Connect with us

Serba Serbi

Solid Kuat Militan Bersama Pancasila, Slogan HUT Ke 42 GM FKPPI

Diterbitkan

,

Generasi Muda Forum Komunikasi Putra dan Putri Purnawirawan TNI Polri (GM FKPPI) Kota Malang

 

KABARMALANG.COM – Generasi Muda Forum Komunikasi Putra dan Putri Purnawirawan TNI Polri (GM FKPPI) Kota Malang mengikuti Zoominar Nasional yang digelar di kantor FKPPI di Jalan Panglima Sudirman 104 Malang pada hari Jumat (11/09/2020).

“Hari ini kita mengikuti kegiatan Zoominar Nasional yang diikuti 25 Ketua Pengurus Daerah (PD) GM FKPPI se Indonesia dan jajarannya,” ujar Ketua Ketua PC GM FKPPI Kota Malang Rudi Nugroho, Jumat (11/09/2020) disela-sela kegiatan.

Dalam zoominar nasional tersebut sebagai narasumber Mayjend TNI Mar Widodo DP (Aspot Mar KSAL), Brigjen TNI Mar Purnomo (Waaster Panglima TNI), Marsma TNI Nadirsyah (Waaspot Dirga KSAU), DR. Ahmad Basarah (Ketua Wantimpus GM FKPPI/Wakil Ketua MPR RI), Prof. DR. Yasonna Laoly (Wantimpus GM FKPPI/Menkumham RI, I.N.P Winata (Assus Wamenhan) dan Kolonel ARM Ferry TP (Kabid Dukmin Kemenhan).

Slogan dalam rangka menyambut HUT GM FKPPI ke 42 ini. “Solid Kuat Militan Bersama Pancasila”. Turut hadir juga Ketua Umum PP GM FKPPI Dwi Rianta Soerbakti, Wakil Ketua Umum Ir. R. Agoes Soerjanto, Wakil Ketua Umum Herlisa Dessy Silalahi, Sekjen Ari Garyanida dan jajaran, 25 Ketua Pengurus Daerah (PD) GM FKPPI se Indonesia dan jajarannya.

Generasi Muda Forum Komunikasi Putra dan Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI Polri (GM FKPPI) hari Sabtu 12 September 2020 genap memasuki usia ke-42 tahun. Bagi GM FKPPI tidak ada kata surut untuk terus melanjutkan perjuangan para orang tua mereka untuk merawat dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selama 42 tahun, GM FKPPI menghadapi berbagai tantangan dan rintangan menjaga NKRI. Kader Kader Loreng tetap begerak berada di barisan terdepan untuk memberikan solusi secara konstruktif untuk perkembangan dan kemajuan NKRI.
Sebagai anak anak bangsa yang dididik dengan semangat disiplin, diterpa nilai nilai kebangsaan yang tinggi, Kader Kader GM FKPPI siap turut aktif dalam mewujudkan cita cita dan tujuan Bangsa yang digariskan dalam Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945.

Dari latarbelakang itulah, GM FKPPI dengan slogan Solid Kuat Militan Bersama Pancasila menganggap perlu untuk mengeluarkan enam rekomendasi kepada para kader -kader GM FKPPI se- Indonesia untuk turut mensosialisasikan, menjalankan, serta mengaktualisasikan arahan Pengurus Pusat GM FKPPI di setiap daerah. Enam rekomendasi tersebut dibacakan Sekjen Pengurus Pusat GM FKPPI Ari Garyanida saat zoominar nasional HUT ke-42 GM FKPPI, Jumat (11/09/2020).

