Connect with us

Pemerintahan

Walikota Sutiaji: Klenteng Eng An Kiong Simbol Perajut Umat Beragama

Diterbitkan

,

Walikota Sutiaji saat silaturahmi umat beragama di Klenteng Eng An Kiong

 

KABARMALANG.COM – Walikota Malang, Sutiaji mengatakan bahwa Klenteng Eng An Kiong sudah tidak asing baginya. Ia sejak dulu sudah sering kesini, untuk sharing masalah-masalah kemanusiaan dan sosial.

Sutiaji teringat pertama kali datang ke klenteng ini saat mengajak pihak klenteng untuk mengadakan 40 hari wafatnya Gus Dur, dan Klenteng Eng An Kiong sebagai lokasinya.

Menurut Sutiaji, itulah simbol yang bisa merajut umat beragama. Hal tersebut diungkapkan Sutiaji saat berkunjung ke Klenteng Eng An Kiong, dalam agenda silaturahmi antar umat beragama oleh Pemkot Malang.

“Jadi, tujuan kami di sini kan, yang namanya kerukunan umat beragama. Kalimatnya kan terdiri dari tiga kata, yakni kerukunan, umat, dan beragama,” ujarnya, Rabu (09/09/2020).

Sesungguhnya, lanjut Sutiaji, tinggal bagaimana kita hidup rukun berdampingan, tidak membedakan antara warna kulit, kepercayaan, dan suku, ketika berada di Indonesia.

Sutiaji pun menyampaikan bahwa bendera kita itu merah putih. Merah itu kemauan dan semangat kita, putih adalah jiwa nurani kita. Itu ada pada setiap manusia. Karena agama ingin menumbuhkan bagaimana yang putih selalu nampak, sehingga tidak ada ego diantara kita masing-masing.

Dalam kegiatan ini juga melaksanakan penyerahan secara simbolis bantuan sepuluh ribu masker dari pihak Klenteng Eng An Kiong kepada Pemkot Malang. (fat/fir)

Pemerintahan

Kabar Cuaca Malang, Hujan Deras Masih Berpotensi Bencana

Diterbitkan

,

Kabar Cuaca Malang, Hujan Deras Masih Berpotensi Bencana
Perkiraan cuaca di Jawa Timur. (Foto: BMKG)

 

KABARMALANG.COM – Cuaca ekstrem masih menghantui kabar cuaca Malang Raya. Terbukti hujan deras akhir-akhir ini kerap melanda.

BMKG memperingatkan potensi banjir di wilayah Malang Raya. Yakni, tanggal 7 Maret mendatang dengan level waspada.

Prakirawan BMKG Karangploso, Edythya Ferlani W membenarkan. Kabar cuaca Malang terpengaruh aktivitas uap air Pasifik.

Kabar Lainnya : Cuaca Memburuk, 15 Pohon Besar Tumbang.

Tepatnya, uap dari Samudra Pasifik Timur ke Pasifik Barat. Sehingga dapat meningkatkan aktivitas pembentukan awan hujan. Khususnya wilayah Indonesia bagian timur.

“Itu perkiraan kondisi global. Sedangkan perkiraan kondisi regional terpantau adanya Madden Jullian Oscillation (MJO). Tanggal 04 Maret 2021 berada pada kuadran 7 (Western Pacific),” ungkapnya.

MJO merupakan elemen variabilitas intra musiman terbesar. Yakni 30 hingga 90 hari pada kondisi atmosfer tropis.

Menurutnya, model filter spasial MJO menunjukkan adanya aktivitas gangguan MJO. Yaitu di wilayah Samudra Hindia Selatan Bengkulu hingga selatan Jawa.

Kemudian di Perairan timur Australia. Sehingga, mampu meningkatkan aktivitas cuaca.

“Hal itu berakibat meningkatkan aktivitas konvektif di wilayah tersebut,” tuturnya.

Salah satu dampak aktivitas tersebut di antaranya sirkulasi siklonik. Yang terpantau di Samudera Hindia Selatan Jawa Timur-NTB.

Sehingga, aktivitas ini membentuk daerah pertemuan kecepatan angin. Yang memanjang dari Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Kemudian di pesisir selatan Yogyakarta dan di NTB bagian barat.

