Connect with us

Serba Serbi

Dikabarkan Malang Selatan Berpotensi Tsunami, BPBD: Itu hanya potensi dan bukan prediksi

Published

on

IMG 20201003 203815
Ilustrasi alat pendeteksi gempa dan tsunami (Foto: Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Meski kabar terkait potensi besar adanya tsunami di Selatan Jawa ramai diberbincangkan, tampaknya tak membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang panik.

Pasalnya mereka percaya masyarakat pesisir Malang​ Selatan​ telah berpengalaman menghadapi peristiwa alam, termasuk gempa bumi maupun tsunami.

Rasa optimis tersebut didasarkan pada peristiwa tsunami yang pernah menerjang Pantai Tamban, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, tahun 1994 silam.

“Karena​ tahun 1994 mereka sudah mengalami sendiri di (Pantai) Tamban itu (tsunami). Jadi saya kira naluri alamiah masyarakat pesisir Malang Selatan dalam mengidentifikasi gejala alam cukup mumpuni,” terang Kepala​ Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Bambang Istiawan ketika dikonfirmasi​.

Namun, meski pihaknya yakin dengan naluri masyarakat, Bambang mengaku akan tetap intens melakukan sosialisasi mitigasi bencana kepada masyarakat.

“Sebab terkait mitigasi, masyarakat memang butuh waktu yang lama jadi tidak serta merta langsung bisa,” ucap Bambang.

Supaya edukasi mitigasi bencana tersebar secara masif, BPBD Kabupaten Malang telah membentuk​ Kampung Sigap Bencana (KSB) dan Desa Tangguh Bencana (Destana)​ di pesisir Malang Selatan.

“Rinciannya, Desa Tangguh Bencana ada 9. Lalu,​ Kampung Sigap Bencana kita ada 1 yang dibentuk oleh Dinas Sosial di Bantur,” jelas Bambang.

Lebih lanjut, Bambang meminta​ masyarakat tidak panik ketika menanggapi kabar gempa dan tsunami di Selatan Jawa. Menurut Bambang, kabar tersebut masih sebatas potensi, bukan prediksi.

“Itu hanya potensi dan bukan prediksi,” beber Bambang.

Bambang menyatakan, potensi bencana alam bukan melulu soal gempa dan tsunami.​

“Kita berada di gunung juga ada potensi gunung meletus. Tapi kalau prediksi tentang kapan terjadinya kita kan belum tahu?” simpulnya. (haq/fir)

Advertisement

Terpopuler