Connect with us

Serba Serbi

Ketua Dekopin Untari, Tegaskan Keabsahan Kepengurusan Dekopin

Diterbitkan

||

Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Dr. Sri Untari Bisowarno MAP

 

KABARMALANG.COM – Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Dr. Sri Untari Bisowarno MAP, menegaskan jika kepengurusan Dekopin yang dia pimpin, adalah sah, dan sesuai dengan Angaran Dasar Koperasi.

Karena itu, Untari merespon desas-desus dualisme Dekopin di masyarakat, yakni Dekopin kepemimpinan Dr Sri Untari Bisowarno, MAP dan Dekopin kepemimpinan versi Nurdin Halid.

Untari lantas angkat bicara dan mengampaikan kepada sejumlah wartawan, di Kantor Dekopinwil Jatim, Surabaya, Jumat (11/09/2020) siang.

Organisasi gerakan koperasi, tandas Untari, dibentuk melalui Anggaran Dasar. Dimana Anggaran Dasar Dekopin disahkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 6 Tahun 2011 tentang Pengesahan Anggaran Dasar Dewan Koperasi Indonesia dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.

“Menanggapi isu dualisme kepengurusan di tubuh organisasi Dekopin, maka kami perlu melakukan pelurusan berita, agar publik dapat mengetahui siapa sebenarnya pengurus Dekopin yang sah untuk masa bhakti 2019- 2024,” ucap Sri Untari.

Pasalnya, lanjut Untari, sapaan akrabnya, Dekopin kepemimpinannya merupakan pengurus yang menjaga marwah Keppres 6/2011 tentang Pengesahan Anggaran Dasar Dekopin.

Khususnya pada Pasal 19 AD Dekopin yang disahkan oleh Keppres No.6/2011, menyatakan bahwa masa jabatan Pimpinan Dekopin adalah lima tahun (ayat 1) dan masa jabatan paling lama dua kali berturut-turut (ayat 3).

“Sementara, Nurdin Halid telah menjabat Ketua Umum Dekopin selama dua periode yakni periode 2009 – 2014 dan periode 2014 – 2019. Bahwa dalam Munas Makasar sejatinya menjadi akhir kepengurusan Dekopin di bawah kepemimpinan Nurdin Halid. Bukan kembali mengangkat dia,” beber Sri Untari.

Munas yang dilaksanakan di Makasar 11-14 November 2019 lalu, telah mengubah Anggaran Dasar Dekopin yang disahkan Presiden melalui Keppres 6/2011 dan Anggaran Rumah Tangga Dekopin yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Munas Nomor 04/MUNAS/DEKOPIN/IX/2011 tentang Anggaran Rumah Tangga Dekopin.

“Secara otomatis, kami dari Dekopinda dan Dekopinwil sebagai pemilik suara menyatakan tidak setuju. Sebab itu jelas-jelas melanggar Keppres No.6/2011 dan AD/ART Dekopin,” ungkap Ketua Dekopinwil baru Jatim periode 2020-2025, Drs Slamet Soetanto, MM, yang sebelumnya dalam Munas Makasar/Munas Dekopin hadir sebagai Ketua Dekopinda Kota Blitar.

Menurut Slamet, berdasarkan Pasal 33 AD/ART Dekopin mengatur bahwa Perubahan Anggaran Dasar Dekopin ditetapkan oleh Musyawarah Nasional (Munas), yang khusus diselenggarakan untuk mengubah Anggaran Dasar. Sehingga Perubahan AD/ART Dekopin hasil Munas Makasar tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat.

Akibat akrobat hukum Nurdin Halid, dkk yang secara sengaja menabrak aturan hukum dengan merubah isi Anggaran Dasar Dekopin, maka pengurus Dekopinwil dan Dekopinda yang tidak setuju dengan hasil Munas Makasar, melanjutkan dalam Munas Dekopin ke Hotel Mercure, Makasar. Setelah sebelumnya berpindah dari Ruang Jade Hall, Hotel Claro, Makassar, karena keterbatasan tempat.

“Lebih dari 200 peserta pemilik suara Munas Dekopin dari Dekopinda dan Dekopinwil menggelar Munas Dekopin yang sesuai dengan Anggaran Dasar Dekopin yang ada dalam Keppres No. 6/2011. Hingga akhirnya secara aklamasi telah memilih dan menetapkan Dr Sri Untari Bisowarno. MAP sebagai Ketua Umum Dekopin untuk periode 2019-2024,” beber Slamet.

