Pemerintahan
Anugerah Tangguh Adhiwirasana, BNPB Jaring 30 Nominator

KABARMALANG.COM –Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) mempersiapkan Anugerah Tangguh Adhiwirasana sebagai ajang apresiasi kepada pihak-pihak yang unggul dalam penanganan kebencanaan.
Anugerah Tangguh Adhiwirasana tahun ini bertemakan “Kolaborasi Indonesia Tangguh Bencana”.
Ini merupakan festival penyemangat daerah dalam siklus penanganan Pandemi COVID-19 dan menjadi ajang percontohan bagi daerah lain.
I Nyoman Gde Agus Asmara SKom, Koordinator Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan covid-19 sekaligus Ketua Pelaksana Anugerah Tangguh Adhiwirasana membenarkan.
“Proses penjurian sedang kita lakukan. Ada 30 nominator dari provinsi dan kota/kabupaten se Indonesia,” ujar Nyoman dalam Dialog Produktif Semangat Selasa KCP-PEN, Selasa (9/11).
Dia menyebut, panitia anugerah melakukan klaster penilaian, menjaring 500 lebih kabupaten kota dan 30 provinsi.
Anugerah ini memakai data kinerja daerah dalam penanganan pandemi, dan 19 indikator. Yaitu, 9 indikator penanganan kesehatan, 4 indikator ekonomi dan 6 indikator kesejahteraan sosial.
Dari sini, terjaring 57 kabupaten/kota dan 20 provinsi, sebelum akhirnya mengerucut kepada 30 nominator.
“Penilaian berjalan dari tahun lalu sampai akhir tahun ini. Misalnya indikator bidang kesehatan, bagaimana penggunaan BLC, kepatuhan 3M dan sebagainya,” kata Nyoman.
Menurut Nyoman, anugerah ini membuktikan bahwa pemimpin di daerah menerapkan sinergi dalam penanganan covid-19.
Karena, saat presentasi di hadapan dewan juri, para pemimpin daerah juga mengajak jajaran samping seperti TNI dan Polri.
Dr Siti Nadia Tarmizi, MEpid, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI mengatakan bahwa pelaksanana protokol kesehatan dan vaksinasi di daerah menjadi penilaian penting.
“Ini ajang pembuktian daerah, misalnya bagaimana cepat menurunkan kasus puncak pada pertengahan 2021 lalu,” ujarnya.
Kabar Lainnya : ITN Sabet Anugerah Kampus Unggul.
Menurut Nadia, kunci penanganan covid-19 yang tampaknya bisa menjadi penilaian penting, adalah seberapa sukses pemerintah daerah mengajak kolaborasi jajaran samping.
Misalnya, sukses sinergi dengan TNI Polri, serta tokoh masyarakat untuk sosialisasi soal vaksinasi dan protokol kesehatan.
“Kemudian juga bagaimana pemerintah daerah bisa mengajak tokoh dan masyarakat mematuhi peraturan seperti PPKM. Yang bisa kita lihat, efektif menurunkan penyebaran covid-19,” kata Nadia.
Dia juga menambahkan, kecepatan pemerintah daerah dalam akselerasi vaksinasi di wilayahnya dan mengajak masyarakat vaksin, turut menjadi poin penting dalam penilaian anugerah ini.
“Dari situ kita bisa lihat bagaimana tata kelola daerah dalam menghadapi pandemi,” tuturnya.
Pandemi memang melahirkan gerakan-gerakan sosial dari berbagai lapisan masyarakat dengan latar belakang yang berbeda-beda.
Dengan semangat gotong royong, mereka bahu membahu mengumpulkan dana.
Mereka juga menyalurkan bantuan kepada para pihak terdampak. Sehingga, dampak dari rantai penyebaran covid-19 bisa terputus.
Pemerintah daerah pun terlibat dan mendukung aksi masyarakat dalam memitigasi dampak sosio-ekonomi dari pandemi covid-19.
Ini juga yang menginspirasi Anugerah Tangguh Adhiwirasana dalam melihat ketangguhan masyarakat dan pemerintah yang berkolaborasi melawan pandemi.
Selain Nyoman dan Nadia, hadir pula sebagai narasumber dialog yaitu Pamungkas Trishadiatmoko, Ketua Dewan Pengawas TVRI.
Serta, Dr Safrizal Za, MSi, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri.(carep-04/yds)
Peristiwa3 minggu agoFenomena Viral “Cacing” Persija Usai Kalah dari Persib: Sejarah Spanduk di Samarinda dan Dampak Klasemen
Olahraga3 minggu agoHasil Bali United vs Borneo FC 2-3: Pesut Etam Menang Dramatis, Persaingan Juara dengan Persib Kian Memanas!
Peristiwa3 minggu agoRupiah Melemah Tembus Rp17.516 per Dolar AS Hari Ini 12 Mei 2026, Rekor Tertinggi Akibat Inflasi Global
Peristiwa3 minggu agoIHSG Turun ke Level 6.905 pada 11 Mei 2026: Tertekan Sentimen MSCI dan Pelemahan Rupiah ke Rp17.500
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 11 Mei 2026 Turun Jadi Rp51.450 per Gram, Simak Rincian Harga Global dan Lokal
Serba Serbi3 minggu agoHarga Emas Antam Melonjak ke Rp2.859.000 per Gram Hari Ini 12 Mei 2026, Cek Rincian Buyback di Pegadaian
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 13 Mei 2026 Melonjak Lagi ke Rp56.200 per Gram, Tren Bullish Berlanjut
Peristiwa3 minggu agoPolemik LCC Empat Pilar MPR RI 2026: Insiden Penilaian Viral di Kalbar Berujung Permohonan Maaf dan Penonaktifan Juri





































