Connect with us

Pemerintahan

Penyintas Covid-19, Bupati Malang Siapkan Rusun Tempat Isolasi

Published

on

IMG 20200401 221212

KABARMALANG.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang tengah mempersiapkan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) aparatur sipil negara (ASN). Tempat ini nantinya difungsikan sebagai tempat isolasi bagi penyintas virus corona atau Covid-19.

“Pemkab Malang tengah menyiapkan Rusunawa sebagai tempat untuk isolasi penyintas Covid-19,” ujar Bupati Malang Sanusi, Rabu (1/04/2020).

Ia menambahkan, bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) beberapa waktu lalu. Selanjutnya, rusunawa tersebut sudah mencukupi, jika dipergunakan tempat isolasi bagi penyintas Covid-19.

“Dari yang kita lihat atas laporan dari Dinas Cipta Karya, untuk tempat isolasi tersebut sudah mencukupi. Bahkan lebih dari cukup,” beber Sanusi.

Lebih lanjut ia menjelaskan, beberapa masalah yang ada di rusun tersebut sudah diselesaikan. Seperti masalah air bersih, dan secara keseluruhan kondisi rusunawa ini sudah mencukupi.

“Air yang kemarin mampet, sekarang sudah lancar. Menurut, keterangan dari PDAM ada saluran yang tidak dibuka, dan secara keseluruhan rusunawa sudah mencukupi,” terangnya.

Untuk diketahui, rusun tersebut memiliki 54 kamar dan bisa dipergunakan sebagai tempat isolasi bagi penyintas Covid-19. Pembangunan rusun ini berasal dari bantuan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau Kemen PUPR.

“Keseluruhan ada 54 kamar. Jadi satu kamar itu bed-nya ada tiga. Jadi nanti pengawasannya dari Forkompimda,” pungkas Sanusi.

Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Malang Didik Gatot Subroto menanggapi rencana tersebut mengatakan, harus diikuti dengan penerapan SOP terkait pencegahan penyebaran Covid-19.

“Mengingat di sekitar lokasi rusunawa tersebut juga terdapat beberapa kantor organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Malang,” ujarnya.

SOP itu nantinya, seperti menyiapkan tempat cuci tangan, menyediakan titik-titik untuk disiapkan hand sanitizer. Didik juga menegaskan, hal itu bukan hanya sebagai formalitas saja, namun harus benar-benar dijalankan.

“Dan, bukan hanya sekedar dijalankan. Aktifitas seperti cuci tangan ataupun hanya dengan menggunakan hand sanitizer itu harus benar-benar diperhatikan. Ini demi memutus rantai penyebaran Covid-19,” pungkasnya. (ris/fir)

Advertisement

Terpopuler