebut adalah program Kementrian Perhubungan. Tujuannya untuk mengembangkan trayek angkutan wisata di kawasan strategis.

Salah satu kawasan strategis pariwisata itu adalah Malang Selatan. Sehingga, rute Kota Malang menuju Sendang Biru dibuka.

“Rute itu salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Makanya angkutan bus itu disediakan untuk membantu program Kemenhub,” tutupnya.(im/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com