Adapun enam rekomendasi tersebut adalah sebagai berikut :

1. Sebagai wujud syukur usia 42 tahun GM FKPPI tahun 2020 ini, Pengurus Pusat (PP) GM FKPPI menyerukan kepada seluruh jajaran pengurus daerah se- Indonesia untuk melakukan kegiatan mensosialisasikan keberadaan organisasi kader GM FKPPI sebagai wahana untuk mendapatkan legimitasi sosial dari masyarakat luas

2. PP GM FKPPI menyerukan kepada seluruh pengurus daerah untuk terus aktif dan bersinergi dengan berbagai komponen dan pihak terkait dalam melanjutkan penanganan wabah Covid – 19, serta menjadi pioner percontohan perilaku disiplin dalam menjalan protokol kesehatan sesuai dengan aturan pemerintah

3. PP GM FKPPI menyerukan kepada seluruh pengurus daerah agar turut membumikan dan mengokohkan nilai – nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, baik dalam aktifitas sehari hari, setiap kegiataan sosial, juga dalam setiap media sosialisasi

4. PP GM FKPPI menyerukan agar kader-kader GM FKPPI di setiap daerah untuk turut aktif baik secara pikiran, tenaga dan materi dalam aktifitas kegotongroyongan yang dilakukan dan diinisasi oleh berbagai pihak dalam program kegiatan sosial kemasyarakatan

5. PP GM FKPPI menyerukan agar kader-kader GM FKPPI mendukung langkah pemerintah dalam upaya penggalian potensi dan peningkatan nilai nilai ekonomi masyarakat

6. PP GM FKPPI menyerukan kepada para kader-kader GM FKPPI agar terus menjalankan jiwa Solid, Kuat dan Militan dalam berbagai aktifitas sosial maupun kegiatan-kegiatan positif lainnya untuk memperkuat ketahanan nasional. Salam Solid,Kuat,Militan (SKM) Bersama Pancasila. (ary/fir)

 

 

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

COVID-19

Tali Masker Nge-tren Tapi Berbahaya, Ini Kata IDI Malang Raya

Diterbitkan

,

Tali Masker Nge-tren Tapi Berbahaya, Ini Kata IDI Malang Raya
Penggunaan tali pengait masker (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Tali pengait masker atau strap masker semakin ngetren belakangan ini. Modelnya juga beragam dan semakin fashionable.

Tren ini memudahkan pengguna melepas masker tanpa repot. Misalnya saat makan, minum, dan berolahraga. Pengguna tinggal melepas dan menggantung masker.

Tetapi, masyarakat perlu mengetahui bahayanya. Tali masker memiliki risiko untuk kesehatan pengguna.

Dr Dhelya Widasmara SpKK(K) FINSDV, Humas IDI Malang Raya membenarkan. Dia menjelaskan bahaya tali pengait masker. Tinjauannya adalah perspektif medis.

“Tali masker justru berpotensi menularkan virus covid-19. Bagian luar masker berfungsi menyaring virus, bakteri, kuman. Supaya, tidak terhirup ke saluran pernapasan,” ujar Lala, sapaannya, kepada wartawan, Rabu (3/3).

“Sedangkan, bagian dalam masker berguna menghambat droplet dari mulut,” tambah dosen Fakultas Kedokteran UB tersebut.

Apabila memakai tali masker, maka akan mengenai baju. Padahal masker tidak boleh kontak dengan benda lainnya. Karena, masker harus tetap steril.

“Kuman virus di bagian luar masker bisa terhirup masuk. Baik lewat hidung atau terhisap masuk mulut. Itu jika masker terletak di bawah hidung atau dagu,” jelasnya.

Lala memberikan alternatif lain agar bisa menjaga higenitas masker. Misalnya masyarakat bisa menyiapkan wadah penyimpan khusus.

“Menggunakan tempat khusus masker. Bisa berupa pouch yang steril. Usahakan dalam aktivitas sehari-hari terus menggunakan masker. Tidak sering lepas pakai,” jelasnya staf medik fungsional RSSA tersebut.

Kabar Lainnya : Total 6 Dokter IDI Malang Meninggal Karena Covid-19.

Dia juga menerangkan penggunaan masker yang baik dan benar. Apalagi, saat ini ketersediaan masker medis sudah normal.

Studi terbaru CDC Amerika Serikat menyebutkan manfaat masker ganda. Karena dapat membantu mengurangi risiko paparan covid-19 secara signifikan.

“Penggunaan dua masker sekaligus. Yakni masker bedah dan masker kain. Secara bersamaan dapat memblokir sekitar 83% partikel,” terang Lala.