Keputusan itu juga telah tertuang dalam Surat Keputusan Pimpinan Paripurna Dewan Koperasi Indonesia Nomor: SKEP/04/DEKOPIN/I/2020 tentang Pengesahan Pimpinan, Pengawas, Sekretaris Jenderal, Penasihat dan Majelis Pakar Dewan Koperasi Indonesia Masa Bhakti 2019-2024.

Pihaknya memperhatikan fakta-fakta tersebut diatas, muncullah Pendapat Hukum Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-Undangan (Dirjen Perpu) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia Nomor: PPE.PP.06.03-1017 tanggal 2 Juli 2020, telah bersikap dan memberikan pendapat hukum. Di antaranya:

– Berdasarkan peraturan perundang-undangan, pembentukan Organisasi Dekopin harus disahkan oleh pemerintah.
– Perubahan AD Dekopin sebagaimana UU 25/1992 tentang Perkoperasian, harus disahkan oleh pemerintah.

– Keppres No.6/2011 tentang Pengesahan Perubahan Anggaran Dasar Dekopin masih berlaku dan belum berubah.
– Pemilihan HAM Nurdin Halid sebagai Ketua Umum Dekopin melalui perubahan AD Dekopin dan langsung memberlakukan perubahan tanpa pengesahan Pemerintah, adalah bertentangan dengan Keppres No.6/2011 tentang Pengesahan Anggaran Dasar Dekopin dan UU 25/1992 tentang Perkoperasian.

– Pemilihan Ketua Umum Dekopin yang tepat adalah yang tidak bertentangan dengan Keppres No.6/2011 tentang Pengesahan Anggaran Dasar Dekopin dan UU 25/1992 tentang Perkoperasian, yaitu Munas Dekopin yang memilih Dr. Sri Untari Bisowarno. MAP sebagai Ketua Umum Dekopin untuk periode 2019-2024.

Disebutkan pula, Kantor Sekretariat Dekopin di Jl. Raya Pasar Minggu No. 97 B Jakarta Selatan, juga telah dikuasai Ketua dan Pengurus di bawah kepemimpinan Nurdin Halid.

“Dari runtutan fakta tersebut, semoga masyarakat bisa memahami kondisi Dekopin saat ini. Dan bijak menyikapi untuk tidak berkomunikasi dan bekerjasama dengan pengurus Dekopin Nurdin Halid. Selain daripada pengurus yang sah yaitu Dekopin yang dipimpin oleh Dr Sri Untari Bisowarno, MAP,” tandasnya. (ary/fir)

Serba Serbi

Jelang Arema FC Jamu Borneo, Polres Malang Siapkan Laga Tanpa Penonton

Diterbitkan

||

Oleh

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar. (Foto: Imron Haqiqi).

 

KABARMALANG.COM – Kompetisi Shopee Liga 1 2020 yang dihentikan di pekan ke-3 pada Maret 2020 silam akan dihelat kembali mulai 1 Oktobee nanti.

Tim kebanggaan warga Malang Raya, Arema FC akan berlaga pada 13 Oktober nanti melawan Borneo FC di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Pada saat laga itu, Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar mengatakan sudah membuat beberapa persiapan untuk mengantisipasi antusiasme supporter Aremania. Sebab dalam laga itu, sebagaimana ketetapan dari manajemen liga 1.

“Kan pada setiap laga tidak boleh ada satu pun penonton. Tapi untuk antisipasi adanya antusiasme supporter nanti kita akan membuat antisipasi untuk memastikan tidak ada penonton,” terang saat dikonfirmasi, Sabtu (26/09/2020) sore.

Antisipasi yang akan dilakukan oleh jajaran Polres Malang menurut Hendri yakni berupa sterilisasi dan sosialisai, serta koordinasi dengan pihak panpel (panitia pelaksana).

“Untuk sterilisasi nanti kita akan berjaga di area Stadion Kanjuruhan. Tiga jam sebelum pertandingan nanti tidak boleh ada yang masuk lagi ke dalam Stadion,” ujarnya.

Lebih lanjut, pria kelahiran Solok, Sumatera Barat itu juga mengatakan akan melakukan sosialisasi di setiap kecamatan bersama Muspika, serta akan menyediakan layar agar supporter dapat menonton bareng (nobar) di kecamatan masing-masing.