“Daerah konvergensi lainnya juga terpantau memanjang. Yaitu di Selat Malaka, pesisir barat Sumatera. Dari Jambi hingga Lampung. Dari Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Selatan,” tuturnya.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Ratusan Wartawan Ikuti Suntik Vaksin Tahap 2 Kota Malang

Diterbitkan

,

Ratusan Wartawan Ikuti Suntik Vaksin Tahap 2 Kota Malang
Lucky Aditya Ramadhan, wartawan Beritajatim.com saat vaksinasi Covid-19 di Persada Hospital Malang (Foto: istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Ratusan pekerja media telah melaksanakan vaksinasi tahap 2 Kota Malang. Vaksinasi wartawan sendiri telah memasuki hari kedua.

Hari pertama berlangsung di Puskesmas Kedungkandang, Kamis (4/3), dengan kuota 60 orang. Lalu hari ini (5/3), terhelat di Persada Hospital Malang, dengan jatah 40 awak media.

Direktur Persada Hospital Malang, dr Sigit Riyarto membenarkan. Pemkot Malang menunjuk Persada sebagai lokasi vaksinasi tahap ke dua untuk petugas pelayanan publik.

“Kami memiliki kapasitas sebanyak 200-an per hari. Alhamdulilah hari ini juga sukses ya. Barengan sama vaksinasi untuk guru juga,” ujar Sigit, kepada wartawan, Jumat (5/3).

Kabar Lainnya : Selalu Raih Prestasi Terbaik, GABSI Kota Malang Tiap Ikuti Turnamen.

Persada Hospital menyiapkan dua tenaga vaksinator resmi. Sejumlah petugas pembantu juga ada untuk proses tahapan vaksinasi.

“Kita sediakan 4 meja. Ada bagian pendaftaran, screening, pemberian vaksinasi dan observasi. Kurang lebih ada sekitar 12 sampai 15 petugas. Termasuk dua vaksinator,” ungkapnya.

Sigit menuturkan ada beberapa wartawan yang mengalami gejala Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) ringan, usai suntik vaksin.

“Seperti nyeri di area suntikan. Tetapi ada juga beberapa orang yang mengalami demam kemudian sakit kepala. Ada yang mual juga tapi tidak banyak,” paparnya.

Lucky Aditya Ramadhan, wartawan Beritajatim.com berkomentar. Dia bersyukur tidak mengalami gejala apapun setelah vaksin.

“Alhamdulillah saya sudah vaksin, tidak ada gejala apapun. Rasanya hanya nyeri, namanya suntik pasti nyeri, gak mungkin geli,” ungkapnya.

Sam Ikul, sapaannya, akan kembali untuk suntik dosis kedua. Dia juga  mengharap seluruh masyarakat mendapat jatah untuk vaksin.

“Semoga semua masyarakat Indonesia mendapat kesempatan yang sama. Karena kesehatan masyarakat menjadi tanggung jawab pemerintah,” tutupnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

800 CPMI Kabupaten Malang Sudah Berangkat Ke Hongkong

Diterbitkan

,

Kadisnaker Kabupaten Malang Yoyok Wardoyo. (Foto : Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) sedang berbahagia. Pasalnya, mereka sudah berangkat ke negara tujuan kerjanya.

Sebelumnya, keberangkatan mereka sempat tertunda. Harusnya CPMI ini berangkat awal pandemi covid-19, 2020 lalu.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Malang, Yoyok Wardoyo membenarkan. Dia mengatakan CPMI sudah berangkat pada Januari 2021 lalu.

“Jumlahnya ada sekitar 800 orang,” kata Yoyok kepada wartawan, Jumat (5/3).

Sebenarnya, persyaratan mereka sudah lengkap. Tetapi kebijakan pemerintah dan negara tujuan menghambat keberangkatan mereka.

“Pada awal pandemi, akhirnya tertunda. Tapi sekarang sudah berangkat semua,” ungkapnya.

Negara tujuan keberangkatan 800 CPMI itu adalah Hongkong. Sementara untuk negara yang lain masih belum buka.

800 orang sudah kami beri pembekalan dan tes Covid-19. Jadi kami pastikan mereka sehat dan bebas dari Covid-19,” tuturnya.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com