Selain itu, hasil studi membuktikan efektivitas masker ganda. Masker kain harus berposisi di atas masker bedah. Supaya, lebih dari 95% partikel menular terhalangi.

“CDC tidak merekomendasikan penggunaan dua masker medis. yaitu melapisi masker medis dengan masker medis lainnya,” ucap dokter yang juga penulis buku itu.

Masker medis sekali pakai tidak untuk menutupi wajah secara maksimal. Penggunaan masker bedah ganda tidak dapat menambah keamanan.

“CDC juga tidak menyarankan penggunaan masker dobel KN95. Atau masker respirator N95 yang sudah ketat,” tambahnya.

Menurut Lala, pemakaian satu lapis masker KN95 sudah cukup efektif. Sehingga tidak perlu ada lapisan masker lagi.

Lala berpesan kepada masyarakat agar tetap berpikiran positif. Selama menerapkan prokes 5 M, maka pandemi ini bisa terlewati bersama.

“Sayangi orang-orang di sekitar kita. Karena pandemi ini adalah tanggung jawab bersama. Ini adalah bentuk perjuangan di era milenial,” pesannya.

“Gunakanlah masker, kapanpun dan di manapun. Kalau bukan kita siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi,” tutup Lala.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Serba Serbi

Pasutri di Malang Banyak Anak, Mandi Pun Harus Rebutan

Diterbitkan

,

Pasutri di Malang Banyak Anak, Mandi Pun Harus Rebutan
Pasutri Mulyono dan Partina yang punya 16 anak di Kota Malang. Anaknya menunjukan dua kartu keluarga mereka (Foto: istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Pasutri Mulyono, 46, dan Partina, 45, warga Sukun di Kota Malang viral. Sebab keduanya memiliki 16 anak.

Kisahnya mencuri perhatian publik karena putri ketujuh mereka. Yakni Ariyana memposting foto keluarganya di akun TikTok. Hingga kini sudah mencapai jutaan viewers.

Kabar Lainnya : Pasutri Tipu Warga Bali, Modus Jual Masker Rp 600 Juta.

Keluarga viral itu tinggal di Jalan Krakatau, Sukun, Kota Malang. Mereka menghuni sebuah rumah berukuran sekitar 4 x 12 meter.

Keduanya resmi menikah pada tahun 1986. Mereka mulai memiliki anak pertama pada 1988. Dengan nama Sri Handayani. Selain itu, semua anak pasutri di Malang itu lahir normal.

Mulyono menceritakan, saat ini anaknya berjumlah 14. Karena anak ketiganya telah meninggal saat berumur tujuh bulan. Lalu anak terakhir meninggal saat berusia 21 hari.

“Sebanyak 16 anak, 10 di antaranya perempuan. Sementara, sisanya berjenis kelamin laki-laki,” ujar Mulyono kepada wartawan, Jumat (26/2).

“Awalnya ingin punya anak laki-laki. Karena anak pertama sampai keempat itu perempuan semua. Akhirnya yang kelima keluar laki-laki. Dengan nama Robby Min Anwar,” tambahnya.

Partina ikut menambahkan. Jumlah anaknya berjumlah belasan. Sehingga keluarga mereka sampai memiliki sebanyak dua buah kartu keluarga.

Dia juga menceritakan suka duka membesarkan dan merawat anak-anaknya tersebut. Misalnya, kalau mau mandi saja anak sampai harus rebutan.

“Kalau merawat ya capek tapi ramai. Kan juga senang. Mau mandi aja sempat bertengkar. Bahkan kalau mau tidur pada rebutan mau dekat dengan ibunya,” katanya.

Partina adalah pedagang warung kaki lima di Jagalan, Klojen, Kota Malang. Sedangkan, Mulyono berprofesi sebagai penjual bakso keliling.

Meski hidup sederhana, keluarganya tetap hidup bahagia dan bersyukur. “Syukurnya anak tidak rewel. Makan nasi sama garam aja bisa sehat kok,” ungkapnya.