“Nanti akan kita koordinasikan di setiap kecamatan. Supaya suporter tidak perlu hadir di Stadion untuk menonton klub kesayangannya (Arema, red),” tutup Hendri. (ron/rjs)

Lanjutkan Membaca

Serba Serbi

Di Bululawang Ada Pameran Bonsai Terbesar Pertama Kali Di Malang

Diterbitkan

||

Oleh

Salah satu jenis bonsai yang didisplay dalam pameran bonsai di Kecamatan Bululawang (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Bagi masyarakat yang hoby koleksi tanaman unik, di Malang kini ada pameran bonsai. Tepatnya di Rest Area Kecamatan Bululawang. Ada sekitar 270 bonsai yang mengikuti pameran regional yang digelar oleh PBB (Paguyuban Bonsai Bululawang) itu.

Setiap bonsai yang ikut dalam pameran bertajuk ‘Kabupaten Malang Bersemi’ itu nantinya akan dinilai oleh panitia. Salah satu panitia penyelenggara, Puguh Beni Wahyudi mengatakan pameran yang digelarnya itu merupakan yang pameran terbesar pertama kalinya di Kabupaten Malang.

Bahkan, tidak hanya dari Malang Raya, pameran bonsai diikuti hingga Kalimantan, Sumatera dan Bali.

“Ada dari Malang Raya, Jawa Timur, Kalimantan, Sumatera, Bali. Itu yang datang bonsainya saja, dikirim lewat paket, orangnya tidak ikut,” kata Puguh, Jumat (25/09/2020).

“Penilaiannya meliputi bentuk, umur, keserasian dengan pot. Lebih tua, bonsai itu lebih bagus. Ini bukan berdasarkan ukuran. Pohon apa saja bebas. Cuma satu kelas, regional,” terangnya.

Puguh pun menyebutkan, pada umumnya ada empat kelas pameran bonsai. Prospek, regional, madya dan utama.

“Prospek ini yang masih bahan saja. Regional setengah jadi. Madya itu yang baik sekali bisa dapat sertifikat untuk ikut utama,” ucapnya.

Pada pagelaran pameran bonsai itu, penyelenggara tidak lupa menerapkan protokol kesehatan. Pengunjung pameran dibatasi maksimal 20 orang.

“Demi kesehatan dan keamanan. Biar gak berjubel di dalam, juga demi keamanan bonsai itu sendiri,” tukas Puguh. (haq/fir)

Lanjutkan Membaca

Serba Serbi

Pembuatan Batik, Sandhya Nusantara Berdayakan Masyarakat Sekitar

Diterbitkan

||

Oleh

Pemberdayaan masyarakat di RW 03 Kelurahan Sukun dalam proses pembuatan batik

 

KABARMALANG.COM – Pemberdayaan masyarakat di RW 03 Kelurahan Sukun, Kota Malang pada Jumat (25/09/2020). Ini dilakukan Sandhya Nusantara dalam proses pembuatan batik.

Selain sebagai galeri dan toko menjual batik, tempat tersebut juga sebagai rumah. Galeri Sandhya Nusantara ini dikelola oleh Nena Bachtiar.

“Jadi awalnya itu, saya sendiri adalah penyuka batik. Suka dengan budaya-budaya Indonesia,” ujarnya, kepada Kabarmalang.com.

Kemudian, lanjut Nena, ikut pelatihan mandiri karena pada waktu itu pelatihan dari instansi masih belum ada. Ketika, ada pelatihan dari instansi akhirnya ia diundang setelah itu Nena memberdayakan masyarakat sekita.

Nena mengatakan, bentuk pemberdayaan yang diberikan kepada masyarakat dengan mengadakan pelatihan membatik bagi ibu-ibu di RW 03 diantaranya nyanting dan pewarnaan.

“Kalau ada pesanan, kita mengajak ibu-ibu. Ada yang nyanting dan pewarnaan. Sandhya Nusantara beranggotakan 15 orang dari RW 03,” katanya.

Untuk pemesanan dari luar Kota Malang juga ada, seperti dari Surabaya dan Nusa Tenggara Barat. Terakhir, ada mahasiswa dari Malaysia, datang melalui akses dari Universitas Brawijaya.

“Sebelum ada pandemi kita ada pesanan baik itu custom, seragam, dan lainnya. Saat pandemi kita terimbas, alhamdulillah pesanan custom tetap ada, walaupun gak sekencang sebelumnya,” lanjutnya.

Nena berharap, pemberdayaan untuk ibu rumah tangga ini bisa meningkatkan perekonomian mereka sendiri maupun untuk masyarakat. (fat/fir)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com