Pasangan Partina dan Mulyono saat ini tinggal bersama delapan anak. Sisanya ada yang sudah bekerja di luar kota. Ada juga yang sudah menikah.

“Delapan ini masih sekolah semua. Satu orang masih kuliah. Tiga orang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Tiga orang Sekolah Dasar (SD). Kemudian satu orang Taman Kanak-Kanak,” tutupnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Serba Serbi

Viral Kata Pelakor, Ini Penjelasan Pakar Bahasa UMM

Diterbitkan

,

Viral Kata Pelakor, Ini Penjelasan Pakar Bahasa UMM
Dosen Prodi Bahasa Indonesia UMM, Faizin, M.Pd (Foto: istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Sepekan terakhir memang kata pelakor menjadi viral lagi. Kata pelakor sendiri adalah akronim kata dari perebut laki orang.

Belakangan ini jagat maya heboh dengan berita penyanyi Nissa Sabyan. Dia mendapat kritikan serius karena tudingan pelakor.

Nissa  menjadi orang ketiga dalam pernikahan Ayus Sabyan-Ririe Fairus. Ayus Sabyan adalah rekan Nissa dalam grup Sabyan Gambus.

Dosen Prodi Bahasa Indonesia UMM, Faizin, M.Pd turut berkomentar. Tetapi, terkait diksi pelakor yang viral dari perspektif linguistik.

“Kalau kemunculan kata pelakor pastinya kan di medsos. Yang rame terkait orang ke 3 sebenarnya. Awal pasti muncul kata tersebut saya tidak memiliki datanya,” ujar Faizin kepada Kabarmalang.com, Rabu (24/2).

“Yang jelas itu muncul di dunia popular. Karena di KBBI pun tidak ada. Yang ada hanya kosakata dasarnya. Yakni perebut dan perampas. Itu yang bisa mewakili kata tersebut,” tambahnya.

Faizin kurang sepakat dengan istilah pelakor. Karena kata itu lebih berkonotasi negatif terhadap perempuan.

Dia mengatakan bahwa seakan perempuan yang menjadi subjek pelaku.

“Padahal secara pelaksanaan, kan pelakunya dua pihak. Karena sama-sama punya keinginan. Entah yang memulai laki-laki atau perempuan,” ungkap Kepala Divisi Internasionalisasi Bahasa UMM itu.

Menurut Faizin, diksi pelakor menjadi tendensius kepada perempuan. Seolah pria tidak punya sumbangsih. Padahal, bisa saja pria yang merayu duluan, lalu si perempuan mau.

“Memang dalam aspek kebahasaaan harusnya dua-duanya. Misalnya pebinor (perebut bini orang). Kalau akronim kan tinggal dibikin,” tuturnya.

Dari situ padanan kata baru bisa terlihat seimbang. Porsi laki-laki juga ada akronimnya. Sehingga, ketika ada polemik rumah tangga, bisa terlihat siapa pelakunya.

Kabar Lainnya : Mahasiswa UMM Ciptakan Aplikasi Koreksi Ejaan.

Menurutnya, simbolisme bergantung dari pelaksanaan, bagaimana hal itu terjadi. Kalau memang subjeknya perempuan yang merebut berarti pelakor.

“Jangan lari ke objek person yang salah. Misalnya laki-laki yang merebut. Kenapa perempuan yang jadi pelakor, padahal laki-laki yang memulai,” tegasnya.

Kata merebut dalam KBBI berarti merampas atau ambil paksa. Artinya si objek tidak mau.

“Kalau perebut, berarti suaminya tidak mau. Kalau memang suaminya melakukan apa-apa. Maka menurut saya tidak tepat denotasinya mengatakan perebut,” jelasnya.

Sehingga, istilah perebut tidak sekonyong-konyong boleh melabeli perempuan. Yaitu yang menjadi orang ketiga di sebuah keluarga.

Faizin memberikan alternatif diksi yang lebih pas. Pelakor bisa ganti dengan diksi wanita idaman lain. Untuk si pria bisa disematkan istilah lelaki tidak setia. Begitu juga sebaliknya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com